
"Chi, saya duluan ya ke kelas" ucap Zea yang memecahkan keheningan kami.
"ya Ze, nanti aku nyusul bentaran lagi" jawabku yang masih asyik dengan Roti Pizzaku. Ku lihat ka Anggi sedang asyik ngobrol masalah tugas yang diberikan oleh gurunya dengan ka Januar, sebenarnya aku ingin menanyakan perihal perlakuan ka Anggi tadi ke ka Ichal tapi apa boleh buat, aku hanya anak bawang disini -hweheheh-
*Sementara itu Zea sesampainya di Ruang Kelas*
"Haha, anak sok Kaya lu Bob, bilang sana ke bokap lu suap guru lu biar lu bisa naik kelas napa" saya mendengar teriakan Arjun dari luar kelas, saya langsung berlari melihat kedalam kelas.
"ada apa ini, Nin?" tanya saya penasaran sama Nina
"itu Ze, Boby lagi dibully sama Arjun, gue denger sih mereka emg bermasalah dari sananya" jelas Nina. Saya lihat ko si Boby diem² bae, padahal tadi sama ka Anggi di kantin berani.
"haha, Arjun, fikiran lo jorok juga ya. wah itu pemikiran kriminal tuh" balas Boby memberanikan diri.
"apa lo bilang, dasar anak bermasalah" saya melihat Arjun mulai marah dan mulai emosi, saya langsung menghampiri mereka. Bukan karena sok-sok'an berani, tapi saya tau bagaimana rasanya di Bully.
"eeeuu, Arjun, saya rasa kamu gak perlu ngusik orang yang gak ngusik kamu" tegas saya, padahal sebenarnya saya tuh takut -hueeee-
"apa lo Zea mau ngebela Boby? Lo gak tau sih gimana bejatnya dia zaman dulu" teriak Arjun, dia tidak nerima saya membela Boby
"bukan gitu, tapi kita disini semua baru masuk, jangan sampai kelas kita dianggap buruk sama orang" jawab saya
"bener tuh Jun" jawab Nina membela saya. Untunglah Arjun pergi meninggalkan saya.
"Bob, kamu kenapa? tadi di kantin aja berani sama Ka Anggi?"
"udahlah Ze, gak usah ikut campur urusan gua" jawab Boby ketus berlalu meninggalkan saya.
sayapun duduk ke bangku saya. dan tak lama Chika datang.
"kenapa Ze? tadi aku ga sengaja nguping diluar?" tanya Chika penasaran. Sayapun menjelaskan semuanya.
*Di Kelas IPA3*
"eemm Nggi, kamu kenal sama Ichal?" tiba² Januar nanya gue tentang Ichal, mungkin karena kejadian di kantin tadi.
__ADS_1
"kenal, kita satu sekolah dulu di SMP YB" jelasku singkat, lalu Ichal dan Rizwan pun datang ke kelas, dan gue langsung menghampirinya.
"heh Chal, awas ya lu deket² lagi Chika!" gertak gue. Karena gue ga mau adek gue berurusan sama cowok gabener tukang bully kaya Faisal.
"Anggi, gue minta maaf klo dulu gue banyak salah sama lo!" ga nyangka anak bandel ini minta maaf ke gue. tapi gue gak akan terpengaruh begitu saja.
"Ichal, lo gak inget 3tahun yang lalu sebelum lo pindah ke Jkt? lo mengatakan hal yang sama. tapi apa? sama aja!"
*3tahun yang lalu,di SMP YB ketika Anggi dan Ichal kelas 1 semester 2*
"anak², setelah bapak selesai mengajar tolong piket kelas ya" perintah pa Anwar wali kelas kami.
"asiaaap pak" balas Ichal , si murid nakal, tukang bully, dan yap Playboy!
pelajaran pun selesai dan kamipun berkemas.
"heh Anggi, lo yang beresin semuaaaa kelas ini, yoo gue cabut"
"Ichal, bapak nyuruh kita yang piket bukan cuma aku" jawabku pada Faisal yang seenaknya nyuruh.
Anggi : "ba... baik kalo gitu" jujur aku takut.
Ichal : "ohya Geral, abis piket beliin kite rokok okey?"
