Gadis Yang Beruntung

Gadis Yang Beruntung
ANDIKA PRASETYA


__ADS_3

pagi hari menjelang pukul 06:00 Anaira bangun dari tidurnya dan bergegas mandi setelah selesai mandi diapun berpakain rapi menggunakan drees berwarna biru toska dengan motif bunga bunga sebawah lutut tanpa lengan diapun keluar dari kamar menuju dapur untuk membuat sarapan setelah selesai Anaira pun menyajikan nya diatas meja makan semua sudah tersaji dimeja makan Anaira mendengar langkah kaki yang menuruni tangga siapa lagi kalo bukan mama tiri dan ayahnya


"pagi ma yah " sapanya namun bukan balasan yang dia dapat melainkan hinaan yang dia dapat


"apa yang kau masak hah makanan sampah seperti ini kau hidangkan" teriak Tika Panji hanya diam saja melihat anaknya dihina sedangkan Anaira air matanya sudah keluar membasahi pipi mulus nya dia pun hanya bisa menunduk


"kalau kau tidak bisa masak tidak usah masak tinggal pesan aja apa susah nya sih" ucap Tika


"maaf ma lain kali Ana gak akan masak lagi" jawab Anaira sambil tetap menunduk


setelah selesai berdebat Tika mengantar Panji hingga depan rumah


"mas hati hati ya" ucap nya Panji hanya menggaguk setelah itu diapun masuk kedalam mobil untuk berangkat kerja Panji memang memiliki perusahaan yang cukup besar yaitu sutomo group Panji melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang hingga sampai diperusahaan nya


setelah Panji pergi Tika pun masuk kedalam rumah


"Ana aku mau pergi arisan dulu kau kerjakan pekerjaan rumah aku pulang rumah harus sudah bersih ingat itu "ucapnya sambil berlalu pergi


setelah kepergian mama tirinya Anaira pun mengerjakan apa yang Tika suruh setelah satu jam membersihkan rumah Ana pun duduk di ruang tv untuk istirahat


Drrrrttt Drrrrtt Drrrtt


(anggap aja bunyi telpon😅)


ponsel Ana pun berdering setelah Ana melihat siapa yang menelpon dia pun langsung mengeser tombol hijau


"hallo Lisna" jawab Ana


"hallo Ana apa yang sedang kau lakukan" ucap Lisna Lisna adalah sahabat baik Ana mereka sudah bersahabat semenjak SMA


"aku tidak sedang apa apa memangnya ada apa" tanya Ana


"ketemuan yuh gue kangen nih hehe" jawab Lisna


"pantes sih aku dikangen nin hehe"ucap Ana


"eh buset dah kagak jadi deh gue kagen sama lo" jawab Lisna

__ADS_1


"ehh gue bercanda gue juga kangen kuy lah kita ketemu ditempat biasa ya Lis" ucap Ana


"ok sayang hehe" jawab Lisna


"ihh gue denger suara gaib yang manggil gue sayang" ucap Ana


"sembarang lo kira gue setan" jawab Lisna kesal


"hehe abis nya lo manggil gue sayang kan gue jadi merinding" ucap Ana


"yaudah sampe ketemu di tempat biasa ya bye" jawab Lisna dan panggilan pun berakhir


Ana pun bergegas masuk kekamar nya untuk mengambil tas seteleh itu dia keluar ternyata didepan sudah ada taksi yang dipesanya


"dengan mba Anaira" tanya supir taksi tersebut


"iya pak" jawabnya


"kita mau kemana mba" tanya supir taksi nya


"kita ke kafe love story ya pak" jawab Anaira


taksi pun sampai dikafe. Ana pun bergegas turun setelah membayar dia pun masuk kedalam kafe dan mencari tempat sahabatnya duduk dan terlihat Lisna duduk dipojok dia pun segera mengampiri sahabatnya


"Lisna" panggil Ana


"Ana" jawab Lisna mereka pun berpelukan melepas rindu setelah satu minggu tidak bertemu


"gue kangen banget sama kamu" ucap Lisna


"gue juga" jawab Ana


"Ana gimana keadaan kamu" tanya Lisna


"gue sehat kok" jawab nya


"serius kamu gak bohong kan" tanya Lisna memastikan

__ADS_1


"beneran emang aku kenapa" jawab Ana heran


"ya kali aja kamu dijahatin ama tu si nenek lampir" jawabnya santai


"haa nenek lampir maksud kamu mama Tika " ucap nya


"iya trus siapa lagi " jawab Lisna


"hahaha kamu ini ada ada aja" ucap Ana sambil tertawa


"ya abisnya diatuh jahat banget ama kamu pengen gue tendang tu muka yang sok cantik cantikan juga gue" jawabnya dengan pede


mereka pun mengobrol hingga jam 02:00 Lisna pamit untuk pulang


"Ana gue balik dulu ya " pamit Lisna


" iya aku titip salam buat mama sama papa" jawab Ana ya Ana memang memanggil orang tua Lisna dengan sebutan mama dan papa karna meraka juga mengangap Ana sebagai anaknya


"ok bye" jawab Lisna


jam menunjukan 02:10 Ana pun bergegas untunk pulang setelah membayar Ana pun keluar dari kafe itu tapi karna buru buru dia sengaja menabrak seorang pria Ana pun jatuh terduduk dan dibantu pria yang disebelah pria yang dia tabrak


" nona apakah nona baik baik saja" tanya pria yang membantunya


" ah aku tidak apa apa tapi maaf ya aku tidak sengaja" jawab Ana


" tidak apa apa nona" ucapnya


" maaf saya buru buru saya permisi" jawab Ana tanpa melihat siapa yang diatabrak dan berlalu begitu saja


"sebenernya siapa sih tuan mu kenapa kau tak menanyai keadan ku" tanya pria yang ditabrak Ana dengan nada dingin dan penuh penekanan


"ma …maaf tu …tuan " jawab nya dengan gugup pria itu tidak menjawab dan langsung masuk ke kafe meninggalkan asisten nya itu


hufft untung saja tuan andika tidak marah kalo marah bisa habis aku batin asisten tersebut


benar yang ditabrak Ana adalah Andika Prasetya pria tampan dan paling kaya dinegara ini Andika adalah pemilik perusahaan Prasetya group perusahan besar dan sangat terkenal memiliki cabang disetiap negara Andika juga banyak digilai wanita namun karna sikap dingin dan kejam nya membuat nyali mereka menciut

__ADS_1


Nicolax cooper adalah asisten pribadi Andika dia sudah bekerja pada Andika 5 tahun dan dia juga pintar sifatnya berbanding balik dengan Andika yang dingin dan kejam sedangkan Nicolax ramah dan baik


__ADS_2