Gray White Love~

Gray White Love~
Seragam Putih-Abu!


__ADS_3

Hari pertama aku memakai seragam Putih-Abu pun tiba. Bolak balik, muter kanan muter kiri, hampir setengah jam ku melihat kaca. "heeemm boleh juga pakai nih seragam putih abu, berasa udah gede, chika, fighting!" gumamku depan kaca menyemangati diri sendiri. tetiba ponselku berbunyi, kulihat ada notif dari kak Ichal, "semangat pagi Chika,semangat mengawali hari pertama sbg murid SMA, fighting!" tulis kak Ichal. "eeeemmm baru pertama masuk sekolah keknya udah punya gebetan nih" kak Anggi mengagetkanku. "eeyy paansi,nggak lah, oya kaka hari ini anterin aku kan? kaka kan juga pindah sekolah toh?" celotehku pada kakaku yang gantengnya maksimal mirip Kim Roowon SF9 -wkwkwkwk- oiya,sebelumnya memang kami cuma beda 1tahun setengah, jadi bisa bersekolah di sekolah yang sama -yeeeeeeyy-


Bunda : "anggi, Chika cepat sarapan dulu nak. jangan sampai gak sarapan loh" teriak bunda yang daritadi pak pik pek menyiapkan sarapan untuk kami. oiya, bunda dan ayah sudah lama bercerai. meski begitu kami tidak pernah saling menyalahkan, apalagi sampai membenci salah satunya,setiap acara sekolahpun mereka berdua selalu datang utk support kami.


Kak Anggi "njeh bunda, kita sarapan" kamipun sarapan bareng, lepas itu kami bergegas pergi ke sekolah, biasa jalan kaki. ngirit uang zazan bosque -hihihi-


Haapp! sesampainya disekolah, kulihat disekeliling banyak sekali yang memperhatikan kami, aku tau, mereka terpesona dengan kegantengan Kakakku -eciiieee- jujur saja, ku akui, kakaku tinggi, yaaa sekitar 183cm, ganteng, putih, dan yap dia murah senyum, jadi dijamin gak bakal gak suka sama kakak aku ini. Kalo aku? hehehe biasa saja, tapi kata tante ku yang menikah dengan orang asli Korsel katanya anak² bunda ini mirip² dengan idola² Korsel sana.Entahlah, tapi kebanyakan orang dan tetangga terdekatpun berkata seperti itu. "pssstt , Chika, sekolahnya bagus juga tapi ko aneh , semua orang pada liatin kite?" bisik kak Anggi, aku hanya ketawa geli. "heleh orang ganteng ko insecure sih, kan mereka liatin kita karna kaka tuh Gans tauuu" canda aku ke ka Anggi. "Chikaaaaaa" aku sudah tau suara ini, pasti Zea. dan iya saja, dia menghampiri kami sembari berlari-lari kecil.


"Eh ada Zeze, Zeze sekolah disini juga?" tanya kak Anggi, Zea langsung terbelalak melihat kak Anggi, bukan karena dia suka, tapi emang kak Anggi mirip idola K-popnya. sontak saja Zea langsung meluk ka Anggi "oh, oppaa, udah lama ga ketemu, sekolah disini? asek Chi,gue satu sekolah sama bias gue" gurau Zea, emang sih Zea waktu tau aku punya kaka seganteng ka Geral (panggilan aku waktu kecil ke kak Anggi) Zea jadi kegirangan terus,katanya emang mirip banget Kim Roowon SF9 idola dia.


"Ah Zeze biasa aja Ze gak usah sama²in aku dengan biasmu" canda kak Anggi. Lama kami mengobrol didepan gerbang, lalu ka Ichal yang baru datang pun langsung menyapa kami.


"selamat pagi Chika, Zea, eeeu ini siapa Ze?" tanya kak Ichal,


"ooh kenalin Kak, ini Anggi kakaknya Chika" balas Zea.


