Gadis Gendut Milik Tuan Muda

Gadis Gendut Milik Tuan Muda
Fitting gaun pengantin


__ADS_3

Universitas Hilton.


Vanilla memandang kosong kedepan nya.


Ia tengah duduk di sebuah kursi panjang di taman kampus.


"Dorrr!!!"


Tiba tiba seseorang mengejutkan nya dan menepuk pundak nya, membuatnya terjingkat kaget.


"Astaga!!!"pekik Vanilla sambil memegangi dadanya.


"Hahahaha,,"


Tawa menyebalkan terdengar, Vanilla langsung mengerucut bibinya saat mengetahui siapa yang mengejutkan nya.


"Kamu tidak cocok cemberut seperti itu,, hahahaha"ledek Gadis berambut pirang bernama Katie Morgan sambil tertawa.


"Jangan meledek Vanilla seperti Katie"pria bernama Joshua Sanders melerai sambil memberikan sebuah botol minuman kepada Vanilla.


Mereka adalah sahabat Vanilla.


Katie Morgan , mahasiswa tingkat akhir S1,gadis manis dengan kulit hitam Eksotik, ayahnya seorang koki yang cukup terkenal dan memiliki usaha restoran, Vanilla bekerja paruh waktu di sana.


Joshua Sanders,satu kelas dengan Katie,,memilik wajah tampan dan humoris, menganggap Katie dan Vanilla seperti adik sendiri,orang tuanya memiliki perusahaan furniture yang cukup maju.


"Apa yang kamu pikirkan??? tanya Katie yang duduk di sebelah nya, sedangkan Joshua berdiri di depan mereka.


"Tidak ada"jawab Vanilla pendek.


"CK,,,kau masih saja suka berbohong, ceritakan pada kami,,apa para penyihir itu menyakiti mu lagi??? tanya Katie.


Penyihir yang dimaksud Katie adalah ibu tiri dan saudari tirinya.


"Aku benar tidak apa-apa,, kalian tenang saja"jawab Vanilla.


"Kau yakin??? tanya Katie.


Vanilla mengangguk lalu tersenyum,, Ia tidak mau membuat sahabat nya khawatir dengan masalah nya.


"Ya sudah lah,,,, lupain itu, gimana kalau kita makan!??? Joshua yang traktir"Katie memutuskan untuk tidak memaksa Vanilla untuk tidak cerita apa masalah nya,, karena ia tau Vanilla tidak akan pernah menceritakan masalah nya kepada mereka,ia tau Vanilla tidak mau membuat mereka cemas kepadanya.


"Ide yang bagus"jawab Vanilla.


Katie langsung menarik tangan Vanilla dan berangkulan.


"Dasar"keluh Joshua.


Joshua hanya mengikuti dua gadis itu dengan sabar.


....


Mereka duduk berhadapan di sebuah meja kantin sambil menunggu pesanan mereka datang.


Drt drt drt.


ponsel Vanilla bergetar.


Sebuah nomor asing tertera di layar ponselnya.


"Angkat saja, siapa tau orang penting"saran Joshua diangguki Katie.


Vanilla mengangkat telpon itu.


"Hallo???

__ADS_1


"Nona,,saya paman Jay, menunggu anda di depan kampus anda??"


"Apa!!!!"Vanilla memekik keras saat mendengar jawaban telpon itu.


Katie dan Joshua menatap Vanilla bingung.


"Aku akan segera kesana"ucap Vanilla dan mematikan telpon nya.


"Aku tidak apa-apa,,dan tidak perlu khawatir,,aku harus segera pergi,dan Katie tolong makan bagian ku,,aku pergi dulu ,bye"ucap Vanilla dengan cepat saat melihat wajah penuh tanda tanya dari kedua sahabatnya, dan tanpa menunggu jawaban dari sahabat sahabat nya, Vanilla berlari keluar dari kantin menuju gerbang kampus.


"Ayo berangkat nona"Ucap paman Jay sambil membuka kan pintu mobil untuk Vanilla yang baru saja tiba.


"Huhhh,,, tunggu paman"Vanilla tersengal-sengal setelah berlari lari.


Paman Jay membiarkan Vanilla mengatur nafasnya terlebih dahulu.


"Kita akan kemana Paman ??? tanya Vanilla setelah nafasnya kembali normal.


"Fitting baju"jawab Paman Jay pendek.


"Fitting baju??? untuk apa Paman??? tanya Vanilla bingung.


"Baju pengantin untuk nona,, pernikahan akan di adakan seminggu lagi"terang Paman Jay.


"Apa??? seminggu!!??"Vanilla terpekik kaget mendengar berita itu.


"Benar nona,, Asisten Adam yang meminta saya untuk menemani nona,,ini perintah dari tuan muda"jelas Paman Jay.


