
"untungnya dia tidak mengikuti ku ke ruangan ini"ucap sang ratu
Setelah sang ratu meninggalkan Enni,sang ratu ke ruangan yang berisikan ramalan tentang kerajaan elf,begitu banyak ramalan tentang kerajaan dan banyak ramalan yang belum diketahui sang ratu,sang ratu mengetahui ruangan itu setelah sang ratu menyelamatkan kotanya.
Ada satu ramalan yang membuat sang ratu penasaran ramalan itu adalah bencana yang akan terjadi pada kerajaan elf.
Dikatakan ramalan itu ada anak yang terlahir sebagai pembawa bencana,anak itu adalah anak yang membuka segel raja iblis ialah Falhala.
Sang ratu mengira anak yang dilahirkan kemarin adalah anak yang ada di ramalan itu,itu sebabnya sang ratu mengecek apakah benar anak itu yang tertulis di ramalan.
Sang ratu ketakutan saat membaca ramalan itu,tegang, ketakutan dan gemetaran setelah membaca ramalan itu,sang ratu mengecek semua ramalan yang ada di ruangan itu,satu demi satu telah di lihat oleh sang ratu kebaikan, kejahatan, bencana, keberkatan semuanya ada.
Bahkan ramalan tentang dia yang akan menjadi ratu pun ada,lalu sang ratu berkata.
"Siapakah pencipta ruangan ramalan ini,kenapa ruangan ini tau akan hal yang terjadi kedepannya"
Tanpa ada yang mengetahui siapakah orang yang membangun dan menciptakan ruangan ini kenapa bisa tau tentang masa depan kerajaan ini, mungkin kah leluhur atau dewa itu sendiri ngk ada yang tau bahkan sang ratu sekalipun.
Lalu sang ratu berjalan meninggalkan ruangan itu sambil membawa pertanyaan yang belum diketahui sang ratu.
"Enniiii.....enniii!!!"ucap sang ratu sambil memanggil Enni.
Mendengar panggilan dari sang ratu Enni pun berlari menuju kediaman sang ratu.
"Iya ada apa tuan...maaf tuan aku lagi di belakang"ucap Enni sambil kecapean karena berlari.
"Apakah kamu merasakan hal yang aneh saat mendekati anak yang kemarin kita jenguk?"ucap sang ratu sambil menanyakan hal itu.
__ADS_1
Lalu Enni pun menjawab"Tidak tuan,emang ada apa tuan?".
"Ngk ada apa-apa cuman menanyakan hal itu aja"ucap sang ratu
Padahal sang ratu menyembunyikan sesuatu dari Enni,saat kemarin menjenguk anak itu sang ratu merasakan kekuatan yang besar sekaligus hal yang aneh,hal aneh itu adalah sang ratu merasa kalau dia sedang dekat dengan anak itu kaya mendekati api yang berkobar terasa panas.
Keanehan itu tidak diceritakan kepada pengawal pribadi nya yaitu Enni begitupun kepada keluarga dari anak itu.
...****************...
Malam pun tiba suasana hening tanpa satupun orang yang berisik di suasana hening itu sang ratu berjalan disekitaran kerajaan sambil menikmati malam yang indah.
"Aku suka malam seperti ini tenang, hening, tanpa ada berisik dari orang orang"ucap sang ratu sambil menikmati malam yang indah.
"aaah kenapa aku kepikiran terus sama ramalan itu,kenapa bisa kepikiran terus menerus pikiran ini membuatku ketakutan akan hal yang akan terjadi kedepannya? seperti apa ya kedepannya kerajaan ini? Tapi aku udah janji akan jaga kerajaan ini dengan segenap hati"ucap sang ratu
"Aaaah... seperti nya aku sudah mengantuk saat aku tidur,hilanglah rasa takut ini dari pikiran ku sangat menggangu aktifitas aku sebagai ratu"ucap sang ratu sambil menghilangkan pikiran yang membuat nya terganggu.
