
"Maksud kamu aku harus melakukan apa?" Era berbalik bertanya.
"Kamu harus melakukan seperti ini." Akhtar berkata sambil mendekatkan wajahnya, pada wajah Era.
Era pun seketika mematung dan terdiam. Sedangkan wajah Akhtar sudah berhadap-hadapan sangat dekat dengan Era.
Namun saat bibir Akhtar akan mendekati bibir Era. Dia yang tersadar akan jarak antara mereka semakin dekat, langsung mendorong Akhtar.
"Kamu mau apa?" tanya Era dan langsung berdiri.
"Bukannya kamu mau membayar karena telah memeluk ku?" balas Akhtar pada Era
"Siapa bilang yang akan membayar pelukan mu dengan ciuman, lagian juga kamu yang memperbolehkan ku memeluk mu." Ucap Era sembari mengambil tas nya yang tersimpan di kursi halte.
"Hey jangan marah begitu dong aku tadi cuma bercanda dan cuma mau ngerjain kamu." Akhtar berkata sambil menggendong tas nya.
"Bercanda mu tidak lucu Tar." Era pun memukul Akhtar.
"Iya aku minta maaf." Akhtar terdiam sejenak.
"Er, jadilah temanku. Aku sangat kesepian tidak mempunyai teman." Akhtar berkata dengan wajah yang terlihat sangat sedih.Telihat di mata Akhtar bahwa di memang benar-benar membutuhkan tema dan sangat kesepian.
Era yang melihat kesedihan Akhtar pun kalut seperti terseret kedalam kesepian yang di alami Akhtar.
"Ya mari kita berteman." Era menjulurkan tangan kepada Akhtar.
__ADS_1
"Oke, mulai hari ini kamu teman ku Er." Ucap Akhtar yang wajahnya di hiasi oleh senyuman.
"Tapi apa kamu tidak malu mempunyai teman seperti ku, aku ini katro?" tanya Era.
"Aku mencari teman baik bukan teman cantik. Kalo kamu cantik kamu bukan temanku tapi pacar ku." Akhtar berbicara sambil mencubit pipi Era. Lalu dia langsung menghampiri motornya yang dari tadi kehujanan. Sedangkan Era yang mendengar ucapan Akhtar seperti ada perasaan aneh di hatinya. Perasaan tidak senang mendengar perkataan Akhtar. Namun karena tidak ingin terlalu mempermasalahkan ucapan Akhtar Era pun langsung menuju Akhtar. Lelaki tampan itu sedang mengelap motor nya.
"Ayo Er kita pulang,aku antar kamu sampai depan rumah mu." Setelah mengelap kering motornya yang kehujanan. Akhtar langsung mengajak Era pulang dan berniat mengantarkan Era sampai depan rumah nya.
Era yang tidak ingin identitas sebagai anak dari orang terkaya no satu itu. Meminta Akhtar menurunkan nya di sebuah rumah kecil yang ada di sebrang rumah nya yang sangat besar.Dia berbohong kepada Akhtar tentang rumah nya. Karena tidak ada rasa curiga dari Akhtar, setelah menurunkan Era di sebuah rumah kecil yang di akui nya adalah rumah nya. Dia langsung bergegas pulang.
Setelah memastikan Akhtar jauh dari keberadaan Era, dia langsung menyebrang dan masuk ke rumahnya yang teramat besar.
Saat masuk kedalam rumah, Era sudah di kejutkan dengan keberadaan Fatih dengan wajah yang sangat muram.
Era pun tersenyum pada Fatih dan menyapa nya.
"Kakak aku pulang."
"Barusan siapa?" Fatih bertanya dengan kecurigaan.
"Temen." Jawab singkat Era.
"Kakak minta kamu jangan dekat-dekat dengan dia lagi." Fatih berkata sambil meninggalkan Era.
Era yang bingung dengan sikap kakaknya berniat untuk mengejar untuk menangkan kenapa dia tidak boleh berteman dengan Akhtar. Namun saat dia Hendak menghampiri Fatih tiba-tiba ada seseorang yang menelpon nya. Era pun mengurungkan niat untuk menemui kakaknya dan dia langsung mengangkat telpon.
__ADS_1
"Halo, siapa aku tidak mengenal nomer mu?" Ucap Era kepada orang yang menelpon nya.
"Aku ini teman kamu." Jawab seseorang di sebrang telpon.
"Aku tidak mengenalmu jika tidak ada yang penting aku akan menutup telpon nya." Ucap Era dengan tegas dan sedikit meninggi.
"Jangan di matiin telponnya. Ini aku Akhtar." Ternyata orang yang menelpon Era itu adalah Akhtar.
"Oh kamu! ngomong dong aku kira siapa. "Iya cewek katro ini gue Akhtar." ucap Akhtar di sebrang telpon.
"Apa lo bilang cewek katro."
"Iya cewek katro." Ejek Akhtar untuk menggoda Era.
"Dari pada lo cowok tukang nyosor." Era merasa tidak terima dan marah. Hingga dia pun mematikan telpon Akhtar.
"Sial cewek katro itu marah." Perkataan yang Akhtar ucapkan saat telpon dia di matikan oleh Era.
Karena merasa tidak tenaga Akhtar pun menelpon kembali Era. Namun Era tidak mengangkat telpon dari Akhtar.
Akhtar merasa bersalah karena dia sudah menyebutkan Era sebagai wanita katro. saat telpon Akhtar beberapa kali Era tolak Akhtar pun mengirim pesan yang berisi.
'Era, maaf gue tadi bercanda. gue mohon loh jangan marah sama gue🙏.'(pesan yang dikirim Akhtar).
Era tidak membalas pesan dari Akhtar. Dia hanya membaca nya. Era tidak membalas pesan Akhtar karena dia ingin balas dendam karena Akhtar sudah mengejek nya. Era berencana pura-pura marah.
__ADS_1