Hanya Ada Satu Pemenang

Hanya Ada Satu Pemenang
CH5 : PEMANTAUAN Bagian 2


__ADS_3

Pertarungan pun terjadi antara sang ayah dan perampok itu saat sang ayah ragu dengan keputusan nya tapi dia ingat bahwa ada warga yang sedang menangis karena makanannya di ambil,sang ayah kasian liat warganya sengsara karena ngk ada makanan.


Sang ayah mengambil sebongkah kayu dan memukul ke arah sang perampok tapi perampok itu udah tau gerakan sang ayah dengan mudahnya serangan itu di tangkis menggunakan pedang nya,sang ayah kaget tapi dia ngk putus asa dan terus berjuang untuk melawan perampok.


"Aku ngk akan menyerah kepadamu aku harus mengembalikan makanan yang sudah dirampok oleh kamu"ucap sang ayah.


Perampok itu bukanya takut tapi malah makin semangat untuk melawan sang ayah, seperti nya perampok itu udah berlatih cara bertarung sampai sang ayah kewalahan untuk melawan perampok itu,tiba tiba sang ayah kewalahan sampai perampok menyerangnya balik dengan mudah bongkahan kayu yang dipegang oleh sang ayah pun hampir patah karena terus menyerang.


"Cuman segitu doang hah!!!!"ucap perampok dengan sombongnya.


Lalu perampok menyerang degan cepat, refleks sang ayah menahan walaupun dengan sebongkah kayu akan tetapi bongkahan kayu itu ngk kuat untuk menahan serangan perampok,bongkahan kayu itu seketika patah dan sang ayah mulai khawatir dengan keadaan nya.


Selama pertarungan itu terjadi sang ratu berada ngk jauh dari tempat itu sambil memantau,sang ratu bukanya ngk mau membantu akan tetapi ada alasan lain,sang ratu berharap kepada sang ayah agar memenangkan pertarungan itu.


...****************...


Dilain tempat si anak sedang sibuk dengan sayur sayuran nya,anak itu tidak tau bahwa ayahnya sedang bertarung melawan perampok.


"Ah... sebentar lagi beres pekerjaan ini istirahat dulu sebentar"ucap si anak itu sambil kelelahan.


Sudah menjadi aktivitas sehari hari untuk mengerjakan pekerjaan ini bagi si anak,tanpa ada penolakan terhadap perintah sang ayah,karena si anak pengen menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya ngk mau menyusahkan nya.


Si anak berjalan ke tepi pohon untuk beristirahat dan mulai mengambil bekal untuk makan siangnya.


Makanan si anak amat sederhana hanya roti kering dan jagung rebus tapi si anak tetep bersyukur,si anak bahagia hidup sederhana kaya gini tanpa ada rasa iri kepada orang lain.

__ADS_1


Sambil makan si anak memikirkan hal lain yaitu bagaimana dia kedepannya harus ngapain kalau orangtuanya tiada,si anak takut jadi sebatang kara karena dikeluaganya hanya ada sang ayah,ibu,nenek dan kakek ngk ada siapapun lagi,jadi si anak bertekad untuk menjadi kebanggaan keluarga nya dan mandiri untuk kedepannya.


...****************...


Sang ratu terus memantau pertarungan itu dia berharap sang ayah menang dan bisa merebut makanan itu lagi dari perampok.


"Jangan sampai kalah ayok tunjukkan bahwa kamu bukan lah warga yang lemah"ucap sang ratu dalam hati.


Sang ayah ngk kenal lelah dia terus berjuang untuk mengalahkan perampok itu, walaupun senjatanya sudah patah akan tetapi dia ngk mudah menyerah,sang ayah melihat gerakannya Dangan teliti dia mencoba melihat keadaan.


Akan tetapi dewa berkehendak lain perampok itu berhasil menyerang sang ayah dan mengenai bagian perut sang ayah,darah berceceran rasa sakit yang ngk ditahan kan kini sang ayah di ambang kematian karena tebasan pedang milik perampok.


