
"Apa kamu selama ini selingkuh dari ku?tanya Rinjani kepada suami nya. Sikap Ankara malah terdiam. Dia takut jika berkata dia akan kehilangan Rinjani dan anak yang ia damba-dambakan.
" Mas, jawab aku!"
"Maaf Rinjani waktu itu aku khilaf, aku selalu kepikiran tentang kakek yang meminta ke turunan padaku. Aku terpaksa melakukan ini." Ucap Ankara.
Flasback off.
Sejak hari itu Rinjani ibunya Akhtar mengalami gangguan jiwa.
Ia sering kali berbicara sendiri, tentang mengapa suami nya selingkuh dan dia selalu membawa-bawa bonek barbie yang sering ia maki bila sakit jiwa nya kambuh.
"Kenapa kau menampar anak ku? tanya Rinjani.
Sebelum Ankara menjawab Rinjani langsung berkata lagi.
" Apa karena dia." Rinjani memainkan jari telunjuk menunjuk nunjuk pada boneka Barbie yang di pegang nya. sakit jiwa Rinjani kambuh lagi. Penyakit Rinjani akan menjadi ketika melihat Akhtar di marahi oleh Ankara.
"Apa karena dia si pelakor itu mas, kau mengkhianati ku dan anak ku?" Rinjani pun memukul-mukul bonekanya ke lantai, boneka yang di bilang pelakor itu.
"Hiks-hiks." Seketika tangis Rinjani pecah.
Akhtar yang melihat itu langsung merangkul ibu nya, yang menangis tersungkur di lantai.
"Mamah, jangan menangis Akhtar disini Akhtar baik-baik saja mah." ucap Akhtar sambil memeluk ibunya.
Di sisi lain Ankara masih memandangi keadaan dia merasa sangat bersalah. Karena kesalahannya di masa lalu membuat istrinya bertahun-tahun menderita gangguan jiwa.
"Sayang, maafkan aku. Aku tidak bermaksud membentak anak kita." Ucap Ankara sambil mengusap rambut Rinjani.
Namun Rinjani tidak membalas ucapan Ankara dia hanya terus saja menangis.
__ADS_1
"Nak tadi maaf kan ayah, tadi ayah emosi." Ucap Ankara pada Akhtar.
Karena takut ibu nya sedih melihat dia tidak memaafkan ayah nya. Akhtar pun memaafkan ayahnya.
"Iya ayah tidak apa-apa."Jawab Akhtar pada ayahnya.
" Mamah jangan nangis Aku dan Ayah sudah berbaikan,ko." Bujuk Akhtar pada ibunya.
Setelah mendapatkan bujukan dari Akhtar, Rinjani pun berhenti menangis lalu dia berdiri pergi ke kamarnya dan membawa boneka Barbie milik nya.
Rinjani tidak pernah melepaskan boneka Barbie dari genggaman nya itu, karena katanya jika dia melepaskan boneka itu maka pelakor itu akan kembali merebut kebahagian anaknya.
Walau sebenarnya sudah tak mungkin bagi ibu nya Bara mengganggu mereka karena ibu Bara meninggal dunia saat Bara berusia 10 tahun.
Bara sedari kecil di Asuh oleh Rinjani, walau Rinjani mengalami gangguan jiwa dia masih bisa mengurus 2 anak dengan di bantu seorang babay sister. Dan walau Bara bukan anak nya tapi dia menyayanginya sama seperti menyayangi Akhtar. Hanya saja saat Rinjani mengalami ke kambuhan mental (jiwanya) ia terkadang suka memukuli Bara,namun Bara mengerti akan hal itu dia tetap menyayangi Rinjani selayak nya menyayangi ibu kandungnya.
...----------------...
12 febuari.....
"Er kamu berangkat sekolah nya kakak anterin aja." Ajak Fatih pada adik nya itu.
"Tidak usah kak, nanti satu sekolah yang ada nanyain aku tentang kakak terganteng ku ini." Balas Era kepada Fatih. Di puji ganteng oleh Era membuat hati Fatih sangat senang.
"Tapi kakak pengen anterin kamu dek, Ayolah mau ya? kalo kamu ga mau kakak akan pergi keluar negri lagi." Ucap Fatih sedikit memaksa dengan mengancam akan meninggalkan Era ke luar negri.
" Engga, ga boleh, pokonya kakak ga boleh ninggalin aku lagi." Balas Era.
"Ya sudah cepat naik kakak antar kamu ke sekolah." Fatih pun langsung membukakan pintu mobil untuk Era.
Era pun masuk mobil, menuruti perintah kakak tersayang nya. Di tengah perjalanan mereka saling berbincang. Hingga satu pertanyaan yang di lontarkan Fatih pada Era, membuat dia merasa malu.
__ADS_1
"Era, kamu sudah punya pacar?" tanya Fatih kepada Era. Era merasa malu ingin menjawab pertanyaan kakak nya. Dia malu karena dengan usianya yang hampir menginjak 17 tahun dia belum pernah pacaran. Sedangkan remaja seumuran dia di sekolah, semuanya rata-rata sudah mempunyai pacar.
"Belum." Jawab Era.
Dalam hati Fatih dia merasa senang Era belum mempunyai pacar. Dia senang bukan karena memiliki kesempatan mendekati adik nya itu. Karena bagaimana pun Fatih tidak mungkin bisa bersama dengan Era meski hubungan antara mereka bisa terjadi, karena mereka tidak ada hubungan darah. Alasan Fatih merasa senang karena lega kasih sayang Era padanya sementara ini tidak akan terbagi dengan pacar Era.
"Kakak kenapa kakak nanyain gitu?, jangan-jangan...." Ucap Era.
Fatih yang mendapati pertanyaan seperti mencurigai dari adik nya pada dia, membuat dia takut perasaan nya bisa Era tebak.
"Jangan-jangan apa Dek?" tanya balik Fatih memastikan pertanyaan apa yang di lontarkan Era pada nya.
"Jangan-jangan kakak sengaja ya mau ngatain adik nya ini jomblo." jawaban dari Era membuat hati Fatih lega.Ternyata dugaan nya salah besar.
......................
Sesampainya di sekolah saat kakaknya Era hendak turun dan akan membukakan pintu untuknya, Era memegang tangan kakaknya.
"Kakak mau kemana? jangan bilang kakak mau keluar?" Fatih hanya mengangguk mendapati pertanyaan dari Era.
"Ga boleh kakak ga boleh keluar, aku ga mau jadi bahan bully gara-gara di anterin kakak." Ucap Era pada kakaknya itu.
"Aku berangkat sendiri juga suka di bully, apalagi di anterin pangeran setampan kakak."
"Apa siapa yang berani bully adik tercinta ku ini. Siapa bilang pada kakak." Terlihat kemarahan di mata Fatih yang mendengar adiknya sering di bully.
"Itu juga bukan sepenuhnya kesalahan merekah kakak, mereka hanya menertawai ku karena penampilan ku ini." Era berkata sambil menundukkan kepalanya. Dan Fatih yang melihat itu merasakan sakit hati. Lalu Fatih mengangkat gadu Era dan berkata.
"hey-hey jangan sedih adik ku kamu cantik mereka seperti itu karena sirik pada mu." Bujuk Fatih.
"Kakak berbohong, aku jelek, penampilan ku katro. Semua itu sudah terbukti banyak orang yang bilang begitu padam ku." Era berkata dengan perasaan insecure.
__ADS_1
...----------------...
Hai gais mamat ya kalo kurang nyambung dan hanya typo