
Malam harinya 💤
Tok Tok Tok!!!
Suara ketukan pintu kamarnya,membuat Vanilla yang sedang menangis,buru buru menghapus air matanya.
"Siapa?? tanya Vanilla
"Ini aku kak"terdengar suara dari luar menjawab.
"Sebentar"
Vanilla turun dari ranjang, mengambil cermin, dan wajah nya sembab.
Lalu buru buru memakai bedak, untuk menyamarkan wajah sembab nya, kemudian Ia pun membuka pintu kamar nya.
Tampak adik kesayangannya terlihat khawatir.
Alvaro Zain Steward,,laki laki berumur 18 tahun, dengan wajah yang tampan, menatap wajah kakak dengan khawatir.
"Ikut dengan ku kak"Alvaro menarik tangan Vanilla agar mengikuti nya.
"Kemana Al"tanya Vanilla bingung.
"Menemui papa"Jawab Alvaro.
Vanilla langsung menahan tangan Alvaro yang hendak melangkah,Ia sudah menebak apa yang ingin adiknya lakukan.
"Kak,,tolong kali ini biarkan Aku menolong mu,,aku mohon kak,, Papa sudah keterlaluan,Al tidak bisa membiarkan nya kali ini"Alvaro kali ini tampak marah,rahang nya sudah mengeras.
Saat Vanilla hendak menjawab,,
"Ada apa ini??!!"Sebuah suara terdengar, membuat Vanilla dan Alvaro menoleh ke arah suara.
Terlihat Marinka berjalan ke arah mereka.
"Ini semua karena mama bukan??? Alvaro langsung menuding sang mama.
"Kenapa kau menuduh mama seperti itu??!"Marinka langsung emosi saat anak nya menyalah kan nya.
"Aku yakin,mama pasti memaksa kakak kan, untuk menikahi orang itu???iya kan??!!"
Vanilla langsung memegang tangan adik nya yang sudah sangat emosi.
"Jangan seperti itu"Ucap Vanilla dengan lembut dan menenangkan.
"Cih!!!,,lihat saja pengaruh mu disini,,kau bahkan bisa membuat anak ku membenci ku sendiri,"ucap Marinka dengan tajam kearah Vanilla, tidak memperdulikan tatapan tajam dari Alvaro.
"Memang parasit seperti mu harus segera pergi dari sini"Ucap nya lagi sambil berlalu.
"Mama!! kakak bukan parasit!!!!,kakak tidak seburuk itu!"seru Alvaro marah.
Marinka hanya berlalu dan tidak peduli dengan kemarahan anaknya.
__ADS_1
"Al,,,"panggil Vanilla.
Alvaro menatap kakaknya.
"Jangan membenci mereka"ucap Vanilla lembut.
"Tapi kak,,, mereka itu keterlaluan"Jawab Alvaro tidak terima.
"Hei,, dengarkan Kakak,,, Papa dan Mama sama sekali tidak memaksa Kakak, Kakak sendiri yang meminta nya"ucap Vanilla berbohong,,Ia sungguh tidak mau membuat Alvaro membenci orang tua mereka.
"Benarkah???"tanya Alvaro dengan tatapan menyelidik.
"Iya"Vanilla mengangguk dengan sungguh sungguh meyakinkan Alvaro.
"Ini sudah larut bukan??,kau harus istirahat,besok sekolah"Vanilla mengalihkan pembicaraan.
"Kakak memang pandai mengalihkan pembicaraan"Alvaro bersungut-sungut.
"Bukan begitu,,kau juga harus belajar,, kemarin kau bilang ada ujian Minggu ini,, belajarlah"jelas Vanilla.
"Hufff,, baiklah,,Al akan kekamar"Alvaro akhirnya menyerah.
Alvaro mencium pipi Vanilla sekilas.
"Selamat malam kakak"
"Selamat malam"
Alvaro pun meninggalkan kan Vanilla,tapi berbalik lagi sebelum menghilang di kelokan lorong.
Vanilla mengangguk dan tersenyum manis.
Setelah Alvaro pergi,, Vanilla kembali masuk kedalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Sambil menatap langit-langit kamar yang berwarna putih.
Mengingat kembali perkataan adiknya, Alvaro.
Apapun tindakan Alvaro,, setidaknya bisa membuat nya bertahan di rumah itu.
"Terimakasih Tuhan,,, Engkau sudah memberikan Adik yang selalu menyayangi ku dan menerima ku"ucap nya pelan sebelum menutup mata dan terlelap tidur.
🐤🐤🐤🐤🐤🐤🐤🐤🐤🐤🐤🐤🐤🐤🐤🐤
Keesokan harinya.
