
"menurutmu apa yang harus aku lakukan zero apa aku harus melenyapkan mereka karena telah menyakiti momy ku, tapi kenapa dady ku juga begitu tega menyakiti hati momy ku padahal dia tidak tau apapun kenapa dia menyakitinya"ucapnya dengan pandangan kosong
zero yang mendengar ucapan sahabat sekaligus big bos nya itu hanya bisa terdiam tidak tau harus berbuat apa karena dia sangat mengerti akan penderitaan yang menimpa sahabatnya tersebut
"kau bisa kembali keruanganmu zero dan lanjutkan pekerjaanmu" ucapnya
Zero tanpa sepatah kata pun langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut setelah sebelumnya menganggukan kepala sebagai jawaban
kini tinggal lah zura diruangan yang luas tersebut duduk dengan tatapan kosong seperti orang yang hilang arah dan berjalan tanpa tujuan, setelah lama berdiam diri suara dering telepon membuyarkan lamunannya dan segera mendial tombol hijau
"zura sudah lama kita tidak kumpul bagaimana kalok malam ini kita kumpul di club milik Daisuke sekalian merayakan kepulanganmu" ucap suara dari sebrang sana
"baiklah aku akan segera kesana"ucapnya dan langsung mematikan sambungan telpon dengan sepihak tanpa rasa bersalah, sementara orang diserang sana masih saja terus menggerutu
"dasar teman laknat kebiasaan buruknya tidak pernah berubah" ucapnya sambil mendengus kesal temannya yang lain hanya tersenyum mendengar gerutuannya karena bukan hanya dia mereka juga kesal kalau berbicara dengan zura
sementara zura langsung bergegas merapikan mejanya dan menyimpan dokumen yang penting setelah itu bejalan menuju ruangan asistennya
"zero ayo temani aku ke club sekalian ajak Reihan"ucapnya sambil berlalu sementara zero yang memang sudah membereskan barangnya langsung berjalan mengikuti langkah zura sambil menelepon Reihan
"Reihan cepat susul kami diparkirkan"ucapnya setelah sambungan telpon terhubung dan kembali mematikannya dengan sepuhan setelah menyampaikan maksudnya
Reihan yang kebetulan memang masih berada dibawah langsung memutar langkahnya yang tadinya ingin keruangannya setelah selesai rapat dengan berbagai divisi kini harus berjalan ke parkiran kantor
"apa kau sudah lama disini" tanya zura
"tidak aku baru saja disini
__ADS_1
"Hm baik lah cepat masuk mobil"ucap zura
zero segera membuka kan pintu untuk zura setelah itu bergegas masuk di kursi kemudi disusul dengan Reihan yang duduk disamping nya, suasasana didalam mobil begitu sepi tidak ada yang bersuara sama sekali hingga sampai
ditempat tujuan.
saat mobil sudah berhenti zura langsung membukanya dan berjalan lebih dulu lalu setelahnya disusul dengan Reihan dan Zero dibelakangnya
"hai zura" sapanya saat melihat orang yang ditunggu-tunggu tengah berjalan memasuki ruangan VVIP tersebut
"hai mike" ucapnya membalas sapaan sahabatnya tersebut dengan ber tos ria di ikuti dengan zero dan Reihan
setela selesai saling menyapa dengan yang lainnya zura langsung duduk di sofa yang tersedia dengan posisi zura ditengah,zero di sebelah kanan, dan Reihan disebelah kiri yah mereka sudah biasa dengan posisi seperti ini jika berada di dalam club jadi temannya yang lain sudah tidak heran lagi.
"Berikan aku minuman yang paling mahal yang ada di tempatmu" ucapnya pada Daisuke
"wah kudengar kaw sudah menjadi pengusaha yang cukup sukses zura sehingga kau tega meninggalkan gelarmu sebagai Queen Racing
dan memutuskan menjadi seorang pengusaha
"kau benar sekali Fildan" ucapnya sambil menegak minuman beralkohol tinggi yang berada di gelasnya setelah sebelumnya di tuang zero
"sejak kapan kau berada di indonesia Mike bukan kah kemarin kau masih di spanyol???
tanya zero
"yah aku berada disini baru beberapa hari dan yah apa kalian sudah tinggal menetap di indo??
__ADS_1
"yah kami juga baru beberapa hari disini dan kami juga tinggal menetap disini" kali ini Rehan yang menjawab
dan begitulah obrolan terus berlanjut entah sudah berapa botol yang diteguk habis oleh zura dan jangan lupakan puntung rokok yang masih nangkring di kedua jarinya yang diapit sesekali mengepulkan asap tebal berbentuk lingkaran
dia hanya menjawab dengan singkat setiap pertanyaan yang disampaikan para sahabatnya
saat jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam zero segera mengajak zura untuk pulang
"zura mari kita pulang ini sudah cukup larut" ucapnya tanpa embel-embel bos karena memang sekarang sudah bukannya jam kerja zura memang menyuruh sahabatnya tersebut memanggil dengan nama ketika sudah bukan jam kerja walaupun dia masih sering lupa dan tetap memanggil bos
zura yang mendengar perkataan zero tidak menjawabnya dan langsung berdiri
"kami akan pulang lebih dulu kalian lanjutkan lah hari ini aku yang akan mentraktir kalian semua" mereka yang mendengar perkataan zura hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban
"ya hati-hati dijalan lain kali kita akan kumpul kembali"jawab Mike sambil tersenyum dan kembali ketempat duduknya saat rombongan zura sudah keluar
didalam mobil
"menurut kalian apa yang harus aku lakukan terhadap keluargaku, apa aku harus menemui Grandpa ku dan menyalahkan nya, atau haruskah aku membalas segala perbuatan dady ku terhadap momy ku, tanyaku meminta pendapat dari mereka
aku yang melihat zero dan Reihan hanya terdiam karena tidak tau harus memberikan pendapat bagaimana hanya menghela nafas berat
"aku merasa seperti orang yang hidup sebatang kara tanpa keluarga dan kasih sayang semenjak ibuku meninggal dunia aku merasa seluruh dunia menjauhiku kalian tau betapa hancurnya hatiku saat dady kandungku sendiri dengan tega mengusirku karena wanita murahan tersebut anak yang seharusnya masih mendapat kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya apa dia masih pantas ku sebut dady atau musuh
hai gays terima kasih buat kalian yang udah baca karya author jangan lupa selalu dukung author yah dengan like+komen kalian sebagai penyemangat buat author
author sayang kalian banyak-banyak 😘
__ADS_1