Gray White Love~

Gray White Love~
Kisah kasih pun dimulai!


__ADS_3

Chika langsung masuk kekamarnya sambil merebahkan dirinya dikasurnya. Chika tidak bisa tidak senyum saat itu, memikirkan pernyataan ka Ichal tadi.


"haaaahh akhirnya bisa rebahan juga" kataku sambil rebahan ditempat teeerrrnyaman, iyap yaitu kamar dan tentu saja kasur -wkwkwk-


"masuk" kataku sambil bangkit dari tempat tidur.


"loh kok belum mandi nak?" oohh ternyata bunda, yang baru saja selesai menyetrika baju² kami. kalian penasaran bundaku kerja apa? beliau jualan online, walau begitu kebutuhan finansial kami terpenuhi, juga Ayah slalu rutin kirim kita uang jajan tiap bulan.


"hehe iya nih bun, sebentar lagi mau ko" jawabku, sambil cengar-cengir. Jujur kalo sudah kegirangan tingkat tinggi, aku tak bisa menyembunyikan betapa merahnya wajahku karena senang. "loh nak, kenapa wajahmu merah?" tanya bunda keheranan. aku langsung menutupi wajahku dengan kedua tanganku "aahh bunda apasi, ngga, mungkin kepanasan karena belom mandi aja" jawabku malu² meong -ehehehey- "yaudah , sana mandi, bunda sudah bikinkan rendang kesukaan kalian. tapi makannya tunggu kakakmu ya biar bareng²" kata bunda sembari melangkahkan kakinya keluar kamar. akupun bergegas mandi.


*sementara itu di Perpustakaan kota*


Zea : "aduh Boby, kita disini udah 2jam, nanti saya dimarahin Ibu sama Bapak saya tau!" gerutu Zea pada Boby yang memaksanya menemani Boby di Perpus.


Boby : "yaudahsi nanti gue yang ngomong sama nyokap bokap lu, bereskan. lagian liat tuh si Oppa mu udah datang" Boby menunjuk Anggi. ka Anggi pun berjalan mendekati kami yang sedari tadi sudah menunggunya, eeu sebenarnya bukan menunggu tapi saya dipaksa Boby buat nemenin kegalauannya.


Anggi : "loh kalian berdua udah berapa lama disini? Zea, orgtua kamu gimana? ga akan marah kan?" kata ka Anggi sambil menyeret kursi dan duduk.


Zea : "udah gkpapa ka orangtua ku sudah ku chat ,hehe .eh ka Rizwan mana?" tanyaku sambil clingak clinguk cari ka Rizwan


Anggi : "oohh, Rizwan gakbisa datang katanya Nyokapnya sakit gak ada yang tunggu" jawab ka Anggi sambil mengeluarkan buku² yang akan jadi referensi kami. Ka Anggi, keheranan melihat Boby yang santai² saja. Saya jadi canggung, karena selama kerja kelompok ka Anggi dan Boby diam²an. Ngobrol hanya ketika diskusi setuju apa enggaknya. aduh tolong selamatkan saya dari keheningan ini. teriak didalam batinku -ku menangiiissss tetetetewwww- wkwkwk akhirnya, setelah satu setengah jam kami berkerja kelompok, beres juga. ka Anggi menanyakan ku apakah mau diantar atau tidak, kubilang tidak karena ndak enak tadi Boby sudah menawarkan duluan , dan dia mau bertanggungjawab kalo Ibu sama Bapak saya marah! -ahiw sosweet- diperjalanan pulang, seperti biasa, saya dan Boby malah diem²an. "setdah, hening amat yak, berasa uji nyali saya, mending tadi pulang sendirian saja" gerutuku dalam hati. sesekali saya melihat raut wajah tampan Boby. eeemm menurut saya Boby ini terhitung cogan,hanya saja kelakuan nya yang bikin mines -hueeee-

__ADS_1


"Eeeemm, Bob, saya boleh nanya sesuatu?" tanya saya pada Boby memecahkan keheningan.


"boleh" jawabnya singkat sambil mengeluarkan sebatang rokok -jangan ditiru yak mentemen-


"maaf maaf nih ya, emang ada masalah apa sama ka Anggi? kelihatannya kamu gak suka sama dia?"


