Gray White Love~

Gray White Love~
Terserah~


__ADS_3

*Ruang Kelas IPA3*


Ketika suasana kelas gaduh, kuperhatikan sekeliling hanya aku, Januar dan Ichal yang duduk diam dibangku masing², yang lain ada yang sedang main game, bahkan sampai main bola didalam kelaspun ada. "elaahh gimana si Januar bisa fokus belajar, suasana kelas aja begini" gumam gue.


Ichal : "Januar! tolong dong, jelasin tugas tentang penelitian hewan mamalia kemarin yang dari bu Fiska?" teriak Ichal yang menghampiri Januar. gue heran, kenapa dia bisa berubah 180⁰ ? "jangan terbawa Geral, kau baru sekali lihat Ichal begini, aslinya gak tau" lagi² gue suudzon sama Ichal. Habisnya zaman SMP dulu, dia anaknya bandel, mengandalkan kekuasaan orangtuanya. oiya, gue baru sadar, kenapa ga ketemu sama si Boby? bukannya dia seangkatan sama gue? tadi dikantin aja ketemu?


tak lama, Bu Fiska masuk kelas.


bu Fiska : "Anak², buka buku paket ipa halaman 54, disitu tertulis untuk penelitian hewan mamalia, lanjutan halaman 53 kemarin, tapi enaknya disini tidak harus berkelompok dengan yang sebaya, bisa dengan adek² kelas dari kelas 1 IPA3. nah ibu beri waktu 3hari ya, selamat mengerjakan" jelas bu Fiska tanpa memberi tahu kami bagaimana sistem dan pembagian kelompoknya.


"ah elah dah kaya anak kuliahan aja cuma dikasih bocoran kek gitu, Januar, gue sekelompok ma elu dong, boleh?" gue langsung nyerbu si anak nomor satu di sekolah ini.maklum gue baru pindah dan harus deket² anak pinter -wkwkwk-


Januar : "boleh Nggi, tapi gue juga kelompoknya gimana bu Fiska, biasanya bu Fiska ga langsung jelasin sama siapa²nya tapi dikirim lewat grup chat" jelas Januar sambil membuka buku paketnya. dan tak lama truuung truuung truuungg suara gadget dikelas ini ramai berbunyi berbarengan, keknya bu Fiska dah ngirim kelompoknya.


Saat pertama gue liat nama kelompok gue, gue langsung kesel, gimana gak kesel wong kelompoknya aje ngaco gini


tertulis dipesan, dan yang bisa gue baca hanya sebagian karena langsung ditutup saking keselnya


kelompok 1 : Ketua - Anggi Geraldi , Anggota Rizwan Hakim, Boby Axel, Zea Zisca


kelompok 2 : Ketua - Januar Santoso, Anggota Chika Monique, Faisal Arrasya, Arjun Hasby


"Januaaarr bisa kaga kelompok ini diubah? misal gue jadi ama elo gitu?" rengek gue ke Januar yang seakan ga terima dengan keputusan bu Fiska.


Ichal : "udahlah Geral, bu Fiska orangnya tegas ga kan mungkin bisa diubah lagi, gue janji gabakal ngapa²in adek lu,kan ada Januar juga" celoteh Ichal sambil tersenyum, selama ini , gue baru liat senyum tulus ichal.aahh tapi kutepis jauh² rasa empati gue


Anggi : "Jan, gue titip adek gue yee ama lu" balas gue, Januar cuma ngangguk.


*Sementara itu diKelas Chika dan Zea*


"Zeaaa, udah dapet kiriman chat dari bu Fiska?" teriak gue


Zea : "udah, hueee kite pisah Chi, enak bgt lu ama primadonanya sekolah ini" canda Zea sambil senyum².