"oh, murid baru ya, kelas berapa? mau gue anter ke ruang guru?" tawar ka Ichal, entah mengapa tak sengaja mata kita sempat bertatapan, dan itu sumpah buat gue degdeg seerr, hey kenapa kamu se deg deg'an itu? Entah, tolong jangan baper.


"gak usah, nanti gue dianter adek gue aja" jawab ka Anggi ketus, sambil berlalu meninggalkan kak Ichal, aku heran selama ini kak Anggi gak pernah ketus ataupun cuek sama seseorang tapi kenapa sama kak Ichal gitu? Toh kak Ichal bukan orang yang badeur menurutku?!.


kamipun berjalan menuju ruang guru melewati koridor sekolah. "Zea, kamu kelas IPA berapa?" tanyaku pada Zea, aku baru ingat kamipun belum tau kelas apa² nya.


"gak tau Chi, mungkin di mading tertulis kita liat aja" daaann ternyata setelah lihat pengumuman, aku sekelas dengan Zea, yeeeeyy. "kak Anggi, tuh ruang gurunya tinggal belok kiri aja, aku mau ke kelas ya, rebutan tempat duduk soalnya" kataku sambil berlari kecil menuju kelas dengan Zea. "oke, fighting Chi" jawab ka Anggi.


setelah masuk ke kelas dan uwaaaaahh sudah pada kebagian tempat duduk, aku dan Zea hanya bengong, tinggal barisan belakang yang belum terisi, "Chi, gakpapa lah di barisan belakang aja, mata lu gak minus kan?" tanya Zea, "yaudah deh apa boleh buat, nggak lah Ze" aku dan Zea langsung bergegas menuju ke barisan belakang, aku dan Zea seperti biasa berdampingan. 5menit sebelum kelas dimulai, ada yang baru masuk dan semua pun gaduh, aku tanya penasaran ke Zea "Ze kenapa ko pada gaduh, ada apa?" Zea langsung menyeringai "tuh ada si Boby, kalo ka Januar primadonanya sekolah CB kalo dia primadonanya kelas sini, dah 2tahun kaga lulus² soalnya bandel kebangetan" jelas Zea sambil sedikit berbisik. heeemm disekolah populer pun ada siswa yang seperti itu yah. berarti kalau 2tahun gak lulus dia seangkatan sama kak Ichal dong? gerutu gue dalem hati. "heh, bangku ini kosongkan gak ada yang nempatin?" tiba² si Boby nanya sambil gebrak meja aku, sontak saja aku kaget

__ADS_1


"eeh, i iya kak kosong ko" jawab ku gugup, duh gawat sekelas sama yang beginian. mana deketan lagi tempat duduknya.


*Sementara itu, Anggi di ruang guru*


"Assalammualaykum, buk, saya yang murid pindahan dari SMA B, nama saya Anggi Geraldi"


"wa'alaikumussalam, oh iya nak. kamu ngambil kelas IPA kan? kamu dapat IPA3 ya nak, ini dan ini ......." jelas bu Fiska namanya tertulis di mejanya, gue ambil berkas dan buku paketnya lalu menuju ke kelas yang sudah di berikan bu Fiska. ketika gue sedang berjalan di Koridor menuju kelas, gue lihat ada si Ichal dan Rizwan.


"eh kakanya Chika, kelas IPA berapa?" tanya si Ichal yang so gak tau, padahal waktu SMP dia musuh bebuyutan gue sama anak² Paski, gak nyangka bisa satu sekolah sama anak badeur kek dia.


"heh Faisal, lu jangan sok deketin gue yaa apalagi sama adek gue, awas lu. 3tahun kaga ketemu sebego itu lu kaga ngenalin gue?" gertak gue setelah itu pergi.


Ichal : "haaaa tu orang kenapa dah, heh Wan lu napa diem bae si kek yang ketakutan gitu, lu kenal kaga anak baru tadi?"