"hmmm, kamu gak balakan percaya sama critaku. tapi intinya, dulu zaman smp, gue , Ichal dan Geral sekelas, dan ya gue sama Ichal dulu bandel banget sampe disebut tukang bully, salah satunya ya si Geral. dulu mah dia orangnya kecil,sekarang berubah, salut gue!" ooooohhh ini toh silsilahnya, saya tau sekarang. heeemm pantesan ni bocah kaga naik² kelas toh dari zaman oldnya juga dah bandel. hadeuh bisa²nya saya tertarik sama ni orang.


sampailah saya dirumah,dan benar saja Boby memberi penjelasan ke Ibu dan Bapak saya. Dan Alhamdulillahnya mengerti.


*Di rumah Chika dan Geral*


"assalammualaykum, bunda, Anggi pulang"


"hehe, maaf² abis bisnya lama dek, oiya bunda mana?" tanya ka Anggi sambil membawa segelas air.


"oh, bunda sudah tidur ka"


"Chika, kamu beneran suka sama Ichal?" tanya ka Anggi,mendengar pertanyaan itu, rasanya sebel. aku gak suka ka Anggi terlalu ikut campur dengan masalah pribadi ku.Bunda saja membebaskan.


"kakak, kenapa si? kaya yang punya dendam aja sama Ichal. kan kata Chika juga coba jelasin,jangan cuma di Intro doang"jawabku rada ketus. sebenarnya gak enak ngelawan kakaku, tapi mau gimana lagi.

__ADS_1


ka Anggi pun hanya tersenyum mendengar ketusanku. lalu ka Anggi bilang "Yaudah, kaka gakkan ikut campur deh. asal kamu bahagia, kaka juga ikutan seneng" katanya. aku melihat wajah kaka tersenyum, nah aku rada sedikit lega mendengarnya.


setelah makan malam,dan aku pun hendak tidur. tetiba ponselku berbunyi. aku langsung membukanya,ternyata emang dari ka Ichal.


Ichal : "Chika,sudah tidur belum?" heeemm membacanya saja rasanya pengen guling² dikasur. langsung kubalas pesannya "belom kak, kak, Chika mau jawab sekarang aja boleh?" dan klik ku kirim.. tak menunggu berapa lama. lalu ka Ichal membalas "boleh ko,silahkan". dengan hati yang sudah tak karuan dag dig dug seerr, badan panas dingin, jaripun bergetar saat akan mengetik. "Emmm, kak, Chika juga suka sama kakak" lalu kukirimkan pada kak Ichal.-waaaaa gini toh rasanya jatuh Cinta?-


tidak lama setelah pesanku terbaca kak Ichal, kak Ichal langsung nelfon. kamipun larut dalam suasana berbunga² pada malam rabu itu. kami telfonan sampai kami tertidur.


*Esok harinya di Gerbang sekolah*


aku dan ka Anggi seperti biasa berangkat ke sekolah. setelah sampai di gerbang depan, entah kenapa rasanya senang sekali. apa karena sebentar lagi bertemu sang pujaan hati? aaahh entahlah. kucoba merapikan perasaan ku, tapi tetap saja bunga² yang sedang bermekaran dihati ku ini tidak dapat ku sembunyikan, akhirnya ka Anggi mengetahuinya.


"Chika, kaka tau, klo mukamu memerah pasti lagi seneng atau lg jatuh cinta kan?" singgungnya sambil mendorong² canda bahuku. aku hanya tersenyum malu. lalu kuperhatikan kak Januar mendekati kami.


"pagi Anggi, pagi Chika" sapa ramah ka Januar.


"pagi Jan" sapa kakaku, aku hanya tersenyum padanya. lalu ka Januar sepertinya ngeuh dengan raut wajahku ini.


"Chika, ko mukanya merah? lagi sakit?" tanya nya sambil berusaha mendekati aku. aku spontan menghindar karena malu -wewewew-


"haha,Jan, percaya gak? adek gua ditembak ama si Ichal" jawab kakaku denngan candaannya aku langsung mencubit manja lengan kakakku. " ih kakak apasih " kata ku malu² meong. "hah apa?" ka Januar keheranan. aku melihat ka Januar berbeda dengan ekspresi ramah yang biasa ia tunjukan. tapikali ini sangat berbeda.masa kaget sampai raut wajahnya begitu? aku sungguh tidak mengerti. aku dan kakaku sampai terkaget².

__ADS_1


jadiii, kalian team Ichal atau Januar? tunggu kelanjuta kisah Chika and the genknya ya......


__ADS_2