
Lily pun mengucapkan Terima Kasih kepada Mirecell yang telah berbaik hati mengajak nya berkeliling Hutan di Kampus mereka.
"Terima kasih Cell , atas kesenangannya hari ini "
"Tentu saja aku juga berharap Kamu akan ke Perusahaan ku"
"Ahaha... Kapan kapan yaa kalau aku membutuhkan uang"
"Baiklah sampai jumpa Lily"
Lily dan Mirecell akhirnya berpisah kembali ke kegiatan mereka masing masing.Lily mulai mengganti semua jadwalnya dengan kegiatan yang tidak sesuai jadwalnya yaitu mencari Serpihan Ingatannya walau mungkin akan sangat menyusahkan dirinya akan tetapi dia sangat membutuhkan ingatan masa kecilnya agar dia tau apa yang terjadi dan kenapa dia melupakannya.
Lily mulai mencari dengan cara bertanya dengan teman - temanya akan tetapi semua temannya kebanyakan menjawab "Kan kami bukan teman masa kecilmu coba tanya sama teman masa kecilmu ?!" Lily juga baru menyadarinya bahwa dia seharusnya bertanya dengan teman masa kecilnya akan tetapi dia tidak tau siapa saja teman masa kecilnya. Satu satunya yang dia ketahui hanyalah Mirecell yang mungkin mengetahui apa yng teejadi dan Saat Lily pergi ke ruang Mirecell tidak sengaja dia bertabrakan dengan Alex yang saat itu dia sedang berlari dari para Manejernya. Alex tiba-tiba menarik tangan Lily dan mengajak Lily berlari...
"Awh..."
"Ah ... maaf Lily aku juga harus mengajakmu nih (Dengan muka tersenyum dan menarik tangan Lily)"
"Tapi ... Tapi Alex aku harus ke ruangannya Mirecell aku ada keperluan !!?"
"Apa tentang kenangan masa kecilmu Lily aku bisa menjelaskannya Kok"
__ADS_1
"Emm iaa tapi...lex??"
"Yaa udah ikut aja Sebelum mereka menankap ku"
Lily dan Alex akhirnya berlari melewati koridor sambil dikejar Manajer dan para Fansnya. Mereka melewati Halaman depan kampus dan sampailah ke tempat parkir dimana Mobil Alex sudah terpakir di sana dengan merek Mobil Sport terkenal dan hanya muat untuk 2 orang dan Alex membukakan pintu mobil agar aku bisa masuk secepatnya dan Alex menginjak Gas dan keluar dari kampus tersebut untuk menghindari Manajer dan Fansnya.
"Alexander !!!!! (teriakan untuk memangil Alex agar dia berhenti kabur lagi)"
"Kyaaa Alex ... Alex.... Lov U 3000 Alex"
~teriakan para Fans
Alex yang mendengar Manajernya berteriak hanya bisa tertawa di dalam mobil dan membuat Lily ikut tertawa atas kejahilan yang dibuat Alex kepada Manajernya. Selaa di perjalanan kami Hanya bercanda , tertawa dan Alex menyanyikan sebuab lagu untukku yang membuat diriku merasa tenang.
"Paman , Bibi aku pulang.."
"Selamat datang tuan muda ada kah yang ingin tua muda inginkan ?!"
"Tolong paman Pakrirkan Mobilku yaa "
"Baik tuan muda"
__ADS_1
"Dan bibi tolong bantu siapkan Ruang Rekaman milik ku yaa bi"
"tentu saja tuan muda kecil tetapi bolehkah saya bertanya tuan muda siapakah gadis cantik di samping tuan apakah dia pacar tuan ?!"
"Pengennya begitu sih Bi.. tapi lagi Proses"
"Semoga selalu bahagia tuan kalau begitu saya harus katakan kabar bahagia ini kepada Nyonya"
"Tentu dong Bi"
" Ahh tunggu Bi... Alex cum ..cuma bercanda kok Bi (Wajah Lily yang mulai merona membuat Bibi yng melihatnya hanya bisa tersenyum)"
"Tidak perlu malu malu nona sering sering saja datang ke sini yaa nona galau gitu saya permisi dulu tuan muda"
"Tentu saja Bi"
Alex yang hanya bisa tertawa menglihat muka Iily yang Cemberut gara gara Alex mengatakan bahwa Lily adalah pacarnya. Lily yang Menglihat Alex yang dari tadi tertawa menglihatnya membuat Lily memukul Alex dengan tangannya walau pukulannya sangalah lembut yang membuat mereka bercanda tiada henti yang membuat Suasana Villa tersebut sangat terasa hangat. Paman dan Bibi yang menglihatnya juga sangat merasa senang yaa bagaimana Tidak senang Alex yang bahkan tidak pernah membawa Perempuan sejak lama akhirnya membawa seorang gadis yang cantik yang merupakan teman masa kecilnya juga. Bagaikan mereka mengulang kenangan Masa kecil mereka terulang lagi yang membuat Villa tersebut terasa nyaman dan sangat kehangatan yang membuat semua orang merasa rindu akan kenangan tersebut.
Setelah lama bercanda akhirnya Alex tertidur di dalam pangkuan Lily yang sedang tertidur juga yang membuat keadaan Villa yang tadinya ribut dan akhirnya menjadi tenang.
__ADS_1