Glass Winged Butterfly

Glass Winged Butterfly
hari ke 8


__ADS_3

Sore hari, raga pergi ke rumah Greta untuk memastikan keadaan Greta baik baik saja, meskipun dengan rasa takut ia mencoba pergi ke rumah Greta otto


“Permisi” ucap Raga


“Tok tok tok”


“Permisi”


“Tunggu sebentar" jawab Xia yang segera bergegas membuka pintu


“Greta nya ada tante?” Tanya Raga


“Oh, ada ada dia lagi sakit lagi tidur di kamar, yu masuk dulu” ucap Xia


“Makasih tante” jawab Greta


“Iya sama-sama, tante ngambil dulu minum ya kamu lurus aja kamar Greta yang sebelah kiri” ucap Xia


“Ah gak usah repot repot tante” ucap Raga


“Gak ngerepotin kok gapapa” Ucap Xia


Xia memperhatikan Raga dari belakang dan melihat dengan jelas sayap kupu-kupu yang dimiliki Raga


“Oh jadi anak ini” ucap Xia Dalam hati


“permisi” ucap Raga


“eh Raga, masuk ga ” ucap Greta


“gak ganggu kan” Tanya Raga


“enggak kok” jawab Greta


“kamu sekarang keadaan nya gimana? Guru guru pada nanyain kamu” ucap Raga


“Ini udah mendingan, besok deh aku coba sekolah” ucap Greta


“Jangan sekolah dulu, kalo masih sakit mending istirahat aja” ucap Raga


“aku kan tadi bilang udah mendingan” ucap Greta


“Yaudah kalo kamu udah mendingan, tapi kalo masih sakit mending gak usah” ucap Raga


“kamu tenang aja” ucap Greta


Ditengah mereka asik membicarakan kegiatan di sekolah


“Permisi” ucap Xia


“eh bunda” ucap Greta


“Raga, ini diminum dulu” ucap Xia


“iya makasih tante” ucap Raga


“tante boleh duduk kan?” Ucap Xia


“Oh iya boleh tante” ucap Raga

__ADS_1


“Kamu temen Greta?” Tanya Xia


“Iya tante” jawab Raga


“namanya siapa? Maaf tante lupa” ucap Xia


“nama aku Raga tante” ucap Raga


Mendengar jawaban Raga, Xia menjadi penasaran siapa tuan Raga dan kupu-kupu jenis apa Raga ini


“kalo boleh tau nama lengkapnya?” Tanya Xia


“acraga coa tante” jawab Raga


Xia sudah menduga namanya juga pasti di ambil dari kupu-kupu apa ia berasal


Xia melontarkan banyak sekali pertanyaan yang membuat Raga semakin terdesak


Raga yang tidak nyaman akan gerak gerik dan pertanyaan dari Xia mencoba mengalihkan


“udah hampir gelap ya, Raga pulang dulu ya tante ” ucap Raga


“mau pulang? Disini dulu aja, keisan Greta gak ada temen” ucap Xia


Raga menatap Grea dan segera memberi kode bahwa iya sudah tidak nyaman dengan keadaannya sekarang ini, dia berusaha menyampaikan dengan isyarat matanya bahwa ia ingin pergi dari tempat itu kemudian ia berkata


“Emmm Maaf tante pasti ayah saya sedang menunggu di rumah ini juga hampir malam” ucap Raga


“Kalau gitu boleh tante tahu siapa nama ayah kamu” tanya Xia


Laga melihat wajah kita kemudian dia mengingat amanat dari ayahnya bahwa dia tidak boleh memberi tahu nama aslinya kepada siapapun


“Nama ayah saya agus tante” ucap Raga


“Kamu mencoba membohongi saya ya? “ Tanya Xia


Greta yang terbaring lemas di kamarnya melihat ke arah Raga yang sedang kebingungan dan Xia menatap Raga dengan sinis dan tatapan Licik


Xia tiba-tiba berubah menjadi kupu-kupu


Xia menunjuk ke arah Raga dan mengucapkan sebuah mantra dan tiba-tiba Raga menjadi lemas ia merasa ada seseorang yang sedang mencekik lehernya dan ia mulai lemas tak berdaya dan dia terjatuh


“ Brukk”


“RAGAAA” Ucap Greta panik


Raga dan Greta berubah jadi kupu-kupu secara bersamaan


Greta berusaha bangun dan bangkit dari tempat tidurnya, dengan sisa tenaganya ia berusaha membantu Raga


“Greta!” teriak Xia


“diam disana atau nasib kamu akan seperti dia” ucap Xia


Greta tak memperdulikan ucapan bundanya dan tetap bergerak berusaha membantu Raga


“G-gre-greta b-berhenti disana c-cepat ke-kembali ke tempat kamu” ucap Raga lemas


Greta yang nekat membuat emosi Xia semakin tidak terkendali

__ADS_1


“Dasar bodoh” ucap Xia sambil menggunakan kekuatannya untuk menyiksa Greta


“Cepat katakan siapa nama ayah kamu!” Ucap Xia


Melihat Greta yang sudah melemah Raga terpaksa mengatakan siapa ayahnya


“Y-young! Nama ayah saya Young” ucap Raga


“Baiklah saya bisa mendeteksi kejujuran, dan saya perhatikan kamu sudah jujur” ucap Xia sambil menghentikan siksaannya


“Bukk” Greta dan Raga terjatuh


“Greta kamu gapapa kan?” Tanya Raga


Raga mencoba bangun dan ternyata dia tidak berdaya untuk membantu Greta seakan akan tenaga mereka hilang Raga merangkak mencoba mendekati Greta


“Pergi kamu dari sini” ucap Xia


“Pergi atau kamu mau Greta saya …”


“b-baik tante” jawab Raga


Raga pergi dengan merangkak, dia tidak bisa menggunakan sayapnya


Di luar rumah Greta ia melihat banyak bunga dan banyak genangan lumpur, dia memanfaatkan situasi itu untuk menambah tenaganya dan pergi


“Permisi ayah” ucap Raga


“ya ampun Raga kamu dari mana saja? Baru pulang jam segini?” Tanya Ayah Raga


“Ceritanya panjang ayah, boleh aku ke taman aku sangat lemas” ucap Raga


Raga pegi ke taman dan memakan madu dan meminum air lumpur hingga tenaga ny penuh


“Sebenernya ada apa?” Tanya Ayah Raga


“Ada yang menyerap tenaga ayah” ucap Raga


“apa? Siapa? Bagaimana itu bisa terjadi? ” Tanya Ayah Raga marah


“Tante Xia, pemilik Greta “ ucap Raga


“Dia memaksa aku memberitahu siapa nama ayah dan aku sempat berbohong tapi dia malah menggunakan kekuatannya untuk menyiksa ku” ucap Raga


“apa? Jadi kamu memberitahu nama ayah?” Tanya Ayah Raga


“iya yah” Jawab Raga


“kita dalam bahaya, tapi pemilik memang bisa mendeteksi kebohongan, jadi kamu tidak bisa berbohong pada mereka” ucap Ayah Raga


“Mulai sekarang ayah harus behati-hati karna jika nama sudah tertebak maka akan mudah ditemukan” ucap Ayah Raga


“tapi ayah tenang saja aku tidak menyebutkan nama ayah” ucap Raga


“maksud kamu? Kamu berbohong? Bagaimana bisa?” Tanya Ayah Raga


“Aku mengatakan kalau Ayah ku adalah Young bukan Viter , karna sekarang aku punya dua ayah” ucap Raga


Viter sangat kagum dengan kecerdasan Raga dan dia memeluk Raga

__ADS_1


__ADS_2