
Anaira saat itu sedang rebahan di tempat tidurnya sambil membaca buku tiba tiba
Brrraaakkk.
pintu dibuka dengan kerasnya hingga membuatnya teperanjat kaget saat dia melihat orang yang membuka pintu tersebut dia hanya bisa menghela nafas
"ada apa ma" ucap Anaira ya orang tersebut adalah mama tirinya yang kejam
"ada apa kamu bilang cepat cuci bajuku enak saja kau santai santai disini" teriak nya dengan keras ya dirumah yang lumayan besar ini tidak diperbolehkan untuk ada pelayan olehnya karna dia sengaja supaya Anira yang mengerjakan semuanya
"baik ma" jawabnya
"setelah itu kau masak lah untuk makan siang aku sudah lapar" ujar Tika nama mama tiri Anaira adalah Tika patmawati sifatnya sombong iri serakah dan kejam
Anaira hanya mengganguk kan kepalanya sambil berlalu
pergi untuk mengerjakan tugas yang diberi mama tiri nya itu
pukul 05:00. ayah Anira pulang ayah Anaira bernama panji sutomo
Tok..Tok.. Tok..
__ADS_1
ayah Anaira mengetuk pintu setalah menunggu Anaira membuka pintu dan menyambut ayah kandung nya itu tapi dia hanya melewati Anaira begitu saja tanpa menjawab sapaan anaknya itu dan itu membuat Anaira sedih karna ayahnya selalu mengacuhkanya ya Panji mengangap bahwa Anaira lah yang menyebapkan Lastri ibu kandung Anaira meninggal
5 tahun lalu saat itu Panji Anaira dan Lastri sedang berada di taman saat itu Panji sangat menyayangi Anaira tapi kejadian tak terduga terjadi ada beberapa preman yang membawa pistol untuk merampok dan saat itu Panji sedang ditoilet sedangkan Lastri dan Anaira tengah menunggu Panji para perampok itu menarik Anaira dan menodongkan pistol pada kepala Anaira
"mama hiks hiks"panggil Anaira sambil menangis
"hei serahkan uang dan mobil kalian kalo tidak anak ini akan mati" ucap preman tersebut Lastri pun memberikan apa yang di mau preman tersebut
"ini ambilah tapi tolong lepaskan anak saya" jawabnya sambil menyerahkan uang dan kunci mobil tapi karna Anaira menendang kaki preman itu membuat preman itu marah
"bre***k kau" teriak preman itu dan siapa menembak Anaira
Dorrr Dorrr
"LASTRII"teriak panji yang melihat istrinya tertembak karna melindungi anaknya dia pun berlari kearah preman tersebut dan menghajar nya dengan membabi buta sedangkan Anaira menangis melihat ibunya sudah tidak sadarkan diri Panji yang selesai mengajar preman tersebut langsung menggendong Lastri untuk dibawa kerumah sakit
mobil yang dikendarai Panji melaju dengan kecepatan tinggi setelah sampai di rumah sakit Panji mengendong Lastri dan masuk kerumah sakit Anaira hanya bisa menangis sambil mengikuti Panji yang masuk kerumah sakit
"suster tolong istri saya" teriak nya setelah itu suster bembawa brangkar menuju ke ruangan IGD
Panji dan Anaira disuruh menunggu diluar setelah setengah jam dokter pun keluar dengan wajah yang sedih
__ADS_1
"dokter bagaimana keadaan istri saya" tanya Panji dengan wajah yang nampak sangat khawatir dokter itu pun menghirup udara dan menghembuskan nya dengan kasar
"maaf pak istri bapak tidak bisa diselamatkan karna peluru tersebut mengenai jatung istri bapak kami turut berduka cita pak saya permisi" ucap dokter tersebut
jdeeeerrrrr
bagaikan disambar petir disiang bolong Panji pun lansung terduduk lemas dilantai
"tidakk istri saya tidak mungkin meningalkan saya gak itu gak mungkin" teriak nya sambil menangis diapun langsung bergegas masuk dilihatnya wajah pucat istrinya Anaira menangis mengetahui ibunya meninggal
diapun masuk dan lansung memeluk ibunya Panji yang melihat itu langsung menarik Anaira dan menatap nya tajam
Plaakkk
Panji menampar Anaira dengan kerasnya
" ini semua karna kamu kalo saja Lastri tidak menyelamatkan kamu dia tidak akan meninggal kan aku ini semua karna kamu aku membeci mu mulai sekarang kau bukan anakku lagi" teriaknya Anaira yang mendengar itu pun menangis
"ayah ini semua sudah takdir dari allah mungkin allah lebih sayang pada mama" ucap nya sambil menagis
"aku tidak peduli pokoknya ini semua karna kamu"jawab nya dan berlalu pergi meninggal kan Anaira
__ADS_1
Anaira tersadar dari lamunannya tanpa dia sadari air matanya menetes jatuh ditangan nya yang putih dan halus itu dia pun langsung mengelap air matanya mengunakan tanganya dan masuk ke dalam kamar setelah menutup pintu