Gigitan Sang Daddy,, !!

Gigitan Sang Daddy,, !!
Memikirkan hal yang gak penting


__ADS_3

...Lanjut besti...


Mendengar itu akan menjadi panik karena tidak biasa nya Amora akan seperti merasa kan seperti itu.


Tapi untung lah lift itu sudah berhenti dan Agha langsung membawa Amora keluar


Agha menelpon Febian untuk membawakan air di depan lift karena mereka ada di lantai paling atas dan itu tidak sembarang orang yang bisa masuk


mendengar suara panik dari Agha Febian juga merasa panik karena ia tahu pasti terjadi sesuatu dengan langkah cepat Febian langsung membawakan dua botol sekaligus dan dari jauh Febian melihat jika Agha mengelus lembut d*d* Amora


" Kenapa " tanya Febian


" Aku juga nggak tahu tiba-tiba Amora merasa sesak nafas saat berada dalam lift " jelas Agha


" Kok bisa " heran Febian


" Entah aku juga heran aku juga kaget dengar nya " jawab Agha


" ini Baby minum dulu "


Amora mengambil botol air mineral itu dengan di bantu oleh Agha untuk di minum.


" Bagaimana "


" Aku baik dad, Entah kenapa akhir-akhir ini aku nggak suka berada di dalam ruangan kecil itu akan membuat ku pusing mual sesak nafas, aku heran padahal dulu aku baik-baik saja, di kamar mandi pun aku juga begitu, maka nya saat aku mandi aku buka atap kamar mandi agar aku bisa melihat langit itu akan membuat ku jauh lebih baik " jelas Amora


Kamar mandi Agha dan Amora sangatlah canggih atap nya bisa di geser menggunakan remote dan akan langsung berubah menjadi atap kaca begitu pun juga dengan tembok kamar mandi nya gambar tembok itu akan menjadi transparan jika mereka mengingin kan nya tapi tetap orang yang di luar tidak akan bisa melihat orang yang di dalam hanya orang yang di dalam yang bisa melihat di luar


" Sejak kapan itu terjadi " tanya Agha khawatir


" Kemarin sore dan aku beranggapan ini terjadi karena kejadian kemarin meskipun aku tidak merasa trauma tapi guncangan yang di sebab kan oleh mobil itu masih dapat aku rasa kan mungkin ini hanya efek kaget entah lah aku juga tidak paham " ucap Amora juga tidak mengerti dengan diri nya sendiri

__ADS_1


" Sekarang kak Febian kembali lah ke ruangan nya, daddy juga aku juga akan pergi ke ruangan ku aku sudah baik-baik saja juga nanti aku merasa badan ku tidak fit aku akan langsung pergi ke ruangan daddy " kelas Amora


Mereka langsung setuju meskipun Agha merasa enggan untuk meninggal kan Amora tapi si sisi lain pekerjaan nya sangat menumpuk dan lagi pula Agha masih dapat memantau Amora dari jauh


Mereka kembali ke tugas masing-masing dengan Agha yang sibuk memberikan tanda tangan dengan Amora yang sibuk mengatur jadwal sang suami.


Amora merasa mengantuk dan ini masih jam 09.00 pagi, untuk menghilangkan rasa ngantuk nya semua orang memilih untuk pergi ke pantry untuk membuat segelas kopi susu untuk nya, dan juga satu kopi untuk suami nya dan ternyata di sana ada beberapa karyawan yang sedang wira-wiri dengan tugasnya masing-masing


" Siang bu " sapa OB itu dengan ramah


" Pagi Bu " jawab Amora pada ibu-ibu itu tak kalah ramah


" Mau buat kopi untuk bos " tanya nya


" Sebetul nya saya yang ingin susu sekalian membuat kopi untuk bos " jawab Amora dengan jujur


" Enak ya bu kerja sama suami sendiri " ucap OB itu


" Kenapa begitu buk kan enak kalau kerja sama suami sendiri bisa di perhatikan dan juga bisa bareng bareng setiap saat " jawab OB itu


" Gitu emang buk kalau nggak ngerasain sendiri enak nya cuma ada di orang " jawab Amora


Sedang kan karyawan yang ada di sana hanya tersenyum karena mereka paham apa yang di kata kan oleh Amora.


Benar kata Amora bekerja dengan pasangan itu ada enak dan juga tidak nya cukup di syukuri aja semua nya akan indah


" Mari bu" pamit Amora


Setelah itu Amora langsung pergi dan semua para karyawan yang ada di sana menggangguk hormat kepada diri nya, belum juga Amora keluar dari pantry Rania dan violet menahan nya.


"Ngapain sih Aku banyak kerjaan " kesal Amora

__ADS_1


Dan lagi-lagi mereka menjadi pusat perhatian karena hanya Rania dan violet yang berani menyeret apora seperti apa yang mereka lakukan sekarang


" Sudah duduk Kamu kenapa tadi pagi kamu sakit " tanya Rania


" Aku nggak sakit hanya saja saat berada dalam lift aku merasa sesak kepala ku berat aku nggak suka berada di tempat-tempat sempit dan gelap dan aku juga nggak tahu kenapa tapi setelah aku keluar aku merasa baik-baik saja " jelas Amora


" Apakah ini efek dari kejadian kemarin "tanya Rania berbisik


" Aku rasa juga begitu karena getaran yang terjadi kemarin tuh sama dahsyat di dalam lift pun ada sedikit getaran meskipun enggak terlalu terasa " jawab Amora


"Terus aku dengar-dengar kata nya bibi dari kak Agha akan datang ke sini " tanya Rania


Amora hanya menggangguk tapi reaksi nya berbeda dengan saat agak mengatakan nya di sini Amora terlihat gelisah tidak se santai tadi pagi.


" Ini masalah untuk ku Aku nggak tahu harus bersikap seperti apa jika aku membalas aku takut terlalu jauh tapi jika aku berdiam diri aku yang akan terinjak-injak Karena bagaimana pun bibi adalah bibi dari suami ku, jaga aku merendahkannya itu sama saja merendahkan keluarga nya, kalian tahu kan juga aku marah aku hanya takut kebablasan aku takut menyakiti suami ku " jelas Amora mengutarakan kegelisahan nya


" Kenapa nggak bilang sama suami mu mungkin dia punya solusi " saran dari violet


" Di depan nya aku berusaha untuk tidak bereaksi apa-apa tapi sejujurnya aku merasa campur aduk lah karena aku tahu suami ku menghormati bibi nya, sekalipun aku adalah istri nya aku tetap lah orang luar di dalam keluarga itu, keluarga tetap lah keluarga " jelas Amora


" Dan jika aku boleh menyimpulkan kamu hanya memikirkan hal yang tidak penting, karena aku yakin kak Agha akan bersikap adil " jelas Rania


Amora hanya mengangkat bahu nya aja


Jangan lupa dukungan ya bestie


Like koment and vote dan juga jangan lupa klik favorit nya ya agar tak ketinggian update terbaru dari author ya Abal Abal ini


Koment yang positif ya bestie kasih saran boleh memberikan ide agar cerita ini terus berkembang


Jangan koment yang bikin mood author down dan menjadi males untuk nulis karena baca koment kalian

__ADS_1


__ADS_2