GRILS COOL

GRILS COOL
#7


__ADS_3

zura langsung menatapnya dengan tatapan tajam seperti ingin membunuhnya


"he nenek lampir apa-apaan sih lo main siram-siram aja" ucap bella dengan wajah kesal


kesya hanya mengabaikannya saja dan berjalan kearah Kevin dan merangkul lengannya dengan manja. Kevin langsung menepis tangannya dengan kasar


"Is apa-apaan sih lo nggak usah deket-deket alergi gue" ucapnya dengan nada ketus


bella yang melihatnya langsung tertawa dengan keras


"Hahaha makanya nggak usah ngaku-ngaku dasar cabe nggak laku" ujarnya sinis


kesya yang mendengarnya langsung tersulut emosi


"eh ****** diem Mulut lo yah dan yah lo (menunjuk ke zura) apa lo udah biasa menggoda orang, jangan-jangan lo simpanan om-om lagi, apa nyokap lo nggak ngajarin lo dengan baik ha atau nyokap lo jugak seorang ******" ucapnya dengan sinis


zura yang tadinya terdiam tanpa kata kini langsung menarik kesya yang kebetulan berdiri tepat dihadapannya


Plak........ plak.....BUK..... BUK.... terdengar suara TAMPARAN dan pukulan yang begitu nyaring


"ini buat mulut lo yang udah berani ngatain gue ****** dengan mulut busuk lo.. dan kembali menarik kesya yang sudah tersungkur kelantai.saat ingin memukulnya kembali zura menatap Desi sahabatnya Kesya yang ingin membantunya dengan tatapan tajam dan aurah membunuh yang kental.Desi yang melihatnya langsung mundur tidak berani,melihatnya mundur zura kembali menatap Kesya dengan aurah membunuh yang kental sehingga membuat kesya gemetaran


"PLAK....... PLAK....... PLAK..... PLAK..... BUKKK..... BUKKK.... BUKKK...... ini buat lo yang udah berani ngatain nyokap gue ****** asal lo tau lo nggak pantas buat bawa-bawa nyokap gue dengan mulut busuk lo karena nyokap gue adalah orang yang sangat terhormat. Plak..... plak... ini buat lo yang udah berani ngatain teman gue ******. Plak...... plak.... plak....... ini anggap aja sebagai peringatan agar kedepannya lo bisa menjaga mulut busuk lo" ucapnya sambil menghempaskan dagunya dengan kasar setelah itu berjalan berlalu meninggalkan kantin menuju parkiran untuk mengambil baju ganti setelah sebelumnya mengambil tasnya

__ADS_1


setelah kepergian nya kantin langsung riuh dengan suara siswa-siswi


"siswa1:dih gila keren banget nih cewek


"siswi2:eh bukannya dia siswa baru yh


"siswa3:iyah bener Kalok nggak salah namanya zura, dlll


"kok kalian malah diam aja sih bantuan dong"ucap bella yang melihat Kesya yang sudah tidak sadarkan diri setelah kepergian zura yang meninggalkan lebam di pipinya akibat tamparan yang begitu keras belum lagi di tubuhnya yang bisa dipastikan berwarna biru


"lo bantu aja sendiri kita mah ogah" ucap bella dan ingin pergi di ikuti para sahabatnya tapi sebelum beranjak mereka sudah ditahan oleh Kevin dkk


"tunggu ada yang mau kita tanyak sama kalian"ucap Reinhold yang sudah sangat penasaran sambil menarik lili untuk kembali duduk di ikuti dengan yang lainnya


ucapnya sambil menatap mereka satu persatu meminta jawaban sementara temannya membiarkan Reinhold menyampaikan apa yang ada di pikiran mereka sebelum menjawab bella terlebih dulu melihat teman-temannya dan mendapatkan anggukan kepala sebagai jawaban


"huuffffff begini kita bukannya tidak mau melerai tapi kita juga takut menjadi korbannya"


"maksudnya"


"kau diam lah dulu kalau tidak aku tidak akan melanjutkannya"ucapnya dengan kesal karena perkataan nya terpotong


"Hm baik lah aku diam"

__ADS_1


"dulu kami juga pernah mengalaminya" zura mulai dari kecil sangat sulit untuk mengendalikan diri kalau sedang marah dia tidak akan segan menghabisi siapa saja yang menghalanginya termasuk sahabatnya saat SD zura pernah berkelahi dengan kakelnya untuk membela sang kk saat kami ingin memisahkan kami malah yang terkena dampaknya lili malahan yang terkena dampaknya paling parah dia dihajar habis-habisan oleh zura seperti tidak mengingat kalau kami ini temannya sampai ibunya datang dan mengelus punggungnya dari belakang untungnya kk nya cepat menelepon momynya kalau tidak sudah pasti lili sekarang sudah berada di alam kubur walaupun dia bisa bela diri tapi tidak sepandai zura" ucapnya sambil tersenyum mengejek kearah lili orang yang mendengar ejekan bella hannya memasang wajah kesal


"lalu kenapa kau tidak menelepon momynya??


"itu karena sudah beda alam tidak mungkin kan aku membangunkan momynya dari alam kubur"ucapnya mendengus kesal dan melanjutkan ceritannya" jadi kalau dia sedang marah kalian biarkan saja mau kalian mempunyai ilmu bela diri yang tinggi sekalipun itu tidak ada gunanya kalau kalian melawan zura apa lagi semenjak momynya meninggal emosinya malah semakin tidak terkendali kau tau kenapa Kesya masih bisa selamat itu karena zura berusaha untuk membuat pikirannya menjadi lebih jernih dan berusaha memberi pikiran positif agar dia tidak membunuhnya"ucapnya dengan sedih


"kenapa kau terlihat sedih!


"mungkin sekarang dia sedang dikamar mandi berusaha untuk mengendalikan dirinya dengan merendam wajahnya dan kakaknya adalah orang yang super bodoh yang hanya bisa melihat adiknya karena kesalahannya" ucapnya dengan tatapan tajam mengarah ke Jonathan


Reinhold yang melihat tatapan bella yang tiba-tiba berubah tajam langsung mengikuti arah pandangannya begitu juga dengan yang lainnya Jonathan yang ditatap hanya memasang ekspresi datar tapi tatapan. matanya seperti mengatakan hal lain


lili yang melihat suasana mulai tidak kondusif langsung mengambil tindakan


"baiklah ayo kita kekelas jam istirahat sudah hampir habis"ucapnya mereka yang mendengarnya langsung beranjak dari tempat duduk dan meninggalkan kantin


sementara zura masih berada dikamar madi meski sudah berganti pakaian dengan baju olahraga kini zura tengah merendam wajahnya di wastafel seperti perkataan bella zura berusaha meredam amarahnya


"huffff kenapa aku sangat sulit untuk mengendalikan amarahku"ucapnya pada dirinya sendiri setelah berulang kali menghela nafas.


setelah bisa sedikit mengendalikan amarah nya zura berjalan menuju taman belakang sekolah dan duduk di rerumputan sambil menutup mata menikmati udara sejuknya pepohonan yang rindang sampai seseorang mengagetkannya


"woiii"ucapnya sambil menepuk bahu sang empu yang langsung mendapat kan tatapan tajam

__ADS_1


__ADS_2