Gadis Gendut Milik Tuan Muda

Gadis Gendut Milik Tuan Muda
Tidak boleh menggeleng


__ADS_3

(**Hanya cerita,, Jangan dianggap serius jika terlalu tinggi khayalan nya πŸ™ŠπŸ™ŠπŸ™ŠπŸ™ŠπŸ™Š)


Typo bertebaran.


selamat membaca πŸ˜ŠπŸ˜‰


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’**


Di sebuah mansion yang sangat mewah.


Seorang pria paruh baya tampak berlutut di depan seorang pria dengan pandangan yang datar sedang terbaring di atas ranjang dengan beberapa alat rumah sakit di bagian tubuhnya dan perban yang membalut permukaan kulit nya.


Disampingnya seorang pria berdiri juga menatap paruh baya di hadapan nya dengan sinis tak lupa dengan bodyguard yang berjaga jaga.


"Tuan muda tolong Saya,,, Saya janji melakukan apapun untuk tuan muda jika Anda membantu Saya,"pinta paruh baya itu memelas.


Dia tak lain adalah Anton Steward,ayah kandung Vanilla.


Perusahaan nya terancam bangkrut membuat nya memberanikan diri untuk menghadap secara langsung tuan muda keluarga Hilton, konglomerat nomor satu di negara itu dan masuk kedalam jajaran orang terkaya di dunia,pemilik HILTON CORPORATE.


"Tuan Steward,,nyali anda sangat lah besar"Pria yang bernama Adam Malik Terio yang merupakan asisten pribadi tuan muda Hilton terdengar sangat datar sehingga membuat Anton langsung menciut takut.


"Ma,,maaf kan saya tuan,,,sa,,ya sungguh tidak punya pilihan lain"jawab Anton dengan terbata-bata.


Tuan muda Hilton mengangkat tangan saat Asisten Adam hendak bicara.


"Lalu apa imbalan nya kepada ku"tanya Tuan muda Hilton dingin.


"Apa pun tuan,,termasuk putri saya"Jawab Anton dengan cepat.


Asisten Adam memandang pria di hadapannya ini dengan jijik.


"Apa kau sedang meremehkan tuan muda kami!!!!"Suara asisten Adam meninggi.


"Bu,,,,bukan b,,, begitu tu,,tuann"Anton benar benar menciut.


"Persiapan kan putri mu itu,,,Adam urus saham untuk Steward Group"Ucap Tuan muda Hilton tegas membuat Anton seperti mendapatkan angin surga.


"Terimakasih tuan,, terimakasih,,akan saya siapkan"jawab nya dengan semangat sambil bersujud beberapa kali.


Kemudian ia pun berdiri.


"Kalau begitu saya pamit undur diri tuan muda"pamitnya kemudian.


Sepergi nya Anton .


"Tuan apa anda serius akan menikahi putri bajingan itu??? Asisten Adam bertanya dengan geram.


"Tentu saja,,, kita lihat,, seberapa beraninya pria tua itu ingin bermain dengan ku"seringai an tampak di bibir tuan muda Hilton.


"Hahahaha,,aku tidak habis pikir,, bagaimana dia mengorbankan putrinya sendiri untuk kepentingan pribadi,, hahahaha itu sangat lucu"Tuan muda Hilton tertawa.

__ADS_1


Bagi nya itu sangat lucu,, saat melihat orang tua yang naif dan egois ternyata sangat berkeliaran dimana mana.


"Ini hanya untuk mainan Adam,,kau tak perlu khawatir"ucap nya kemudian.


Asisten Adam hanya mengangguk kecil.


🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾


Sementara itu,di kediaman keluarga Stewart.


"Aku tidak mau Pa"seorang gadis berambut pirang memekik.


Dia bernama Angelina Stewart kakak beda ibu Vanilla,, seorang gadis yang sombong dan berperangai yang buruk.


"Aku juga tidak mau Pa!"Seorang gadis lain juga ikut menimpali.


Adik kandung Angelina,,, Marina Stewart,sama seperti kakak nya,ia juga seorang gadis yang sombong dan congkak.


"Papa bagai mana sih,masa anak kita dijodohkan dengan orang cacat,,papa sudah gila!,mau Tarok dimana muka mama di depan teman arisan mama, punya menantu kok cacat,,mama nggak Sudi pa!!"Ibu nyonya Marinka kedua gadis itu juga ikut protes.


"Tapi,,,papa sudah berjanji, untuk menjodoh kan salah satu dari kalian,jadi kalian harus mau!"Tekan Anton,, sungguh ia tidak percaya anak anak tidak bisa di ajak kerjasama.


