
Krek.
Dana mencoba membuka pintu rumahnya secara perlahan dan berjalan mengendap-endap tidak ingin membangunkan kakaknya yang sedang tertidur.
Tiba-tiba ruangan yang tadinya gelap, menjadi terang. Dana kaget melihat kakaknya bersandar di pinggiran meja memangku tangan, yang kemudian berjalan kearah Dana.
“Darimana kamu jam dua pagi baru pulang? Masih belum sadar kalau kamu masih dibawah umur?” Tanya kakaknya dengan nada tinggi disertai muka yang berwarna merah padam.
“Are you drunk?” Kakak Dana mencium adanya aroma alkohol dari baju Dana.
“Bukan aku, temanku yang minum. Aku hanya menemani.” Bela Dana
__ADS_1
“Menemani hingga jam dua pagi, don’t you dare to lie to me! I found this in your jacket. Perokok kamu sekarang?” Kakak Dana benar-benar sudah naik pitam sekarang.
“Itu milik temanku. Dan kenapa kakak sembarangan memeriksa barang-barangku? Tidak adakah privasi untukku dirumah ini?” Bela Dana.
“Privasi? Kamu bilang privasi? Kamu tinggal dirumahku, aku kakakmu. Tanpa aku, kamu tidur dirumah Ayah sekarang! Baru tiga bulan kamu disini, tapi pergaulanmu sudah seperti ini. Aku sudah tidak bisa mentolerirnya lagi, kemasi barang-barangmu! Kuantar kamu ke rumah Ayah sepulang sekolah. Ucapkan salam perpisahan buat teman-temanmu itu di waktu yang tidak lebih dari 12 jam ini.”
“Ancam aja terus, ancam. Aku nggak takut. Kakak pikir aku betah tinggal sama kakak.” Dana berjalan menghentakkan kaki menuju kamarnya, dan menghantam pintu kamarnya dengan keras.
Jam weker terus berdering berusaha membangunkan Dana. Dana mencoba bangkit untuk mematikan jam weker yang mengganggu tidurnya. Matanya terbelalak melihat jam weker yang menunjukkan pukul 7.30. dimana bel sekolah telah berbunyi 10 menit yang lalu.
“Sh*t. Ini udah pada belajar an**g. Kenapa nggak dibangunin sih\, kak?”
__ADS_1
Dana menyambar seragam sekoahnya, dan berangkat ke sekolah apa adanya. Tak ada waktu untuk berlama-lama. Dana tidak bisa absen hari ini karena ada ujian penting untuk dilakukan. Dana telah berjanji kepada Ayahnya, bahwa nilainya harus sempurna sebagai syarat untuk tinggal jauh dari orang tua. Sehingga mengharuskan Dana untuk mengikuti setiap ujian yang ada.
Dana tiba disekolah pukul 7.50, jam pelajaran pertama dimulai sejak beberapa menit yang lalu. Dana tidak dapat mengikuti pelajaran pertama dan harus menerima hukuman keterlambatannya yaitu membersihkan lapangan sekolah. Dana tidak dihukum sendirian, ada beberapa murid yang juga terlambat. Ada yang tidak sengaja terlambat, dan ada beberapa yang sengaja untuk terlambat. Dengan alasan tidak ingin mengikuti ujian yang diadakan pada jam pelajaran pertama atau tidak ingin bertemu guru yang mengajar di jam pertama atau
benar-benar sedang tidak ingin belajar di jam pelajaran pertama.
Dana dan murid lainnya yang terlambat membersihkan halaman sekolah, ada yang menyapu, mencabut rumput dan menyiram tanaman. Ada juga yang sedang jongkok menyingkirkan kerikil-kerikil kecil agar terlihat sedang bekerja. Mereka diawasi oleh penjaga sekolah dengan postur tubuh bagaikan tentara. Banyak yang bingung, kenapa penjaga itu memilih menjadi penjaga sekolah dibandingkan tentara. Jika misalnya penjaga tersebut dibawa kemedan perang, pastilah kecut nyali musuh hanya dengan melihat otot penjaga itu.
Dana membuang dedaunan kering kedalam bak sampah yang berada dekat bangku ayunan sekolah. Yup, di pinggir halaman sekolah, terdapat bangku ayunan. Bangku itu jarang diduduki oleh siswa karna dilarang oleh guru. Ada rumor yang berkata bahwa bangku tersebut ada penunggunya, dan pernah kejadian ada siswi yang kesurupan duduk dibangku itu, oleh sebab itu bangku tersebut dilarang untuk diduduki. Tapi sebenarnya, alasan para guru melarang siswa untuk duduk di bangku tersebut, karena bangku tersebut mudah membuat orang tertidur. Sejuknya angin yang berhembus ditambah bangku tersebut dilindungi oleh pohon rindang, membuat tidur semakin nyaman.
Terlihat oleh Dana, seorang siswi sedang duduk di bangku itu sambil memejamkan mata. Angin lembut mengibaskan rambutnya. Kulit siswi itu putih bersinar terkena cahaya matahari. Dana terpana melihat bulu matanya yang lentik dan senyum diwajahnya. “Cantik” itulah kata yang terucap di mulut Dana.
__ADS_1