"Kenapa tidak memberi tahu ku terlebih dahulu,,apa papa saya tau tentang hal ini??? tanya Vanilla.


"Saya tidak tau nona"


"Lalu kenapa harus paman yang menemaniku fitting baju nya, kenapa tidak calon suamiku?? atau apakah tidak ada orang lain???protes Vanilla, sungguh walaupun bagaimana Ia tetap ingin melihat calon suaminya sebelum hari pernikahan.


"Mari nona,, kita tidak mempunyai waktu yang banyak"pinta Paman Jay lagi.


Vanilla tertegun sejenak,,, apakah artinya ia sedang mengharap kan calon suaminya menemuinya???.


Vanilla menepuk pipi nya pelan.


"Pernikahan ini hanya pernikahan paksa, jangan berharap lebih Vanilla"gumamnya pelan yang hanya di dengar oleh dirinya sendiri.


Vanilla pun akhirnya masuk kedalam mobil diikuti oleh Paman Jay.


Mobil pun dilajukan oleh sang supir yang duduk di depan.


Beberapa lama kemudian,,,,


Vanilla dan Paman Jay sudah berada di dalam sebuah boutique yang mewah.


"Paman Jay,,,,"panggil seseorang dengan suara serak serak tak karuan.


Vanilla terpana melihat wanita yang memanggil paman Jay.


Sebenarnya bukan wanita tapi seorang pria yang berpenampilan seksi,make up yang tebal,bukan membuatnya tampak cantik tapi terlihat sedikit aneh, ditambah dengan ukuran dadanya yang besar,mungkin silikon.


"Ppttpp,,,,"Vanilla berusaha untuk menahan tawanya.


Paman Jay dan wanita menatap Vanilla.


"Kau sedang menertawai ku??? tanya wanita itu dengan garang.


"Maaf"Vanilla meringis melihat ekspresi wajah wanita itu.


"Madam Choo sudah lah"Paman Jay menengahi.

__ADS_1


wanita jadi jadian yang bernama madam Choo itu kembali menatap Paman Jay.


"Tolong pilih kan baju pengantin untuk nona Vanilla"pinta Paman Jay.


"Dia putri mu??? tanya madam Choo.


"Bukan,,calon istri tuan muda"jawab Paman Jay.


"Whaaaaaaaaatttttt!!!!!"Madam Choo terpekik dramatis sambil menutup mulutnya dengan tangan nya.


"Kau pasti bercanda bukan??? tidak mungkin tuan mau dengan gorila sepertinya,, astaga aku benar benar tidak percaya"ejek Madam Choo.


"Saya bukan gorila"ralat Vanilla dengan geram.


"Itu bukan urusan kita,Madam Choo,,lebih baik Carikan baju nya sekarang"perintah Paman Jay.


Madam Choo menggeleng geleng kan kepala nya.


"Ikut aku"Madam Choo menarik tangan Vanilla menuju sebuah ruangan yang berisi baju pengantin yang di pajang di etalase kaca dan di manekin.


Madam Choo,adalah desainer juga pemilik Choo boutique yang terkenal,,hasil rancangan nya terkenal di kalangan Artis dan konglomerat,Dia juga merangkap menjadi desainer pribadi keluarga Hilton.


Vanilla menatap takjub baju baju.


"Girls,,, Carikan baju pengantin yang sesuai dengan gadis ini"perintah Madam Choo kepada pelayan nya yang berada di ruangan itu.


Para pelayan itu pun langsung sibuk memilih baju untuk Vanilla.


Setelah beberapa lama,,,,


"Tidak muat"keluh Vanilla pada gaun yang di pegang nya, Ia lelah mencoba gaun pengantin yang ada di ruangan itu dan gaun yang terakhir adalah yang kedua puluh kali nya ia coba.


"Astaga,,,,,,,kau ini besar sekali"Madam Choo tampak prustasi,sambil menatap gaun gaun yang sudah di coba Vanilla.


"Paman Jay,,aku tidak mempunyai koleksi gaun untuk ukuran Gadis ini"adu madam Choo.


"Bisakah kau membuat kan nya untuk nona Vanilla???gaun itu di perlukan secepat nya"ucap paman Jay.


Madam Choo berpikir sejenak.


"Akan ku usahakan"putus nya kemudian.


Setelah mengukur badan Vanilla ZX akhirnya mereka keluar dari boutique itu.


"Aku sungguh tidak ingin berurusan dengan wanita jadi jadian itu lagi Paman"gerutu Vanilla.


Paman Jay hanya tersenyum kecil mendengar gerutuan Vanilla.


.......


πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡


Jangan lupa:


Like πŸ‘



Comment πŸ—£οΈ



dan vote ya teman teman 🌺🌺


Happy reading πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸŒΌπŸŒΌ

__ADS_1


__ADS_2