Anggi : "tapi Chal, saya gaberani, takut ada yang laporin"
Bobby : "Lu kan anak pemberani, gue jamin kalo lo berhasil, kita kaga bakalan bully lo lagi!" mendengar ucapan boby aku pun merasa ingin bebas dari semua perintah dan bullyannya. selesai piket pun, aku langsung ke warung dekat sekolah untuk membeli rokok.
Anggi : "permisi bu, eeeemmm bu ada ro... rokok Cl**s M**d?" ucapku gugup pada ibu² penjaga warung
tapi tiba² ada pa Anwar yang menghampiri aku.
Pa Anwar : "Anggi Geraldi!" bentak pak Anwar mengagetkanku. aku langsung menunduk , dan tak sengaja melihat Ichal dan Boby didepan warung sedang tertawa mengejek ku, aku faham, mereka takkan pernah jera membully ku.
Anggi : "Pak, bukan aku pak, aku disuruh Ichal dan Boby" jawabku sambil menunjuk mereka.
__ADS_1
lalu kami semua dipanggil ke ruang guru dan disidang.
Pa Anwar : benarkah Ichal, apa yang dikatakan Anggi?
Ichal : "ah si bapak, ya ngga lah,sebandel² nya saya mana mungkin mau beli rokok di depan sekolah,gila aja" jawabnya santai, gila tuh anak depan guru aja berani. gerutu aku dalam hati.
Pa Anwar dan Pa Kepsek pun berunding. memang dulu Ayahnya Ichal adalah ketua Yayasan di SMP ini, jadi tak ada yang berani dengan dia walau sudah jelas kenakalannya.
akhirnya. yang diskors hari itu adalah aku selama 2 minggu. selama masa skorsing,aku belajar cara bela diri, merawat diri, dan akhirnya tiba saat nya kembali ke sekolah.
dengan percaya diri, aku melangkahkan diri ke sekolah. kulihat mereka terpesona dengan penampilan ku yang sekarang.
"wah Anggi berubah ya!" kata salah seorang teman sekelasku, akupun tersenyum..
sampai dikelaspun, aku heran kenapa Ichal dan Boby belum datang? entahlah. mungkin kesiangan.
"eeeh Anggi udah tau belum, si Ichal dan si Boby di DO loh, sekarang terakhir mereka sekolah , itupun untuk meminta maaf sama anak² yang pernah mereka bully" jelas Langit.
haaahh kenapa di DO? lalu Skorsing aku 2minggu lalu untuk apa? apa mereka ngelakuin hal yang lebih ekstreem? aku langsung berlari² untuk bertemu Ichal dan Boby. aku menemukan mereka di dekat Ruang Kepsek.
Anggi "Ichal, Boby!" sapa ku pada mereka. kulihat mereka terheran² dengan penampilanku.
Boby "wah Geral, kamu berubah yah. selamat loh, kita malah di DO, yaahhh gabakal ketemu kamu lagi deh" jawab Boby yang menepuk pundakku.
Ichal "Anggi, gue minta maaf. gue gak akan ngulangin lagi" aku kaget, ko dia bisa ngucapin kata itu, tapi tak ada raut penyesalan di wajahnya. setelah itu, mereka berdua pergi, dan menepuk² punggungku. akupun berlalu meninggalkan ruangan kepsek dan menuju kelas. tapi ada yang aneh, sepanjang koridor teman² melihat aku tertawa geli. ah sial, pasti ini gara² Ichal dan Boby. aku langsung meraba punggung dan benar saja ada tulisan yang bertuliskan "aku Geraldi, badut yang bisa kalian suruh²"
aku langsung merobek kertas itu dan membuangnya, dan berlari menemui Ichal & Boby. ku lihat mereka berjalan ke gerbang belakang sambil merokok dan terkekeh² kegirangan karena telah berhasil ngerjain aku.
"Ichal, Boby lihat saja nanti" gumamku sambil mengepalkan telapak tanganku saking kesalnya...
*Back to Zaman Now SMA CB*
Ichak : "haha Geral, gue minta maaf, itu gue lagi masa² labil. gue jamin disini gue gak kan kaya gitu. tanya Januar, udah 2tahun gue sekelas sama dia"
Januar pun langsung mengerti dan menjelaskan pada ku.
__ADS_1
Januar : "Benar Anggi, Ichal sudah berubah, dia lebih pendiam" walau Januar berkata seperti itu. gue ga akan gampang percaya sebelum gue liat sendiri...