Gadis Desa Untuk CEO Kaya

Gadis Desa Untuk CEO Kaya
episode 7


__ADS_3

" Makanlah" ucap Adrian yang memandang layar leptop.


Vina masih terdiam dan menatap bosnya dengan tatapan bingung. merasa tidak ada jawaban dari Vina, Adrian mengalihkan pandangannya ke arah Vina yang juga sedang menatapnya.


"kenapa kamu menatap saya seperti itu?


saya tahu saya tampan dan juga keren, tapi jangan ke gr-an kalau saya bakal suka sama kamu"


Adrian berbicara dan matanya masih menatap ke arah Vina.


" idih, siapa juga yang mau gua udah dia, dasar gila. gumam Nisa komat-kamit bibirnya


"Gak usah ngatain saya, cepat makan setelah itu kamu baru boleh pulang lebih awal. kata Adrian


makan? ini?ini untukku? tanya vina dengan muka kebingungan sambil menatap makanan yang ada di hadapannya sambil tetap melihat ke arah bosnya.


" Ya, " jawab Adrian singkat


Vina masih tetap dia mematung. dia bingung harus memakannya atau menolaknya. jujur saja perutnya terasa sangat lapar karena hanya makan tadi pagi itupun sisa dari bibinya. sedangkan uang yang diberikan oleh Adrian sudah dipakai untuk membantu gadis yang ia temui restoran tadi. tapi dia juga gengsi kalau harus makan makanan yang dibelikan Adrian. melihat Vina yang hanya memandangi makanan itu, Adrian berjalan menghampiri Vina, dan duduk tepat di samping Vina. dia masih tidak bergeming dari lamunannya, dia sadar setelah suara Adrian sangat dekat dengan telinganya


"kenapa masih belum dimakan? tanya Adrian


vina menoleh seketika tatapan mereka sangat dekat, tetapi Adrian segera memalingkan pandangannya ke arah lain


" A-ku masih kenyang, kan tadi udah makan"


kruuuk ....krukkkkk.. .krukkk


oh udah kenyang udah makan ya Tapi kok cacingnya kepanasan di dalam perut sampai bunyi-bunyi kayak gitu hahaha...


hufff kampret ni perut gak bisa di ajak kompromi" kan jadi malu gue... " pipi Vina memerah menahan malu"


"sudah cepet dimakan, bentar lagi saya ada meeting. aku nggak mau tahu pokoknya kamu harus selesai makan sebelum saya keluar untuk ke ruangan meeting.


"saya bisa makan di rumah nanti tuan, ucap Vina gugup


kenapa kamu harus nunggu nanti? sedangkan perutmu sudah minta diisi dari tadi atau kamu mau nunggu sakit mau aku gendong atau aku suapin? " goda Adrian .

__ADS_1


"Tapi .... ucapan Vina menggantung terpotong dengan kata-kata Adrian..


makan sekarang, atau kamu harus tinggal di kantor ini sendirian. ucap Adrian tegas


Vina membayangkan gelapnya bermalam di kantor, seketika dia teringat saat disuruh tidur di luar rumah yang sangat dingin dan menakutkan.


di luar rumah sendirian aja aku takut apalagi di kantor sebesar ini gimana kalau nanti ada hantu ada ih takutttt. Vina bergidik ngeri...


". kenapa kamu? lagi ngebayangin tidur di sini sama kuntilanak? cibir Adrian


" enggak, ya udah aku makan"ucap Vina gugup.


lalu dengan cepat vina memakan makanan yang ada di depannya dengan lahap. Adrian yang melihat Vina memakan begitu lahapnya dia tersenyum sambil menggelengkan kepala.


"Dasar bocil aneh, katanya nggak lapar tapi makannya rakus gitu kayak udah setahun nggak makan" ucap Adrian dalam hati


Vina selesai makan, dia pun meneguk air minum yang ada di gelas di hadapannya sampai habis.


"Sudah selesai? Tanya Adrian


Sudah Tuan, Terimakasi Banyak .