Vanilla tengah duduk berhadapan dengan suruhan tuan muda Hilton, disebuah ruang VVIP restoran mewah di kota itu.
Seorang wanita dan pria paruh baya kini menatap Vanilla dengan bingung.
Karena wanita yang mereka temui,,jauh dari ekspektasi di benak mereka.
Mereka berpikir mereka akan menemui gadis yang cantik dan seksi atau gadis yang modis,tapi ternyata hanya gadis gendut yang sederhana.
__ADS_1
Biasanya para penjilat tuan muda mereka akan memberikan imbalan yang paling berharga,,,tapi kali ini berbeda,,tapi mereka tidak akan bertanya tanya, karena mereka hanya memastikan gadis yang akan menikah dengan tuan muda mereka.
"Apa nona benar putri dari Tuan Anton??? tanya wanita itu.
"Tentu saja,,kalau tidak percaya anda bisa melihat nya di daftar kartu keluarga kami"jawab Vanilla hendak mengeluarkan sesuatu dari dalam tas nya.
"Tidak perlu, Kami percaya"kali si pria paruh baya yang menanggapi.
"Perkenalkan namaku Jay Lee dan ini istriku Mey Chan"Pria paruh baya itu memperkenalkan diri mereka.
"Halo Paman Jay dan bibi Mey,aku Vanilla"Sapa Vanilla dengan ramah dan memperkenalkan namanya sambil tersenyum manis.
Paman Jay mengangguk sedangkan bibi Mey tersenyum membalas senyuman Vanilla.
"Kami Pekerja di rumah tuan muda,dan Tuan kami tidak dapat menemui Nona hari ini,jadi beliau mengutus kami untuk menemui Nona""ucap Jay.
"Saya mengerti paman"ucap Vanilla sembari tersenyum,, walaupun sebenarnya, timbul sedikit kecewa dan merasa ter rendahkan karena calon suami nya tidak bisa menemuinya dan malah menyuruh pekerjanya untuk menemuinya,ini cukup memalukan.
Tapi Vanilla tidak mau ambil pusing dengan masalah itu,toh Ia juga sebenarnya tidak mengharapkan pernikahan itu,bukan??
"Dan tuan kami meminta kami untuk memberikan ini kepada Nona"lanjut Paman Jay sambil meletakkan sebuah map berwarna hitam di meja.
"Apa ini Paman??? Tanya Vanilla dengan bingung.
"Nona bisa membacanya sendiri"Ucap paman Jay.
Vanilla meraih map itu dan membuka nya.
Vanilla melototkan mata nya saat melihat isi dari map berikut,,isi nya tentang perjanjian pernikahan tanpa batas waktu dan semua nya hanya menguntungkan pihak pertama dan Ia sebagai pihak kedua harus patuh dan tunduk dengan perjanjian serta aturan yang ada di dalam map itu.
Vanilla tersenyum kecut,,,, setelah melihat seluruh isi perjanjian itu,, mungkin Ia sama saja, seperti keluar dari kandang buaya masuk ke kandang harimau,, sungguh tidak akan ada ketenangan mungkin dalam hidup nya.
Orang yang akan dihadapi nya kali ini bukan lah Orang biasa,, walaupun cacat, orang orang masih tergantung pada pria itu, pengaruhnya tidak memudar sama sekali walaupun tidak pernah menampakkan diri di depan umum,,, si pria itu juga memiliki seorang Asisten kepercayaan nya yang juga di kenal Sangat setia kepada tuannya dan tidak segan segan untuk melakukan apapun untuk tuan muda nya.
Jangan tanya dari mana, Vanilla tau semua itu,,tentu saja,, karena Ia berkuliah di universitas milik pria itu juga,tentu saja gossip itu menyebar di lingkungan kampus terutama di kalangan dosen, Vanilla adalah orang yang dekat dengan para dosen, itulah sebabnya Ia mengetahui hal itu.
Vanilla menghembuskan nafas pelan,lalu dengan tenang menandatangani kontrak itu dan menyerahkan nya kepada Paman Jay.
"Baiklah,,,, kami akan pamit,,Tolong berikan nomor telepon Nona kepada istri saya,agar kami mudah untuk menghubungi Nona"pinta Paman Jay.
Vanilla langsung memberikan nomor ponsel nya, setelah itu Paman dan Bibi Mey pamit pulang.
Vanilla duduk lemas di kursinya, setelah kepergian Paman Jay dan Bibi Mey.
Kemudian,,,
"Hiks hiks hiks,,,,,"Vanilla terisak pilu.
Ia tidak punya pilihan lagi sekarang.
.......
💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮
__ADS_1
Jangan lupa untuk like, comment dan vote ya😆😆😆😉😉😉😍😘🤗🤗🤗🤗
Happy reading 💕💕❤️💕