
...sore harinya....
Raden Kian Santang: ""(mungkin aku akan pergi jalan-jalan untuk menenangkan pikiranku)" ucapan batinnya yg kemudian pergi.
...didalam hutan....
Keyshia Bali: *bermain-main ditepi danau*.
Putri Srikandi Katsuri: *membaca buku kitab tentang ilmu*.
...ditempat yg sama tapi berbeda jarak....
Raden Kian Santang: "(aku betul-betul penasaran dengan gadis berselendang itu. apa aku cari aja dia tapi harus cari dimana)" ucapan batin Raden Kian Santang yg kemudian bersandar dipohon besar.
saat Raden Kian Santang tengah berpikir tiba-tiba ia mendengar suara Shia yg tengah bermain ditepi danau kemudian Raden Kian Santang pun melihat dibalik pohon tempat ia bersandar.
Raden Kian Santang: "(gadis itukah gadis yg aku selamat beberapa hari yg lalu tapi kenapa dia bisa ada disini?! & pakaiannya tidak seperti pakaiannya yg beberapa hari yg lalu)" ucapan batinnya sambil memperlihatkan Shia.
Keyshia Bali{dari kejauhan}: "Guru, air danau ini sangat sejak. pandai Guru pilih tempat" ucapan Shia saking senangnya.
Raden Kian Santang: "(Guru?! siapa Guru gadis itu??)" sambil mencari-cari Guru Shia.
setelah melihat sekitar tiba-tiba mata Raden Kian Santang tertuju kepada gadis yg memakai pakaian serba putih kecuali bagian pinggangnya yg berwarna seperti oren kemerahan & bagian ujung selendang berwarna ungu kehijauan terang.
__ADS_1
Raden Kian Santang: "(pasti perempuan itu Guru dari gadis itu tapi wajahnya tidak kelihatan)" batin sang Raden Kian Santang yg mencoba untuk melihat wajah perempuan itu.
seketika muncul ide yg terlintas dipikirkan Raden Kian Santang & ia pun mengubah penampilannya menjadi seorang pemuda yg merasakan penutup mata.
...disisiku & Keyshia Bali....
Keyshia Bali: *merasakan keberadaan seseorang lalu berhenti bermain air*.
Putri Srikandi Katsuri: *melihat perilaku Shia lalu berdiri untuk melihat siapa yg membuat Shia berhenti bermain*.
terlihat seorang pemuda yg menghampiri mereka berdua & itu adalah Raden Kian Santang yg sedang menyamar.
Keyshia Bali: *menghampiri pemuda itu* "anu, anda siapa, ya" ucapan Shia yg bertanya kepada pemuda tersebut.
Keyshia Bali: "Redan, salam kenal ya" ucapan Shia sambil menyingkirkan daun dirambutnya.
Putri Srikandi Katsuri: "(k-ke-kenapa harus ada laki-laki sih, a-aku harap dia tidak menatapku. aku jadi malu tapi harus bersifat biasa saja supaya laki-laki itu tidak curiga)" ucapan batinku yg berusaha untuk tenang.
saat aku berusaha untuk tenang tiba-tiba Shia memanggilku.
Keyshia Bali: "Guru, kenapa Guru hanya berdiam diri disitu".
Putri Srikandi Katsuri: *tersadar kemudian berjalan mendekati Shia*.
__ADS_1
Keyshia Bali: "oh ya, Redan, perkenalan dia adalah Guruku bernama Suri (maaf aku harus berbohong). Guru, dia adalah Raden".
Putri Srikandi Katsuri: "hm" jawabku karna malu jika harus berbicara dengan laki-laki.
Keyshia Bali: "mungkin leher Guruku belum sembuh jadi Guruku tidak berbicara. maaf ya, Redan" ucapan Shia karna melihatku yg sepertinya malu terhadap laki-laki.
Redan{Raden Kian Santang}: "tidak apa-apa".
pada saat itu juga Shia melihat selembar selendang milik Gurunya kemudian ia bertanya kepada Redan.
Keyshia Bali: "Redan, darimana kau mendapatkan selembar selendang itu" sambil menunjuk kearah selembar selendang yg Redan pegang ditangan kanannya.
Redan{Raden Kian Santang}: "apa kau mengenali selendang ini?!" tanyanya kepada Shia.
Keyshia Bali: "iya karna potongan selendang itu milik Guruku" ucapan Shia sambil melihat potongan selendang itu.
Redan{Raden Kian Santang}: "(ternyata mudah untuk menemukannya tidak seperti yg aku pikirkan)" ucapan batinnya senang.
Keyshia Bali: "dah nak lama, aku sama Guruku pergi dulu, ya. sampai jumpa lagi" ucapannya sambil pergi & diikuti olehku.
Redan{Raden Kian Santang}: *melihat kepergian mereka berdua+menghilang*.
...bersambung....
__ADS_1
...SEMOGA KALIAN SUKA, YA....