
Tik .. Tik... Tik..
setetes demi setetes air Infus mulai berjatuhan Ditambah Darah yang Juga berjatuhan di selang ditambah Hujan yang Menghiasi Kesedihan Di tempat Ini.
Di dalam Keadaan Ini Lily sedang menhadapi Antara Hidup dan Matinya.
"bangun"
Hanya itu Ucapan dari Mereka Semua menginginkan Lily bangun dan terus hidup.
"Dok bagaimana Ini apa yang harus kita lakukan"
"Cepat ambil Alat bertenaga Listrik"
"baik Dok"
"dimana Ini aku"
"kamu sudah bangun nak" ucap sang perempuan Berbaju putih Cantik
"anda siapa ya" UcapbLily terkejut dengan kecantikan Sang perempuan Paruh baya tersebut
"Eh... Masa Ibu mu sendiri Tidak ingat" ucao Sang perempuan Itu dengan Senyum Mungkil nya
"Apa ini benar Bunda , Benar Bunda kan"
ucap Lily sambil Berjalan Berlahan ke arah Sang Bunda
"Iya sayang "
"Bunda di sini Sedang apa" Sambil memeluk Bundanya
"Bunda kan Ingin menjemputmu " ucap sang perempuan Tersebut sambil mengelus Kepala sang anak
"Emang Kita akan Kemana Bun"
"Yaiyalah Ke tempat Ibu yang Jauh sekali tapi Sangat Bahagia"
" Apa sebahagia Itu Bun" ucap Lily sambil Mengeluarkan Senyum Palsunya
"Tentu nak Dan juga , kamu Bisa disembuhkan"
"Memang aku bisa ke sana Bun"
"Bila kamu Ingin Bunda akan membawa mu"
__ADS_1
"kalau Begitu Aku ikuf Saja Bunda ,karena aku Memang Sudah ditakdirkan Pergi kan"
"Tapi apa kamu Siap karena Disini Bunda hanya Menjalankan Tugas" ucap sang Bunda sambil Memegang Lengan Lily dan merangkulnya
"Tentu saja Bun"
"Baiklah Kalau begitu apa kamj Ada kalimat terakhir nak"
"***Aku sayang kalian semua***"
"Ayok jalan"
"baik Bunda"
Lily mengikuti Bunda nya pergi ke arah sana Semakin jauh Dan jauh. di RumahSakit Semua orang sudah sangat panik Saat melihat Alat pengejug Listrik Dibawa oleh sang suster dengan Cepat.
"Siapkan Cepat " Ucqp sang dokter sambil berteriak
***Detak jantung yang Mulai Menurun membuat semua Yang ada di dalam ruang operasi panik.
"Siap , 1..2...3"
deg..deg..deg....
"Naikan Lagi.. 1....2...3.."
deg... deg.. deg...
"Sekali lagi"
"Baik dokter"
"1...2...3.."
Tit......Tit....Tit...
__ADS_1
Jeder..
Petir Yang bergemuruh Angin Yang melanda Ditambah semua Orang terjatuh saat Mendengar bahwa Lily Tidak bisa diselamatkan Lagi.
Semua orang langsung berlarian Dan masuk Ke dalam Dan menangis seterharu harunya.
Bagaimana Tidak Yang harusnya Mati bukanlah Lily tetapi Diri Mereka , kalimat itu lah Yang ada di benak mereka.
"**Maaf Lily aku Menyesal**"
Kata dan Kalimat Itu lah Yang dikeluarkan mereka semua. Sebuah Penyesalan Yang datang di akhir ditambah Penyesalan Itu membuat Mereka Tidak bisa menjalani Hiduo karena Mereka Tau ***Jika saat itu Tidak ada Lily pasti Mereka Akan terlarut dalam penyiksaan di Keluarga mereka masing masing***.
Setiap Kehidupan Tapi pasti ada kematian Tetapi ini merupakan Kematian Yang sangat Tidak diharapkan Bagaiman Tidak ***Orang yang dicintai Meninggalkan Mereka***.
Sebuha Takdir yang Memang tidak Akan diketahui oleh oang dan Sebuah Cinta yang tidak mungkin Juga diketahui oleh mereka.
***Takdir yang Bagi mereka kejam tetapi Sebenarnya Perasaan mereka lah yang membuat Takdir diri mereka menjadi sangat kejam***.
Buat Apa Jika kalian memiliki Status bila saja Kalian sendiri Tidak Memiliki Perasaan di status itu.
Ingat Harusnya Kalian mengubah
**Kebencian menjadi Cinta**
Bukan
***Cinta menjadi kebencian***
karena Itu akan sangat menyakitkan Kan seperti takdir hidupku Ini.
~~~~~ Terima Kasih ~~~~
•Terima kasih Atas dukungan Kalian semua
•maaf Bila saya jarang Atau lama Up dikarenakan saya Sedang melaksanakan Ulangan
•Dan Mohon maaf Bila ending Nya sangat kurang menenakan Karena saya Fokus kepada Novel "**Lo , Gue End** ".
•Kalian Baca aja aku Udah makasih tanbahnya di Like tambah Lg koment
__ADS_1
•Yang pasti Terima kasih Atas kerja sama Semua Teman teman Setia