__ADS_1


Chika : "haha Ze, gue lagi hoki aja ini" balas gue. gak lama Zea menghampiri Boby yang sedang asyik bermimpi, aneh banget ni anak bukannya malu dah 2tahun ga lulus tapi kerjanye tidur melulu -jangan ditiru ya teman wkwkwk-


Zea : "Boby, ayo ke ka Anggi, kita sekelompok loh"


aku lihat Zea memberitahu Boby, dan Boby langsung membentak Zea "bodo amat, gue titip nama aje, sama uang buat fotokopy nih, apalagi sekelompok sama si Geral, gakmau gue" celotehnya yang entah kenapa si Boby marah stiap denger nama kakak aku?


aku melihat keluar jendela, ada ka Anggi, ka Januar, ka Rizwan, dan yaaa, ka Ichal si ganteng kalem. what ganteng kalem? hmmmm😅


"Mana yang sekelompok ama gue?" kata ka Anggi tegas pas masuk ke kelas ku, mendengar suara kaka ku , Boby langsung bangun dan berjalan menghampiri kakaku


"Geral kecil, sekarang dah besar ya!" gertak ka Boby ke ka Anggi sambil menepuk bahunya.


"Boby, Zea, Rizwan nanti malam kita ketemuan diperpustakaan kota ya jangan ada yg ga hadir" pinta kakaku lalu berlalu keluar kelas.


Ichal : "Chika, kita sekelompok yeeeyy"


aku lihat ka Ichal kegirangan kita sekelompok. Oh tidak hatiku tolong jangan baper.


Januar : "Chika, Ichal, Arjun nanti abis pulang sekolah kita kerja kelompoknya di perpus kota yah" pinta ka Januar.


"Chi, pulang bareng?" tanya Zea yang menghampiriku yang masih berkemas buku paket.


"hweeee ngga Ze, aku harus kerja kelompok nih" jawabku sembari menggendongkan tas warna blue sky ku.


"ecieeee kerja kelompok ame cogan smua, eh tapi tadi ada yang sekelas nggak kelompoknya?" Oiya Zea mengingatkan aku,aku lupa tadi namanya siapa? aku belum sepenuhnya mengenal teman² kelas ini.


Arjun : "Chika ya? gue sekelompok ama lu,kerja kelompok dimana?" whaaatt Arjun? emang ada cogan dikelas ini? aku baru tau. "ngedip napa Chi" Zea mengagetkanku, akupun tersipu malu -ahiiww-


Boby "Zea, hayo ke perpus" ajak Boby yg berjalan menuju kami.


"lah bukannya nanti Bob?"


"sekarang aja, temenin gue, gue males pulang ke rumah" haaaahh si Boby blak²kan banget, bisa² orang lain salah faham kan?!

__ADS_1


"yang becus lu kerja kelompok" tegur Arjun yang mendorong kepala Boby, sontak aku kaget kenapa dengan mereka? dari pertama ka Ichal dan ka Anggi, skrg ka Boby dan Arjun? rasa penasaranku semakin menjadi, tapi anehnya, ka Boby gak ngebales Arjun sama sekali -uwaaaaww-


Zea dan ka Boby pun berjalan bersama meninggalkan kami. aku aga ada rasa takut sama Arjun setelah melihat perlakuannya ke ka Boby tadi, kamipun berjalan dikoridor sekolah. aku jaga jarak sama Arjun, tolong lama banget sih sampai ke gerbang, aku takut kata ku dalam hati. kayaknya Arjun menyadari tingkah ku.


"heh Chika, tenang aja, gue mah gabakal nyerang cewek kali" katanya memecahkan keheningan


"heh, eehh i...iyaa" jawabku. dan akhirnya sampai digerbang depan, kak Ichal melambaikan tangannya, betapa tenang hati ini ketika sudah ada ka Januar dan ka Ichal.