Sang ayah tetep berdoa kepada dewa agar diberikan kekuatan untuk mengalahkan perampok itu,sambil menahan rasa sakit sang ayah bangkit dan mulai bertarung kembali dengan tangan kosong melihat sang ayah bertarung menggunakan tangannya perampok itu memberikan kesempatan kepada sang ayah untuk lari dan meninggalkan dia.


"Hahahah dengan keadaan begitu kamu ngk akan kuat untuk mengalahkan kamu, sebaik nya kamu lari aja aku akan memberikan kamu kesempatan untuk hidup sekarang pergi!"ucap perampok sambil ketawa.


"Wah nyalimu boleh juga ya sudah aku akan bertarung melawan kamu tapi aku akan menjatuhkan senjata biar jadi seimbang"ucap perampok.


Perampokan itu menjatuhkan senjata nya dan bertarung dengan tangan kosong supaya pertarungan ini jadi adil.


Pertarungan pun di lanjut sang ayah memulai pukulan pertama dan berhasil si tangkis oleh perampok itu, perampok pun membalas pukulan itu dan naasnya sang ayah telat untuk menahan pukulan itu dan mengenai muka sang ayah,sang ayah jatuh dan bangkit kembali dengan amarah yang kian meningkat.


"Seperti nya akan seru pertarungan ini"ucap perampok.


Pukulan demi pukulan dari sang ayah namun ngk ada yang berhasil bikin perampok kesakitan, perampok pun mempermainkan sang ayah dengan terus menghindar dari pukulannya perampok itu pengen liat gimana keadaan sang ayah kalau udah kelelahan.

__ADS_1


Perampok itu berniat membunuhnya akan tetapi ingin menikmati dulu kesakitan sang ayah, betapa kasian nya sang ayah terus berjuang dengan kesakitan yang berada di Perut karena tebasan dari pedang.


"Aku ngk akan kalah darimu hah...hah..hah"ucap sang ayah sambil kelelahan.


Mungkin karena udah muak dengan ocehan sang ayah perampok pun memukul kepala nya sekali lagi,sang ayah jatuh kesakitan dan perampok begitu menikmati detik detik sang ayah ngk berdaya.


Melihat sang ayah yang udah ngk berdaya sang ratu pun ngk diam saja dia membuat surat untuk memberitahu kan kepada si anak,sang ratupun memanggil burung pengirim pesan dan memberikan pesan itu untuk di antar kepada si anak itu.


Burung itupun sampe di tempat sang anak dan langsung memberikan pesan itu alangkah terkejutnya nya reaksi si anak itu bahwa ayahnya sedang di ambang kematian,si anak berlari menuju ke tempat ayah nya sambil menahan tangisan nya.


"ayah kenapa ayah kenapa bertarung...."ucap si anak sambil berlari menghampiri sang ayah.


Ditempat sang ayah perampok itu ketawa bahagia melihat sang ayah si ambang kematian nya perampok itu berkata.


"hahahah....sudahlah menyerah aja aku akan mengirimkan kamu ke alam sana bersiap lah"


"a-aku ngk akan mati ditempat ini,aku ngk akan kalah sama kamu"ucap sang ayah yang menyadari bahwa dirinya sedang di ambang kematian.


Dengan sombongnya perampok itu menghampiri sang ayah dan akan menghabisi nya ditempat itu juga.


Tiba tiba.....


"berentiiiiiiiiiiii!!!!!"ucap si anak sambil berteriak ke arah perampok itu.


Si anak sampai di tempat ayah nya dan terkejut liat ayahnya berlumuran darah dan berbaring lemah di tanah rasa sedih,marah bercampur pada diri anak itu.tiba-tiba perampok itu ketakutan akan adanya si anak itu.

__ADS_1


kenapa perampok itu sampai ketakutan melihat anak itu? akankah terjadi sesuatu sampai ketakutan begitu?.


__ADS_2