
Vina dikejutkan dengan suara pria yang keluar dari kamar mandi yang tak lain adalah bosnya .
" Beli makan aja lama banget, beli makan di mana kamu? Tanya Adrian
" Di restoran sebrang tuan .jawab Vina
"direstoran sebrang? antrian di restoran seberang itu tidak sampai 1 jam loh kalau kamu yang kaki bolak-balik itu cuman 5 menit. dan kamu memakan waktu lebih dari satu jam ngapain kamu di restoran itu pacaran dulu atau tebar pesona dulu ? tanya Adrian dengan tatapan menyelidik.
" maaf tuan" tadi di restoran ada insiden jadi lebih lama. memang beneran dikatakan Vina, karena membantu gadis itu Vina jadinya lebih lama di restoran.
" saya tidak terima alasan apapun dari kamu, gara-gara kamu saya telat meeting terpaksa harus di cancel dan saya harus mengganti lagi jadwal meeting saya gara-gara kamu... kenapa ya kalau semuanya berhubungan sama kamu Aku tuh apes banget nggak ada yang bener kalau kerja. "membuat Vina merasa bersalah dia hanya bisa meminta maaf dan menunduk tanpa berani menegakkan kepalanya'
Adrian tidak memperdulikan ucapan Vina, dia lalu mengambil bungkus makanan dan membawanya ke sofa . Adrian pun membuka kotak pizza dan memakannya baru satu potong yang dia makan dia baru menyadari kalau Vina masih berdiri di dekat pintu ruangannya,
"ngapain kamu berdiri di situ? kamu mau ?
bukannya tadi kamu udah dikasih uang juga untuk beli makanan kamu? tanya Adrian
"nggak Tuan, saya masih kenyang" ucap Vina berbohong.
"terus ngapain kamu masih berdiri di situ? tanya Adrian lagi
" Maaf tuan, kalau begitu saya permisi dulu ...
ucapan Vina di sambut dengan lambaian tangan Adrian, menandakan bahwa Vina boleh keluar dari ruangannya.
"Vina Vina pun berjalan dengan lesu ke ruang pantry.
karena di ruang Patrick Vina bisa beristirahat dia ingin makan ke kantin tapi dia sudah tidak punya uang akhirnya Vina pun hanya meminum air putih saja.
saat Vina ingin duduk di kursi, tiba-tiba ada karyawan lain yang juga ingin duduk di situ dan berkata :
"muka kampung aja bangga jadi pelayan bos, palingan cuma dimanfaatin. ucap karyawan itu yang bernama Iin.
"iya bener, mana mungkin seorang bos kita yang kaya dan tampan mau sama cewek yang bentuknya kayak gini udah kampungan dekil lagi,
atau mungkin bos kita nerima dia kerja di sini itu karena kasihan kali ya mungkin dia nggak bisa makan, atau bisa jadi juga dipelet sama dia biasanya orang kampung kan suka kayak gitu main pelet-pelet biar cepet kayak dadakan 😂😂" mereka pun menertawakan Vina "
__ADS_1
"udah yuk, kita kita pergi dari sini bentar cewek kampung ini ngadu lagi sama bos. sambung Iin melirik sinis kepada Vina. mereka pun pergi dari Pentry setelah mengambil air minum.
Vina tahu yang sedang mereka bicarakan adalah dirinya, namun Vina tidak ambil pusing karena itu.. karena yang mereka ucapkan sama sekali tidak benar.
seandainya tidak punya utang pasti aku nggak akan mungkin kerja di sini, aku pasti lebih milih kerja di cafe atau pelayan restoran. daripada harus kerja dengan Adrian bos yang sombong dan kejam itu.
" grutu Vina "
Vina sedang menunggu air, lalu Ridho datang mengagetkannya dan memberitahukan bahwa bos sedang membutuhkan bantuannya. final lalu bergegas berdiri Dan meletakkan gelas kosong itu di meja pentri dan segera menuju ke ruangan bos kejamnya .
setelah sampai di ruangan Adrian, dia menyuruh Vina untuk menyusun dan merapikan buku-buku yang berserakan tanpa aturan .
dia merasa bingung Sejak kapan buku-buku ini berserakan ya perasaan tadi pagi buku ini sudah tertata rapi di rak buku.
"rapikan buku-buku ini sesuai abjad "
" baik tuan" jawab vina
"
suka banget sih ini ngerepotin orang lain, jelas-jelas tadi pagi ini semua tuh udah rapi " gerutu Vina berbisik" karena takut ketahuan bosnya.
