
...Pagi harinya....
Raden Kian Santang: *tidak bersemangat berlatih+kurang tidur*.
Raden Walangsungsang: *melihat keanehan kepada Kian Santang+menghampiri Kian Santang*.
Raden Kian Santang: *duduk*.
saat Kian Santang tengah duduk tiba-tiba ia merasakan ada sesuatu yg memegang bahu kirinya.
Raden Kian Santang: "Kakak, ada apa?!".
Raden Walangsungsang: *duduk disebelah Kian Santang* "kau kurang tidur, ya?!" ucapan Raden Walangsungsang.
Raden Kian Santang: "iya, aku kurang tidur memikirkan ucapan Ayahanda pasal Surawisesa yg ingin bertarung denganku".
Raden Walangsungsang: "kenapa dia tidak kapok-kapok nak bertarung denganmu" ucapannya yg terdengar seperti marah.
...disesuatu tempat....
saat ini aku sedang berjalan-jalan disebuah lapangan yg tak jauh dari istana milik Prabu Siliwangi tapi setelah beberapa lama aku berjalan. aku tidak sengaja menabrak seorang pemuda & aku pun meminta maaf tapi pemuda itu tidak menerima permintaan maaf ku & sebaliknya pemuda itu malah menyerangku sontak aku langsung menghindar.
Putri Srikandi Katsuri: "a-apa-apaan kau ini?! bukankah aku sudah meminta maaf?!" ucapanku yg terkejut karna diserang secara tiba-tiba.
Pemuda???: "permintaan maaf mu tidak layak diterima" sambil menunjukkan jari telunjuknya kearahku.
Putri Srikandi Katsuri: "apa, apa kau itu benar-benar manusia?!" ucapanku yg sedikit berteriak.
__ADS_1
saat itu para warga desa bermunculan setelah mendengar teriakkkan ku bahkan sampai ada salah satu dari prajurit yg pergi melaporkan ke istana.
Pemuda???: "(aku bisa merasakan keberadaan khodam didalam diri perempuan itu)" batinnya yg kemudian menyerangku.
Putri Srikandi Katsuri: *tidak melawan & terus-menerus membelokkan serangannya*.
...diistana....
Prajurit: "Gusti Prabu Siliwangi, hamba nak melaporkan kalau ada pertarungan dilapangan yg ada didekat istana" ucapannya sambil berlutut.
Ayahanda Prabu Siliwangi: "pertarungan, siapa yg ada disana?!" ucapannya sambil berdiri diikuti oleh Ibunda Ratu Subanglarang.
Prajurit: "seorang gadis & Surawisesa, Gusti Prabu"
kebetulan ada Raden Kian Santang yg tidak sengaja mendengarkan hal itu ia pun langsung menghadap Ayahanda.
Raden Kian Santang: "Prajurit, betulkah apa yang kau ucapankan itu?!" ucapan Raden Kian Santang.
...diluar istana....
Pemuda???: "(ayo, keluarkan khodammu, aku mahu melihat reaksimu saat dirasuki oleh khodam yg ada didalam dirimu)" ucapan batinnya sambil terus-menerus menyerangku.
pada akhirnya aku menendangnya tapi pemuda itu berhasil menghindari serangan dariku & disaat yg sama Prabu Siliwangi, Raden Walangsungsang, Rara Santang & Raden Kian Santang muncul dilapangan itu.
Raden Kian Santang: "(dia kan Guru Keyshia, mengapa bisa ia bertemu dengan Surawisesa)" ucapan batinnya.
Surawisesa: "ayo lawan aku & keluarkankah KHODAM mu yg ada didalam dirimu itu" ucapannya yg terang-terangan menekan kata 'Khodam'
__ADS_1
Raden Kian Santang & Raden Walangsungsang: "(Khodam, apa benar yg dikatakan Surawisesa tapi jika benar sepatutnya dia mengeluarkan jurusnya)" ucapan batin mereka berdua.
Putri Srikandi Katsuri: "apa yg kau merepet ni, a-aku tidak fahamlah" ucapanku yg tidak mengerti yg dikatakan oleh Surawisesa.
Surawisesa: "jangan kau nak berpura-pura" ucapan Surawisesa yg terdengar keras & tegas.
Putri Srikandi Katsuri: "aku benar-benar tidak tahulah, aku hanya rakyat biasa yg tidak tahu apa-apa tentang khodam" ucapanku untuk menyakinkan Surawisesa.
Surawisesa: "akanku buat kau mengatakan yg jujur" ucapannya yg kemudian mengeluarkan jurus.
Putri Srikandi Katsuri: "(j-jurus apa itu, sekarang aku mengerti kenapa dia menyerang)" ucapan batinku sambil berwaspada.
Surawisesa pun menyerangku dengan jurus yg ia keluarkan & aku berhasil menghindari serangannya tapi pipi kananku terkena jurusnya yg membuat pipi kananku terkena lula bakar.
Surawisesa: *mengeluarkan jurus yg sama & menyerangku lagi*.
melihat itu Raden Kian Santang ingin menolong tapi tiba-tiba serangan itu mengenai pohon yg ada didekat danau lapangan.
para warga: *tidak percaya apa yg mereka lihat*.
Surawisesa: *melihat pohon yg terkena serangannya*.
Klan Santang: *melihatku yg daritadi berdiam diri tidak bergerak*.
Putri Srikandi Katsuri: *berdiri sambil menundukkan kepalaku*.
pada saat itu juga semua yg ada dilapangan itu merasakan aura khodam yg terkeluar dari tubuhku bahkan ada yg ketakutan akibat aura khodam itu sampai-sampai yg ketakutan itu berlarian kerumah mereka masing-masing saking takutnya.
__ADS_1
...bersambung....
...maaf kalau tidak bagus & tidak terlalu menyenangkan. ...