Sebenarnya sang ratu terganggu dengan pikiran nya yang selalu memikirkan ramalan itu sedang beraktivitas pun sang ratu terus memikirkan ramalan itu terus menerus,sang ratu ingin menghilangkan rasa resah khawatir sama kerajaan untuk kedepannya.
...****************...
Keesokan harinya sang ratu punya ide untuk menghilangkan pikiran itu, ialah dengan memantau terus anak itu supaya tau perkembangan dan sikap yang dimiliki oleh anak itu.
"Apakah aku harus memantaunya ataukah Enni tapi aku tidak yakin dengan Enni, seperti cuman harus aku aja yang harus memantaunya"ucap sang ratu.
Tadinya yang akan memantau anak itu adalah Enni tapi sang ratu meragukannya, takut nya rasa ketakutan sang ratu diketahui oleh pengawal pribadi nya yaitu Enni,kalau sampe tau Enni memikirkan kondisi sang ratu dan Dimata sang ratu itu bisa merepotkan.
__ADS_1
"seperti nya memang harus aku sendiri yang melakukan nya tanpa bantuan orang lain"ucap sang ratu.
keputusan sang ratu udah bulat dia akan melakukan nya tanpa bantuan orang lain bisa dibilang ingin melakukan sendiri,sesudah memikirkan bulat bulat hal itu sang ratu lalu berjalan kembali keruangan ramalan itu,dia ingin mengeceknya sekali lagi.
"Tap...tap...tap"langkah kaki sang ratu berjalan menuju ruangan ramalan.
Sesampainya sang ratu di ruangan itu sang ratu mengecek lagi ramalan itu dan beberapa kali pun sang ratu mengecek tetep sama aja ngak ada yang berubah sama sekali, dipikiran sang ratu bahwa dia hanya salah melihat saat membaca ramalan itu,akan tetapi tetep sama aja.
"Aaarghh sial seperti nya aku mulai stress gara gara memikirkan ramalan itu aku harus gimana lagi ini untuk menenangkan pikiran ini menjauh dari kegelisahan"ucap sang ratu.
"ah sebaiknya aku pergi aja aku ngk mau lama lama disini nanti aku tambah stress lagi, lebih baik aku ketemu pengawal pribadi aku aja"ucap sang ratu sambil berjalan pergi meninggalkan ruangan itu.
Terlihat Enni sedang melihat pemandangan hutan dari belakang kerajaan,lalu sang putri menghampiri Enni dan menyapanya.
"Enni sedang apa kamu disini kenapa kamu suka kaya gini suka memandangi hutan belantara?"ucap sang ratu.
"ah tuan,aku suka sekali dengan pemandangan ini, pemandangan ini membuatku lebih tenang dan damai, menurutku inilah yang dinamakan anugrah dari dewa yang telah membuat hutan seindah ini"ucap Enni sambil tersenyum memandangi hutan.
"bener juga yang dikatakan oleh kamu, anugerah dewa memang sangat indah untuk di pandang"ucap sang ratu.
mereka berdua menghabiskan waktu dengan memandangi hutan yang berada di belakang kerajaan pikiran sang ratu mulai sedikit tenang tanpa ada resah dan khawatir, seperti nya sang ratu menemukan obat untuk memenangkan pikiran disaat lagi resah yaitu Dengan memandangi anugerah yang diberikan oleh para dewa.
"Enni kamu telah menemukan obat disaat lagi memikirkan hal yang membuat pikiran menjadi resah dan khawatir"ucap sang ratu dengan menatap Enni sambil tersenyum.
"tuan ini,bisa aja hehe sebenarnya aku suka kaya gini karena aku udah terbiasa dari kecil kalau sedang resah kaya ayahku kamu hanya perlu memandangi anugerah dari dewa"ucap Enni.
Akan tetapi sang ratu ingin mengetahui siapakah yang membuat ruangan itu, akankah sang ratu menemukan orang itu?
__ADS_1