"seketika mereka berdua terlihat seperti orang berpelukan, karena tangan Rehan memegang pinggang Vina dan Vina mengalungkan tangannya di leher Adrian. mata mereka juga saling bertemu membuat ada desiran aneh di tubuh mereka yang membuat pikiran meracau masing-masing.
" Dia, lumayan cantik juga kalau di pandang dari dekat " ucap Adrian dalam hati"
" aduh jantungku kok mau copot sih, mati aku kalau bos denger suara jantungku "
mereka tersadar saat ada ketukan pintu berkali-kali tangannya sehingga membuat Vina terjatuh ke lantai..
"aduhhhhh" nggak ikhlas banget sih nolonginnya, sambil Vina berdiri sendiri.
" ehmm, masuk... sambil Adrian merapikan jasnya kembali dan mempersilahkan yang mengetuk pintu untuk masuk, pintu terbuka dan Rendy pun langsung bergegas masuk dan memberikan tumpukan map untuk dibaca dan ditandatangani oleh Adrian.
" ini berkas", nya tuan, Ridho pun sambil melirik ke arah Vina dan bosnya, Ridho yakin telah terjadi sesuatu antara gadis itu dan bosnya.. tapi dia tidak berani menanyakan hal tersebut.
" baik, nanti akan saya baca dan tanda tangannya semua berkas ini sambil mengambil berkas itu dari tangan asistennya.
__ADS_1
" jangan lupa tuan muda, nanti jam 04.00 sore kita ada meeting dengan pak Herman"Ridho mengingatkan Adrian kembali
" ya " jawab Adrian singkat
Ridho pamit keluar ruangan setelah menyampaikan informasi itu, Ridho pun melangkah keluar dan menutup pintu.
"di luar pintu, Ridho berkumam sepertinya ada peningkatan nih syukurlah kalau pada akhirnya Vina bisa sedikit demi sedikit meluluhkan hati Adrian"
"aku yakin Vina bisa membuka kembali hati Adrian, dan Aku juga yakin kalau Vina bisa buat Adrian move on dari masa lalunya" gumam Ridho sambil tersenyum penuh harap. karena kedatangan Vina membawa perubahan besar dalam diri Adrian meskipun Vina baru beberapa hari berada di kantor ini tapi dia sudah terlihat dari pancaran mata Adrian saat memandang Vina " ucap Ridho dalam hati karena sering memperhatikan gerak gerik bosnya.
"belum merasakan perubahan itu tapi karena Ridho sudah lama berada di samping Adrian membuatnya peka akan perubahan pada diri Adrian walau sedikit.
berbeda di ruangan Adrian titik Setelah insiden itu ruangan itu terasa sunyi tanpa suara keduanya saling membisu tanpa berani menatap. Adrian sibuk dengan berkas yang diberikan Ridho sementara Vina sibuk dengan tugasnya yang merapikan rak buku yang berantakan lagi karena insiden itu. Adrian sesekali melirik ke arah vina bukan memperhatikan kinerja vina melainkan wajah Vina yang terlihat lebih cantik saat serius bekerja. terlihat lagi dari detak jantungnya yang berdetak lebih kencang dari biasanya, Adrian pun tersadar dari lamunannya saat Vina memanggilnya dengan keras...
Tuan.. Tuan kenapa? tanya Vina
enggak, nggak ada apa-apa? memangnya kenapa? tanya Adrian balik...
kerjaan saya sudah beres tuan, apa ada lagi yang perlu saya kerjakan? tanya Vina..
udah kamu istirahat dulu. Kamu duduk aja di sofa situ ucap Adrian.
" biar saya istirahat di pantry saja tuan ucap Anisa lembut" Vina bukannya tidak mau duduk disopa itu tapi dia takut kalau digosipkan oleh karyawan lain yang menyebarkan keburukan dan kebohongan yang tidak sesuai fakta.
"ini perintah, jangan dibantah" ucap Adrian
" ba....baik tuan" ucap Vina gugup
Adrian mengirimkan pesan singkat kepada asistennya untuk membelikan makanan dan minuman dan dibawa ke ruangannya. berapa saat kemudian Ridho datang membawa pesanan bosnya Dan meletakkan di atas meja depan Vina duduk .
Vina menatap bosnya dengan penuh bingung," bukannya pak bos tadi udah makan ya" ucap Vina dalam hati .
tapi untuk apa pak bos beli makanan dan minuman lagi sebanyak ini emang dasar perut karet kali ya...
😂😂😂
sabar ya nunggu kelanjutan cerita ini
__ADS_1
stay tune episode 7