GADIS LUSUH ISTRINYA PRESDIR

GADIS LUSUH ISTRINYA PRESDIR
di jebak


__ADS_3

paman Zulaikha pagi pagi harus pergi ke kantor,karena mendapat panggilan tiba tiba dia sangat ter buru buru,Tante Zulaikha pun menjadi khawatir,apa yang terjadi yang meng haruskan pamannya pergi ke kantor se pagi ini bahkan tidak sempat sarapan.


" paman,sebenarnya ada apa,kenapa paman sangat khawatir dan buru buru? " Zulaikha mengajukan pertanyaan karna terlalu penasaran dan khawatir..


" iya mas,memang apa yang terjadi di kantor,? "


" mas juga belum tau,tadi ada telepon dari kantor katanya kantor dalam keadaan bermasalah "


" kantor paman paman kerja dalam ke adaan bermasalah memang apa masalahnya sama paman? "


" Paman juga tidak tau Zulaikha doakan saya yang baik baik,paman harus pergi sekarang " pak Yusuf sangat terburu-buru..


" paman tidak sarapan dulu? "


" tidak sayang nanti paman makan di kantor saja "pak Yusuf pergi dengan buru buru membuat istri dan keponakannya sangat khawatir,karna tidak perna seperti ini sebelumnya..


" Tante sebernanya apa yang terjadi sama paman " Zulaikha sudah merasa tidak enak di dalam hatinya dia merasa was was,muda mudahan tidak ada sangkut pautnya dengan kejadian di restoran semalam.


" Tante juga khawatir Zulaikha,muda mudahan tidak terjadi yang tidak di inginkan,kita doakan saya yang terbaik "

__ADS_1


marekapun sarapan dengan hati yang gundah gulana.


" Tante Zulaikha sudah selesai,Zulaikha pamit kerja ya Tan,nanti kalau ada apa apa kabari Zulaikha " Zulaikha mengsalim tangan tantenya itu dan segera berangkat ke cafe tempatnya kerja,sudah ada ojek langganannya selama bekerja lelaki parubaya yang harus kembali banting tulang untuk mencari nafkah untuk keluarganya,karna anak yang biasanya mencari nafkah untuk ayah ibu dan adiknya sedang terbaring Tampa tenaga di rumah akibat kecelakaan yang membuat ia lumpuh.


tidak lama kemudian Zulaikha pun sampai di tempat kerja,dia menyapa pak menejer yang ber papasan dengan nya di luar cafe bentuk kesopanan.


Zulaikha memasuki cafe yang baru buka tersebut,dia langsung menuju dapur untuk mengantar penasan pelanggan.


" Zulaikha kamu seperti ada masalah " Linda memperhatikan Zulaikha sedari tadi,gadis berhijap tersebut nampak murung seperti orang yang banyak masalah.


" gak ada kok mbak,Zulaikha baik baik saja " sebenarnya Zulaikha kepikiran pamannya yang pergi dalam ke adaan buru buru..


" mungkin zulaikha kecapean aja mbak kan pelanggan hari ini lumanyan banyak "


" O,,mbak kira kamu sakit "


" tidak kok mbak Zulaikha sehat "


marekapun tidak memperpanjang lagi obrolan takut ketahuan menejer.

__ADS_1


......................


...****************...


sedangkan di sebuah kantor pusat,sedang terjadi kegaduhan,pak Yusuf di tuduh menggelapkan uang perusahaan dalam jumblah yang sangat banyak dia sedang duduk di dalam ruangan Presdir,selama pak Yusuf kerja Barung sekarang di memasuki ruangan Presdir karna tidak sembarangan orang boleh masuk,pak Yusuf duduk di sebuah sofa yang sangat nyaman tapi tidak dengan keadaannya karna di depan sudah duduk sang presdir muda yang penuh karisma dan aura kejam dia merasa takut karna kabar yang beredar Presdir muda tersebut Tampa belas kasih.


" tuan saya tidak pernah menggelapkan uang perusahaan,saya berani bersumpa tuan "pak Yusuf sangat takut walaupun bukan dia pelakunya.


" anda bilang bukan anda,tapi di proposal ada tanda tangan anda "


bukan Abimanyu yang menjawab tapi Bagas sang tangan kanan.


" saya juga tidak tau pak Bagas,kenapa proposal itu bisa ada di meja saya "


" seluruh bukti mengarah ke pada anda,dengan cara apa anda membuktikan kalau anda tidak bersalah "


" tapi tuan saya benar benar tidak bersalah "


" bersalah ataupun tidak nanti kita selesaikan melalui pengacara,saya tidak punya waktu lagi sekarang saya sibuk, bawa dia keluar "

__ADS_1


pak Yusuf pun di paksa keluar dari ruang Presdir secara kasat,besok dia harus menyediakan ganti rugi yang tidak sedikit,dia harus cari kemana uang yang dia simpan untuk tabungannya hanya 2 M sedangkan kerugian yang harus dia ganti mencapai 17 M..


__ADS_2