Hanya Ada Satu Pemenang

Hanya Ada Satu Pemenang
CH6 :KEMATIAN


__ADS_3

"hah apa apaan aura anak itu sangat kuat banget"ucap perampok sambil ketakutan.


Aura anak itu sangat lah kuat sampai bikin perampok ketakutan akan adanya anak itu,tubuh perampok bergetar keringat dingin karena ketakutan yang dia rasakan.


Sang ratu pun sama terkejutnya kaya perampok dia baru pertama kali merasakan aura yang sangat kuat dibandingkan saat dia ketemu anak itu di mimpi kemarin,sang ratu memfokuskan pandangannya nya ke si anak itu karena dia berharap gara gara itu anak itu mengeluarkan jati diri nya yang di sembunyikan oleh anak itu.


Sang ratu sangat terkejut dengan aura dari anak itu dia ngk menyangka anak itu akan mengeluarkan aura yang sangat kuat.


"Akhirnya anak itu mengeluarkan aura semacam itu"ucap sang ratu.


Lalu anak itu berjalan penuh amarah menuju perampok, perampok itu berjalan mundur karena takut akan terjadi sesuatu kepada nya.


Angin bertiup kencang awan seketika menjadi hitam suasana sangat menyeramkan ngk kaya biasanya.


...****************...


Di tempat yang lain Enni merasakan hawa yang sangat aneh lalu Enni berlari menuju keluar dari kerajaan itu dan menatap langit lalu berkata.


"Apa apaan langit ini sangat lah aneh ngk kaya biasanya,mungkin aja terjadi sesuatu yang besar".


Enni menduga akan terjadi sesuatu yang sangat menyeramkan, Enni khawatir sama sang ratu dia takut sang ratu kenapa kenapa dan dia ngk tau sang ratu dimana,saat bangun sang ratu sudah ngk ada di kerajaan.


"Semoga sang ratu ngk kenapa kenapa,dewa berilah perlindungan untuk sang ratu aku takut sang ratu kenapa kenapa tolong jaga sang ratu"ucap Enni sambil berdoa kepada dewa.


...****************...

__ADS_1


Tiba tiba sang anak berlari menuju ke perampok dan memukul kepala perampok itu dengan sangat kerasa sampai perampok itu terpental jauh ke belakang.


Perampok itu kaget dan kesakitan saat terkena pukulan dari anak itu, perampok itu berdiri dan berjalan untuk menghindari anak itu dia menyangka bisa kabur dari anak itu.


Akan tetapi sepertinya anak itu ngk akan memberikan kesempatan untuk perampok itu,tiba tiba sang anak ada di hadapan perampok, perampok dan sang ratu kaget kenapa anak itu tiba tiba bisa berpindah tempat sangat cepet.


Lalu sang anak mencekik perampok itu dengan kencang, perampok kesusahan bernafas dikarenakan dicekik oleh anak itu,sakit yang ngk pernah dirasakan oleh perampok itu.


"To-tolong ampuni aku tu-tuan"ucap perampok sambil meminta untuk di lepaskan.


"Kenapa aku akan melepaskan mu,aku akan membunuhmu! Berani beraninya kamu menyakiti ayah ku jangan harap kalau aku akan melepaskan mu"ucap anak itu dengan amarah nya.


Kayaknya anak itu ngk akan mengasihani perampok dan ngk akan mengampuni apa yang dilakukan oleh perampok itu,dengan tatapan sinis dan penuh amarah yang meluap-luap aura dari anak itu tambah menjadi jadi.


Sang ayah mengingat saat saat terindah bersama anak nya bermain bergembira kebahagiaan yang terpancar saat bermain bersama anak itu,sang ayah berharap ingin terus bisa bersama anak itu sampai akhir tuanya dan ingin melihat anak itu jadi pahlawan dan dapat membanggakan sang ratu.


Sang ayah menatap langit dan tersenyum seakan-akan sudah tau dia akan mati ditempat ini,lalu sang ayah berdoa kepada dewa untuk terus menjaga anak itu supaya jadi anak yang berguna dan menjadi pahlawan bagi kerajaan elf.


Melihat perampok itu akan mati tercekik karena cekikan anak nya sang ayah terus berdoa kepada dewa.


"Dewa jangan sampai anak ku jadi pembunuh tolong sadarkan anak ku"


Lalu perampok itu seketika mati karena tercekik terlalu keras, setelah lihat perampok itu mati anak itu melepaskan cekikan nya dan tersadar dia kaget liat tangannya penuh darah dan di hadapannya udah ada tubuh tergeletak tak bernyawa tubuh itu ialah perampok yang dicekik oleh dirinya sendiri.


Seakan tak percaya anak itu melihat sang ayah dan berlari menuju ayahnya yang udah ngk berdaya gara gara pertarungan bersama perampok,anak itu berlari sambil menangis lihat ayahnya berlumuran darah.

__ADS_1


"Ayah...jangan tinggalkan aku,aku ngk mau ayah pergi,aku ngk akan maafkan ayah kalau ayah pergi meninggalkan aku dan ibu"ucap sang anak sambil menangis.


"Nak.. jagalah ibu dan keluarga kita ayah bangga punya anak seperti kamu"ucap sang ayah.


"Jangan bilang begitu ayah pasti tertolong,aku akan menolong ayah bertahanlah"ucap anak itu.


Seketika sang ayah menghembuskan nafas terakhirnya di tempat itu,anak itu kaget dan ngk menyangka bahwa ayahnya akan mati secepat ini sang anak menangis hebat dengan kepergian sang ayah,rasa sedih yang ngk tertahan kan dari perasaan anak itu,dengan kepergian sang ayah anak itu mau ngk mau harus mandiri dan menjadi tulang punggung keluarga nya.


Sang ratu ikutan menangis lihat ayah anak itu tiada dia ngk bisa apa apa di saat ayah dari anak itu sekarat,dan ditambah takut ketauan identitas aslinya perasaan sang ratu campur aduk rasa sedih,dan rasa bersalah karena ngk bisa menolong sang ayah.


Sang ratu meminta maaf kepada dewa karenanya sang ayah meninggal.


"Andai saja aku menolong nya saat lagi bertarung sama perampok itu"ucap sang ratu sambil memohon kepada dewa agar memaafkan dirinya yang ngk menolong sang ayah saat bertarung.


Sang ratu bingung saat dia diberikan pertanyaan yang diberikan oleh pikiran nya sendiri pertanyaan itu adalah apakah aku harus menghampiri anak itu untuk menenangkan nya,atau pergi dari tempat itu meninggal kan anak itu.


Sang ratu berpikir sebelum bertindak dia takut salah memilih pertanyaan yang dilontarkan oleh pikiran nya sendiri.


Sang ratu terpaksa meninggalkan anak itu dan pergi secepatnya meninggalkan tempat itu dia takut ketauan oleh si anak.


"Maafkan aku,aku ngk bisa menolong ayah mu aku takut ketauan identitas asliku oleh kamu"ucap sang ratu sambil menyesali kesalahannya.


Sang ratu pun sampai di kerajaan nya dan mencari keberadaan Enni,akan tetapi Enni tidak ada di kerajaan nya sang ratu Bingung kemana pengawal pribadi nya,ruang demi ruang dicek oleh sang ratu akan tetapi tidak ditemukan keberadaan Enni.


apakah yang akan terjadi kepada anak itu kedepannya setelah ayah mati? bisakah anak itu jadi mandiri? dan gimana perasaan sang ratu setelah melihat anak itu mengeluarkan aura yang sangat kuat?.

__ADS_1


__ADS_2