Gadis Sanggul Balas Dendam

Gadis Sanggul Balas Dendam
Beli Buku


__ADS_3

Mereka berdua dihukum. Mereka di berikan sangsi di Scorse dari sekolah selama satu minggu.


"Ini semua gara gara lo, dasar cewek katro." Itulah perkataan Feby sebelum dia meninggalkan ruangan Bk.


Setelah itu Alamaeera pun pergi tanpa menghiraukan perkataan Feby.


Karena merasa ketakutan Alamaeera pun bergegas pulang. Dia takut ayah nya tau, Alamaeera merasa dia perlu meminta bantuan pada kakak nya Fatih.


Sesampai di rumah Alamaeera pun langsung pergi menuju kamar Fatih,tanpa mengetuk pintu Alamaeera masuk kedalam kamar Fatih.


Tidak menduga Alamaeera pun melihat pemandangan kakak nya itu yang sedang telanjang dada karena habis mandi.


Alamaeera pun langsung menutup mata nya dengan kedua tangan nya.


"Kakak kenapa tidak pakai baju?" tanya Alamaeera kepada kakak nya.


Mendengar suara adik nya itu Fatih pun kaget.


" Er, sejak kapan kamu masuk?kenapa tidak mengetuk pintu dulu?" tanya Fatih.


"Maaf aku terburu buru aku perlu bantuan kakak." Ucap Alamaeera yang masih menutup matanya.


Mendengar adik nya meminta bantuan, Fatih pun yang berjarak sedikit jauh dari adik nya, kemudian dia menghampiri Alamaeera.


"Hey buka mata mu, apa yang perlu kakak bantu?" tanya Fatih yang kini posisi nya sudah berhadapan dengan Alamaeera.


Alamaeera pun membuka mata nya. Dia melihat dada bidang Fatih yang indah, tegak gagah.Sekilas dia membayakan berapa nyaman nya jika berada di pelukan dada bidang kakak nya itu.


"Er, apa yang perlu kakak bantu?" tanya lagi Fatih. Karena pertanyaan nya di abaikan oleh Alamaeera.


"Hah, oh iya kakak aku di skorsing dari sekolah." Ucap Alamaeera sambil berubah raut wajah menjadi sedih dan takut.


"Kok, bisa?" tanya Fatih heran.


"Aku membuat ke gaduhan di dalam kelas kak, kakak bantu aku aku takut ayah marah." Ucap Alamera sambil meneteskan air mata.


Reflek tanpa sengaja Fatih pun meluk Alamaeera. Kini pelukan yang di banyangkan oleh Alamaeera pun menjadi nyata.

__ADS_1


Dan tanpa sadar Fatih pun merasakan jantung nya berdebar kencang.


'Ah Fatih kenapa lo peluk adik loh, loh taukan loh tuh suka sama dia.'Batin Fatih berkata.


Alamaeera pun merasa nyaman berada di pelukan kakak nya itu.


"Kakak, sekarang aku harus bagaiman aku takur ayah tau?" tanya Alamaeera saat masih dalam pelukan Fatih.


"Tenang, saja kakak akan membantunya, kamu jangan nangis ya, sekarang kamu duduk dulu." Bujuk Fatih.


Mereka berdua penduduk di tepi kasur. Mata Alamaeera dan Fatih saling bertemu.Dalam hati Alamaeera berkata.


'Kakak Fatih ganteng kalo habis mandi.'


begitu pun dengan Fatih.


'Era cantik sekali, bibir nya sangat indah.' Tanpa sadar Fatih pun mendekatkan wajah nya ke Alamaeera. Fatih seolah olah hendak ingin mencium bibir Alamaeera. Dan Alamaeera pun tidak menghindar saat bibir Fatih mendekat pada bibir Era.


Mendarat satu kecupan di bibi Era, dari kakak nya. Era pun mematung tidak berkata apa-apa saat Fatih mengecup bibir tipis Era. Dan Fatih pun sedikit gugup setelah mengecup bibir Era


'Cup'


"Era." Ucap Fatih.


"Ya."


"Boleh aku mencium lagi?" Fatih memberanikan diri bertanya sepeti itu kepada adik nya. Karena menurut nya ini kesempatan dia.


"Tapi kak." ucap Era.


"Boleh atau tidak?" tanya Fatih.


"Ya." Tanpa sadar Era pun berkata iya.


Tanpa menunggu lama Fatih pun mencium bibir Era, dengan kelembutan, dan menarik tubuh Era agar semakin menempel pada tubuh nya.


Ciuman itu berlangsung lama tanpa ada penolakan dari Era. Karena tidak ada penolakan dari Era Fatih pun memainkan lidah nya di dalam mulut Era dan menghisap bibir bawah nya.

__ADS_1


Bukannya menolak Era justru membalas ciuman Fatih,dia pun sesekali memainkan lidah di mulut Era.


Setelah itu mereka sadar apa yang di lakukan mereka adalah salah.


"Er, kamu kemar kamu aja." Ucap Fatih sambil memalingkan wajah nya dari pandamga Era. Dia takut melakukan lagi ciuman yang barusan. Dan Fatih tidak bisa mengontrol hati nya saat dekat Era.


"Baik lah kak, aku ke kamar ku.Tapi aku minta tolong sama kakak bantu aku." Ucap Era sambil meninggal kan kamar Fatih.


Era pun masuk kedalam kamar nya, dia pun membuka gelung nya dan menganti pakai sekolah nya, dengan kaos oversize. Lalu dia kembali menggelung rambut nya, dan mengambil sebuah novel. Novel yang berisi tentang kisah kekasih yang di khianati.


Namun ketika Era sedang asik membaca novel tiba-tiba telponnya berbunyi. Era pun mengambil telpon nya yang terletak tidak jauh dari nya. Dan di lihat nya ada sebuah panggilan masuk. Tenyata itu panggilan dari Akhtar.


"Mau apa lagi sih anak ini." Gerutu Era sambil mengangkat telponnya.


"Halo, mau apa sih lo telpon gue?lo belum puas gue di amuk sama pacar lo?" marah Era pada Akhtar.


"Wis lo jangan galak-galak dong, lagian dia bukan pacar gue."


"Kan pacar gue lo Ra." Sambung Akhtar.


"Nye-nye lo." Balas Era seolah olah dia mengejek ucapan Akhtar.


"Ra, temenin gue beli buku yu." Ajak Akhtar.


"Ga mau gue takut pacar lo." Tolak Era.


"Astaga udah gue bilang dia bukan pacar gue." Akhtar menyangkal pertanyaan Era.


"Hmm." Jawab sukan Era.


"Jadi lo mau kan temenin gue beli buku? tenang gua jemput ko ke rumah lo." Ucap Akhtar.


'Gawat kalo Akhtar ke rumah gue, dia bakal tau gue anak keluarga sarasvati. Dan gue takut ayah liat gue temenan sama cowok.' Batin Era.


"Eh Tar lo tunggu di taman kemarin aja, kita ketemuan di sana." Ucap Era.


"Oke, tapi lo yakin ga mah gue jemput? tanya Akhtar.

__ADS_1


" Gau usah gue tunggu lo di taman aja." Era pun matikan telpon dari Akhtar dan bergegas mengambil tas dan kunci motor nya. Dia pergi ke taman tanpa mengganti pakaian nya tadi.


Begitu pun dengan Akhtar, merasa senang akan bertemu dengan Era. Akhtar pun langsung bergegas menaiki motor nya menuju taman.


__ADS_2