GRILS COOL

GRILS COOL
#11


__ADS_3

"oh iyah saya sudah mendapatkan informasi nya bos"ucapnya dengan wajah tenang


"Hm bagus lah kaw memang bisa diandalkan zero" ucapnya memuji sang asisten sekaligus sahabatnya tersebut.


zero yang mendapatkan pujian dari sang big bos langsung tersenyum bangga pasalnya sahabat sekaligus atasannya tersebut sangat jarang memuji bawahannya


tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul enam sore kini mereka sudah berada di ruangan rapat perusahaan KIM HAN GROUP perusahaan terbesar nomor satu sedunia siapa yang tidak mengenalnya tapi tentu tidak semua orang mengenal pemilik perusahaan raksasa tersebut dan bagaimana reaksi mereka saat mengetahui bahwa pemilik dari perusahaan tersebut ternyata masih berusia sangat muda


"baiklah tuan Brian langsung saja kita mulai"ucapnya dan mempersilahkan mereka untuk memulai persentase agar rapat berakhir dengan cepat


"baiklah tuan "ucapnya dan mulai persentase (mereka menggunakan bahasa inggris) our plan for the development that miss going to do is blablablablablablablablablablablablablablablahhdgsggsjjndbhjsbs


*oke skip*


"baik lah tuan selamat bergabung dengan perusahaan kami semoga kerja sama kita berjalan dengan lancar dan bukan hanya rancangan nya saja yang sempurna tapi kami juga ingin hasil yang sempurna "ucap zero dengan tersenyum tipis

__ADS_1


"tentu saja tuan kami akan membuktikannya" ucap dari tuan Brian dengan sunggu-sunggu saat menjabat tangan zero dan saat menjabat tangan zura


"kami akan tunggu hasil yang memuaskan dari mu tuan Brian"ucap zura dengan tatapan dan aurah dingin


"tentu saja nona zura kalau begitu kami pamit undur diri lebih dulu sampai bertemu di proyek bulan depan nona ucapnya setelah melepaskan jabatangan mereka


"mari saya antar tuan"ucap zero saat mereka telah selesai ber jabatangan


"Hm baiklah"ucapnya dan berjalan bersisian dengan zura diikuti sang asisten di belakang sambil sesekali mereka mengobrol tentang bisnis. saat sudah di depan lif mereka langsung masuk zero langsung menekan angka nomor satu untuk turun ke lantai dasar dan setelah itu mereka kembali melanjutkan pembicaraan mengenai bisnis.


saat sudah berada di lantai dasar dan memastikan rekan kerjanya pergi mereka langsung berjalan kembali menuju lif untuk naik ke atas


"baiklah bos"ucapnya setelah itu tidak ada pembicaraan apapun sampai pintu lif terbuka


"cepatlah aku mau dalam waktu lima menit kau sudah diruangan ku"ucapnya kembali dan berjalan dengan cepat meninggalkan sang asisten yang masih menggerutu dibelakang

__ADS_1


lima menit kemudian zero sudah berada di hadapan zura dengan berkas ditangannya


"ini bos berkas yang anda inginkan"ucapnya sambil menyerahkan berkas yang berada di tangannya, zura langsung menariknya dan membacanya dengan teliti


"jadi wanita ini adalah istri simpanan dady ku tapi mereka baru memiliki anak sekarang karena sebelumnya pernah keguguran" terangnya meminta penjelasan dari zero atas informasi yang didapatnya


zero hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban zura yang mendapatkan jawaban dari zero kembali membaca keras yang dipegangnya dengan perasaan hancur, kecewa dan dendam


zura membaca setiap tulisan dengan teliti disitu dikatakan dadynya sudah lebih dulu menikah dengan Adelia ibu tirinya sebelum menikah dengan karin momynya . dadynya menikahi momynya karena Grandpanya tidak setuju kalau dadynya menikah dengan Adelia ibu tirinya karena asal usulnya yang tidak jelas


disitu juga dikatakan dengan jelas kalau dadynya mau menikah dengan karin dengan perjanjian dia juga bisa menikahi Adelia dengan status istri sirih dan Grandpa nya menyetujui asalkan tidak ada orang yang tau


setelah perjanjian tersebut dadynya langsung menikah dengan Adelia awalnya dia menolak dengan keras tapi karena dady nya terus membujuknya dia akhirnya menerima dady nya sebulan setelah pernikahan mereka dady nya kembali menikah dengan momynya


setelah menikah dengan momy nya dady nya selalu bersikap dingin dan sangat jarang ada waktu dengan momynya hingga akhir hayat momynya pun dadynya tetap bersikap dingin berbeda ketika berada di dekat Adelia dadynya selalu bersikap lembut dan perhatian

__ADS_1


dady nya juga jarang memberikan kasih sayang terhadap dirinya dan kakaknya berbeda sekali terhada wanita tersebut dady nya selalu perhatian dan sangat mengharapkan anak yang ada di kandungannya tak jarang dady nya mengusap perut buncit itu ketika sedang makan dan menanyakan apa yang dia butuhkan


zura yang membaca semua informasi tersebut langsung mengepalkan tangannya dengan keras ditambah mengingat perlakuan dady nya terhadap momy,kakak serta dirinya ingin sekali zura menghajarnya sampai babak belur dan memohon ampun darinya


__ADS_2