
Waktu berlalu kini anak itu tumbuh seiring waktu,kini anak itu berusia 15 tahun dan belajar di sekolah para elf,anak itu tumbuh menjadi anak yang cerdas, keseharian anak itu sering membantu ibu dan ayahnya,ayahnya bangga punya anak seperti dia tapi ayahnya tidak tau bahwa anak itu spesial yang dipilih oleh para dewa.
Keluarga nya mengira anak itu hanya anak biasa sama seperti kebanyakan anak lain,anak itu selalu gelisah karena ada yang memantaunya,setiap gerak geriknya selalu di pantau oleh sang ratu.
Di pagi hari anak itu seperti biasa melakukan aktivitas seperti sarapan,bantu bantu orang tuanya,dan berangkat ke sekolah untuk belajar,saat anak itu lagi berjalan menuju ke sekolah sang ratu memulai pemantauan terhadap anak itu.
"Seperti nya aku harus memantau lagi anak itu"ucap sang ratu yang sedang menyamar jadi warga biasa.
Anak itu tidak sadar bahwa ada salah satu warga yang bukan bukan warga biasa melainkan sang ratu.
Sesampainya di sekolah anak itu di sambut oleh teman temannya yang begitu seneng kedatangan anak itu,anak itu jadi populer di sekolah nya karena kecerdasannya,sangking cerdasnya anak itu masuk ke sepuluh besar murid terpintar di sekolah nya.
Karena sang ratu ngk bisa memantau nya saat dia lagi belajar sang ratu pun mengutus seorang murid dari sekolah itu buat memantau aktivitas yang dilakukan anak itu,murid yang selalu memantau anak itu namanya Eva.
Eva hanyalah seorang anak biasa yang ngk sengaja diutus oleh sang ratu untuk memantau anak itu,setiap pulang sekolah Eva melaporkan gerak gerik anak itu kepada sang ratu tapi setiap melaporkan gerak gerik anak itu tidak ada yang mencurigakan anak itu seperti anak biasanya yang melakukan aktivitas seperti anak pada umumnya.
Belajar seperti biasanya akan tetapi guru di sekolah elf menganggap bahwa anak itu anak yang cerdas,akan tetapi guru disekolah itu tidak merasakan aura yang sangat kuat banget seperti nya hanya sang ratu.
Yang dilihat oleh gurunya hanya anak cerdas yang berbeda dari anak yang lainnya,sekolah elf sama seperti sekolah pada umumnya atau bisa disebut sekolah biasa bukan sekolah yang diperuntukkan untuk yang mempunyai kekuatan seperti sang ratu.
Waktu berlalu sekolah pun berakhir dengan bel sekolah berbunyi.
"Triiiiing.... triiiiing"
"Seperti biasa aku harus melaporkan gerak gerik anak itu kepada sang ratu"ucap Eva sambil berjalan menuju sang ratu.
Sesampainya ke tempat sang ratu Eva mulai menceritakan apa yang terjadi kepada anak itu,sang ratu berharap anak itu menunjukkan jati dirinya akan tetapi tidak ada yang aneh terhadap anak itu.
__ADS_1
"Ratu,tidak ada yang mencurigakan sama sekali terhadap anak yang dimaksud oleh ratu"ucap Eva.
"Jadi begitu,baiklah sekarang kamu boleh pergi"ucap sang ratu menyuruh Eva untuk pergi takut ketauan identitas nya.
Sang ratu pun pulang terlebih dahulu untuk mengurus yang lainnya akan tetapi sang ratu takut saat dia tidak memantau anak itu,anak itu melakukan sesuatu yang besar.
"Seperti nya aku jangan dulu ke kerajaan ku aku harus memantau anak itu"ucap sang ratu.
Sang ratu pun menyamar sebagai petani untuk melihat apa yang dilakukan anak itu setelah pulang sekolah.
"Tap...tap..tap"
Suara langkah kaki dari anak itu dia sedang berjalan menuju ke rumahnya seperti biasa anak itu merasakan Bahwa dia sedang di awasi oleh seseorang tapi dia ngk tau siapa yang sedang mengawasinya.
"Akankah anak itu tau bahwa aku sedang memantaunya nya dari kejauhan"ucap sang ratu.
Penyamaran sang ratu sungguh Mateng sampai Enni pun tidak tau bahwa warga itu adalah sang putri,sang ratu telah memerintahkan Enni untuk melihat terus warganya agar Enni tidak curiga Bahwa sang putri sedang melakukan pemantauan terhadap anak itu.
Sesampainya anak itu kerumahnya,sang ratu pun berpura pura menjadi teman dekat nya ayah nya,mereka mengira sang ratu hanya warga biasa jadi sang ratu pun terlihat tenang karena samarannya tidak diketahui oleh para warga.
"Kamu udah pulang ayok bantu ayah untuk mengumpulkan sayur sayuran ini untuk di jual"ucap ayah dari anak itu sambil menyuruh membantu.
"Iya ayah aku akan membantu ayah"ucap anak itu.
Ayah anak itu menyuruh membantu ayahnya untuk mengemasi sayur yang di tanam di belakang rumah nya, pekerjaan ayahnya hanya seorang petani biasa dan ibunya hanya mengurusi rumah tangga seperti bersih-bersih,memasak,dan membantu suaminya.
Keluarga anak itu adalah keluarga yang baik hati ayahnya sering membantu warga lain saat warga sedang membutuhkan bantuan,dan ibu sering membagikan makanan hasil masakan nya kepada para warga yang kekurangan makanan, keluarga yang makmur sejahtera keluarga itu sering dipandang oleh warga nya sebagai keluarga yang baik hati Suak menolong kepada warga yang membutuhkan.
__ADS_1
Tiba tiba...
"Tolong....tolong"
Teriakan seorang warga yang meminta tolong,ayah dari anak itu langsung bergegas berlalu menuju warga yang berteriak meminta tolong.
"Ada apa? Apa yang terjadi?"
Terlihat warga yang meminta tolong sedang dirampok oleh perampok yang mengambil makanan dari warga itu.
Ayah dari anak itu heran baru pertama kali di tempat nya ada perampokan biasanya ngk ada perampokan, perampok itu berlari menuju hutan yang ngk jauh dari tempat itu,sang ayah pun mengejar perampok itu sampe ke dalam hutan.
"Hey balikin makanan itu,itu bukan milik kamu"ucap sang ayah sambil berteriak.
"Ngk mau ini udah jadi milikku kalau mau ambil aja dariku"ucap perampok sambil menantang sang ayah.
"aku akan mengambil yang bukan hakmu"ucap sang ayah.
"ayok kita bertarung dan bertaruh siapa yang menang dapan makanan ini,kalau berani ayok kesini"ucap perampok.
sang ayah ragu akan tantangan itu takut nya dia kalah dalam pertarungan itu,tapi melihat warga yang menjadi korban menangis bersedih karena makanan nya di ambil oleh perampok,lalu sang ayah berkata.
"aku terima tantangan itu, kebaikan ngk akan kalah yang jahat lah yang akan menang"ucap sang ayah sambil berdoa kepada dewa untuk diberi kekuatan agar. Isa melawan perampok itu.
Pertarungan pun terjadi antara sang ayah dan perampok sang ayah mengambil ranting yang lumayan besar untuk melawan perampok itu akan tetapi perampok membawa sebuah pedang.
...****************...
__ADS_1
Akankah sang ayah memenangkan pertarungan melawan perampok itu dan akankah sang ayah diberikan kekuatan oleh dewa?.