"Marina tidak mau titik!!!!lagi pula kontrak Marina belum selesai,,papa minta saja kan Angel menikahi si cacat itu!!!"ucap Marina dengan angkuhnya sambil menyirngai kearah kakak nya.


"Aku pulang!!!!!!" terdengar suara nyaring dari arah pintu utama menghentikan Angelina yang hendak protes.


Kemudian dari arah pintu memunculkan seorang gadis berpipi chubby memasuki rumah itu.


"Dia aja yang menikahi si cacat itu"Marina menunjuk Vanilla.


"Itu ide bagus,,,Cacat dan gendut,, pasangan yang serasi,, hahahaha"Marina dan Angelina tertawa mengejek.


"Ayo ma,kak kita pergi,biar ini menjadi urusan si gendut itu"ucap Marina sambil menatap Vanilla dengan pandangan jijik.


Kemudian, ketiga nya langsung melenggang pergi.


"Kemari!!"


Vanilla yang bingung karena tidak tau masalah yang ada, perlahan mendekati kearah Ayah nya dan berdiri tak jauh dari ayah nya.


"Pergi ke alamat itu besok,dan jangan terlambat"ucap Anton dengan datar,sambil melempar sebuah kertas yang berisi alamat untuk pertemuan dengan tuan muda Hilton tersebut yang dikirim kan oleh sekretaris Adam.


"Untuk apa ayah??? tanya Vanilla dengan pelan.


"Menemui Tuan muda Hilton"


"*tuan muda Hilton???


"bukan kah dia CEO yang di kabarkan lumpuh dan cacat itu*??? tanya nya dalam hati.


"Kenapa harus menemui nya Pa???"

__ADS_1


"Kau harus menikah dengan nya agar Dia mau menanam kan modalnya di perusahaan papa,kedua kakak mu tidak mau menikah dengan nya,"jawab Anton walau sebenarnya ia ragu dengan keputusan nya tapi Ia sudah tidak punya pilihan lain.


Vanilla melebar kan matanya.


"Tidak pa,,Vani tidak mau menikah,,Vani belum menyelesaikan kuliah Vani"Tolaknya dengan pelan.


"Apa Aku menyuruh mu untuk membangkang ha!!!!!!!"


"Bukan begitu,,,,,,,"


Plak!!!!!!!


Tamparan mulus mendarat di pipi kanan Vanilla.


Pipinya langsung memerah, gambar tangan tercetak jelas di pipinya, menandakan betapa kerasnya tamparan itu.


Vanilla menggigit bibir, menahan sakit dan air matanya yang hendak keluar.


"Jika kamu menolak,, jangan harap kamu bisa berkuliah lagi!"


"Dan anggap ini sebagai balas budi, karena telah membesarkan mu"ucap Anton tanpa memperdulikan kesakitan yang di terima oleh Vanilla.


Setelah itu,Dia pun pergi meninggalkan Vanilla yang mematung sambil menunduk.


"Balas Budi???? Vanilla mengulang kalimat itu kembali Sambil tersenyum miris.


"Papa bahkan tidak pernah perduli pada ku,,apa tinggal di rumah sendiri harus balas budi??? hahahaha"Vanilla tertawa hambar.


Perlahan air matanya mengalir,


Vanilla menangis terisak Isak.


Sebuah rangkulan tangan membuat tangisan nya semakin pilu,seolah ingin menumpahkan semua kesedihan itu.


"Nona,,,,"


"Kenapa bi???apa Vani tidak boleh bahagia??? tanya kepada bibi Shofie yang tengah memeluknya.


Bibi Shofie tidak menjawab apa apa,hanya air matanya yang mengalir semakin deras.


"Hanya bisa mengangguk dan tidak di izinkan untuk menggeleng,,,"gumam nya dengan sedih.


........


πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯


**Jangan lupa untuk like and comment.


Jangan lupa juga vote untuk mendukung author πŸ’•πŸ’–πŸ’–β€οΈ


Dilarang berkomentar jelekπŸ™…πŸ™…πŸ™…πŸ™…πŸ™…

__ADS_1


Happy reading.


πŸ‘©β€πŸ’»πŸ‘©β€πŸ’»πŸ‘©β€πŸ’»πŸ‘©β€πŸ’»πŸ‘©β€πŸ’»πŸ‘©β€πŸ’»πŸ‘©β€πŸ’»πŸ‘©β€πŸ’»πŸ‘©β€πŸ’»πŸ‘©β€πŸ’»πŸ‘©β€πŸ’»πŸ‘©β€πŸ’»πŸ‘©β€πŸ’»**


__ADS_2