"hayuk berangkat" kata ka Januar. kamipun berjalan bareng² menuju perpustakaan. aku baru sadar dikelompok ini, aku sendirian ceweknya.


haapp! tiba diperpus, kamipun memilih tempat duduk yang paling nyaman. kak Januar mulai memilihkan tema dan hewan apa yang akan kami teliti. kurleb selama sejam setengah kami bekerja kelompok. "sudah dulu sampai sini,besok dilanjut kasian Chika udah gerah kayaknya ya Chi?" tanya ka Januar sambil tersenyum, ka Januar itu murah senyum dan supel, pinter lagi, dijamin cewe² pasti kesengsem kecuali aku yak -ehehehe-


kami berkemas dan pulang. "eh Chika, mau kaka anterin gak?" tanya ka Ichal. mau gak, mau gak? ya mau lah masa enggak! -wkwkwk- ngga deeng harus jaim dong guys.


"emang searah kak?" tanyaku basa-basi, padahal dalem hati aku udah jungkir balik -awowokwok-


"searah Chi, lagian dah sore. si Januar sama si Arjun dah pada pulang, gue bosen pulang sendiri" jawab ka Ichal. aku hanya mengangguk kecil dan senyam senyum sendiri -tenang² masih waras ko wkwkwk- kami pun berjalan berdampingan, heeem ka Ichal, aku baru ngeuh parfum kaka wangi banget, padahal dah sore tapi wanginya nempel. waaahh telapak tangan ka Ichal juga lembut banget, putih pula, apalagi kalo pegangan tangan ya? "haaah , he Chi apaan si lu tepis jauh² fikirannya" gerutu gue menyadarkan diri.


ternyata kalo jalan berdua sama orang yang kita suka , ga kerasa ya, udah depan rumah lagi.. lalu tiba²


"oiya Chika, kamu punya pacar?" tanya ka Ichal, aku kaget kenapa langsung nanyain itu? OMG OMG gue kegirangan banget.


"ng...nggak kak, Chika ga punya, kenapa emang?" laa buset keringet dingin nih badan -uwwoow-


"hehe, Chika, Chika, ko gugup. Chika, kaka suka loh sama Chika" kata ka Ichal sambil badannya aga jongkok kek di drakor². duaaarr duaaarr kembang api bermunculan di hati aku. kalo ga malu mah aku mau jingkrak², tapi malu dong jaga image depan gebetan, eh bentar lagi calon pacar deengg.


"ha.. haahh. kak, kita pan baru ketemu?" jawabku yang kegirangan, ta bisa kusembunyikan pipi merah ini.


"Chika, gausah jawab sekarang, besok juga gak papa. yawda cepet masuk, nanti Anggi nyariin lagi. kaka pulang dulu, byee~" udah ngomong gitu ka Ichal pergi, aku hanya bengong menatap punggungnya dari belakang. tak lama kemudian "Chika!"


Chika : "ah kakak, ngagetin, mau ke perpus kak?" tanya ku pada ka Anggi yang entah sejak kapan ada dibelakang ku?


"Chika, kaka nitip ya jangan pacaran sama si Ichal, Ichal itu..." belum ka Anggi melanjutkan omongannya, aku langsung memotongnya "Ichal kenapa?, emang kaka tau siapa ka Ichal? seberapa taunya kaka sama ka Ichal, coba jelasin Chika, Chika pgen tau?" jawabku. selama ini aku nurut² aja sama ka Anggi, tapi untuk asamarku , aku harap ka Anggi ga terlalu ikut campur! ka Anggipun kaget mendengar ucapanku , sambil tersenyum, ka Anggi pun memberi penjelasan yang ngga aku mengerti "Wah adek kaka udah gede yah, terserah , Chika mau sama siapa aja, asal bahagia. tapi kaka titip, tidak semua orang bisa dilihat dari luarannya saja, contoh nya Ichal. dah ya kaka ke perpus dulu" sambil mengusap rambutku, ka Anggi pergi begitu saja.

__ADS_1


"terserah... yang penting,aku bahagia , orang yang aku suka menyukaiku" gumamku di hati....


__ADS_2