"Bagus, sudah jam 03.30 saya akan seger pergi meeting, kamu pulang lebih dulu. karena setelah meeting saya juga akan langsung pulang.


tutur adrian setelah melihat jam di tangannya menunjukkan pukul 03.30


"Baik tuan, sekali lagi saya ucapkan terimakasih. kalau begitu say permisi dulu ..


vinapun berdiri dan berpamitan


"Ya" ucap Adrian singkat


vina pun berdiri dan meninggalkan ruangan itu untuk segera pulang .


Vina setiap hari pulang pergi mengunakan kendaraan umum . sehingga dia harus berjalan kaki sampai menemukan halte.


Beberapa saat menunggu akhirnya bis yang biasa dia tumpangi pun datang .

__ADS_1


Sesampai dirumah bibi dan sepupunya itu berkicau tanpa henti. saat melihat Vina tiba di rumah mereka menatap nya dengan sangat tajam .


" Dari mana saja kamu?


Dari luar bi, jawab Vina


Saya tau kamu dari luar. Tapi dari mana? jam segini baru pulang, kami ni baru pulang dari luar kota laper tapi sampai dirumah harusnya sudah ada makanan lezat yang menunggu kami. tapi ini boro - boro makan enak nasi pun tak ada .


"paling dia habis seneng-seneng tuh di luar ma.


kesempatan buat dia main-main karena nggak ada kita di rumah jadi dia males-malesan masak di rumah, iya kan? ucap Putri judes.


"aku kerja bi"ucap Vina


hahaha kerja? Kerja apa kamu, siapa yang mau mempekerjakan orang sepertimu "Putri masih dengan tatapan sinis.


*aku kerja sebagai pelayan bi*


Ooooo, jadi pelayan.. pantas banget si kalau kamu jadi pelayan . cibir putri ..


"Baguslah, kalau kamu sekarang udah bekerja jadi Setelah kamu keluar dari rumah ini kamu nggak jadi gelandangan. ucap bibi Ani


ya udah, sekarang kamu pergi ke belakang kamu masak makanan yang enak karena aku sama mama itu udah laper banget....


" titah Putri dengan nada tinggi"


Vina berjalan menuju Rumah Belakang. dia masuk ke kamar yang sangat kecil dan memeluk bantal dia pun menangis mencurahkan semua isi hati dan deritanya.


seketika dia tersadar kalau dia harus memasak makanan untuk keluarga bibinya dia pun bergegas menuju dapur sambil mengusap air matanya.


setelah sampai di dapur, dia membuka kulkas dan mengeluarkan bahan-bahan yang ingin ia masak lalu dia memotong bahan-bahan dan memasaknya dalam waktu setengah jam semua masakan sudah tersedia di atas meja makan. tak lupa juga dia membuat salad buah sebagai makanan penutup. Setelah semuanya dihidangkan Paman bibi dan Putri pun turun setelah dipanggil oleh Vina. seperti biasa Vina tidak pernah diajak makan bersama di meja makan, dia kembali ke kamar di samping dapur... kamar yang ukurannya sangat kecil dengan kasur yang sangat keras tapi Vina tidak pernah mengeluh dia tetap bersyukur yang penting dia masih bisa tidur dengan nyaman daripada harus tidur di pinggir jalan.


Vina pun segera mandi untuk menyegarkan badannya, karena setelah seharian bekerja. selesai mandi Vina pun membereskan meja makan, lalu memakan makanan yang masih tersisa di atas meja


untuk mengganjal perutnya, setelah itu Vina memberes dan mencuci piring.


Setelah semuanya selesai Vina kembali ke kamar dan merebahkan tubuhnya di atas kasur tipis dan dia menatap langit-langit kamarnya sambil meratapi nasibnya yang begitu buruk.

__ADS_1


"seandainya orang tuaku masih ada, hidupku pasti tak seburuk ini. Ma....Pa... Aku kangen kalian.. kenapa kalian meninggalkan Vina sendiri apa Mama dan papa tahu kehidupan Vina Setelah kalian pergi? kenapa kalian tega membiarkan Vina hidup susah seperti ini. air mata yang begitu deras mengalir membuatnya terasa sesak di dada...


lama Vina menangis di pekatnya malam, membuatnya lelah dan akhirnya tertidur, air matanya mulai mengering di pipinya yang mulus..


__ADS_2