Rizwan : "heeeeh itukan si Anggi Geraldi, ketua Paski SMP YB yang dulu pernah lo kerjain lo bully"


setelah gue sampai di kelas, ga nyangka bakalan pada welcome, entah karna gue mirip Roowon atau emang pada baik? Hahaha entahlah-


"ohiya temen² ini dia temen baru kita , namanya Anggi Geraldi pindahan dari SMA B, ayuuk disapa_disapa" lah gue heran sama nih satu anak, napa bisa tau nama gua sama sekolah lama gua? gue liatin dia keheranan, keknya dia udah sadar sama cara gue liatin dia "oh, maaf Nggi, gue ketua kelas disini merangkap ketua Osis, nama gue Januar Santoso, salam kenal, semoga bisa temenan baik² ya" waaaa gue exited banget, soalnya di sekolah yang dulu² kaga deket sama osis, kalo ga bermasalah sama si Ichal ya masalah sama anak² basket, ampun dah, jangan ditiru ya temen² -hehehehe-


"Anggi, kamu duduk deket gue aja, kosong ko" tawar Januar,


tak lama datang si Ichal dan konconya, sontak gue langsung gereget pengen ninju, secara dia udah ngebully gue habis²an waktu zaman SMP, pas si Ichal masuk tatapan gue udah beda sama tuh bocah.


"waaaahh Januar, gue boleh ga bikinin Grup Cogan buat kalian ber3? Januar, Anggi sama Ichal, cocok banget loh" celetuk salah seorang siswa yang sepertinya kutu buku? entahlah karna dia pakai kaca mata -wkwkwk-

__ADS_1


setelah itu, datang guru dan kelaspun dimulai.


*Jam istirahat tiba, Kantin!*


"Zea, mau jajan apa?" tanya gue sambil pilih² menu. uwaw sekolah ini kaya sekolah di drakor², kantinnya apa lagi.


"heh Chi, tuh kakak Lo jalan sama Primadona kita, cogan semua" Balas Zea yang malah fokus liatin kaka aku dan Ka Januar, emangsi aku liat sekeliling juga ciwi² pada kesengsem sama mereka, yang satu mirip Roowon yang satu Primadonanya satu sekolah. tapi mataku hanya tertuju sama kak Ichal, entah kenapa? aku melemparkan senyuman ke ka Ichal, dan ka Ichalpun membalas senyumanku dan menghampiriku.


"Eh Chika, jajan apa?" tanya ka Ichal, waaa dari dekat liat ka Ichal hatiku makin deg deg seerrr.


"jajan Roti Pizza ka, kalo kakak?" tanyaku, baru saja aku merasa dekat sama ka Ichal, lalu kakaku datang dan tiba²


"heh Ichal, gue udah pernah bilang sama lo ya jangan deketin adek gue" gertak ka Anggi, aku kaget kenapa ka Anggi segitunya sama ka Ichal? ada masalah apa? emang udah pada kenal? pertanyaan² yang muncul didalam fikiranku.


"Ok Ok, gue mundur. Chika, maaf ya, nanti kalo gak ada kakakmu, aku samperin lagi" kata ka Ichal sambil berlalu meninggalkan kami.


"i...iyaa kak" jawabku.


"heeee, Anggi kakaknya Chika?" tanya kak Januar keheranan,


"iya ka Januar, Chika adeknya ka Anggi, kenapa gak mirip? hehe" jawabku santai, kulihat ka Januar hanya tersenyum.


"waaahh Geral, udah berani sekarang ya? btw lo berubah"


tiba² Boby ikut²an ketus, kenapa dengan mereka? aaahh bodo amat itu urusan mereka ,yang penting roti pizzaku sudah jadi.

__ADS_1


"Zea, ayo Ze. kita duduk disana" ajakku, Zea pun nurut dan kami makan bersama..


__ADS_2