
Setelah Kimara di tawarkan untuk menjadi seorang staf di ps.greenshi oleh Ohino, Kimara dan Sukie mencari Zenith.
Kimara "eee!!!"
Sukie (nyamperin Kimara ke kamarnya)
Sukie "apa yang kamu lalukan? eee!!!"
{Zenith sedang bermain di dalam lemari bersama para cahaya hijau, Kimara dan Sukie pun kaget ketika melihat nya}
Kimara "eee, apa yang terjadi}
Sukie "eee, kok ada cahaya hijau di sini pertanda apa ini?"
Kimara "sayangku kamu ini nakal sekali yaah"
Sukie "hahaha kalo ini bisa diabadikan, pasti pas Zenith sudah besar melihatnya hal ini akan tersenyum" (tersenyum)
Sukie "ohh iya kim, ini udh waktunya aku kembali ke rumah aku harus membersihkan rumah kapan-kapan aku akan mengunjungi mu kembali yaa kim!"
Kimara "ohh baiklah, jangan lupa untuk mengunjungi ku lagi yaa, pintu ku selalu terbuka untuk mu"
Sukie "hehehe, baiklah aku ingat itu"
{Sukie pun memeluk Kimara}
Sukie "sehat-sehat yaa sepupuku"
Kimara "kamu juga yaa haha, bye-bye"
Sukie "bye-bye"
setelah Sukie pulang kerumahnya, Kimara pun masuk kerumahnya lalu mengunci pintunya, ketika saat itu pun juga anaknya (Zenith) menghilang lagi, setelah Kimara tahu bahwa Zenith menghilang ia pun mencari di segala sudut ruangan, dari ruang tamu, kamar tidur, toilet, dan dapur, tetap saja tidak melihat Zenith.
saat Kimara melihat keluar jendela, ternyata Zenith telah dibawa pergi oleh Pria hitam minterius, dengan sigap Kimara membuka kunci pintu dan membuka pintunya kembali dan langsung berlari kearah Pria hitam misterius tersebut, ketika Kimara sudah dekat dengan Pria hitam misterius tersebut Pria itu menghilang, lalu Kimara terlihat bingung dan ketika ia melihat kebelakang ternyata Zenith sedang ada di dalam rumah belakang jendela sedang melihat bundanya diluar Kimara pun terkejut dan mencetuskan kalimat.
Kimara "kalau itu Zenith lalu yang tadi?" (takut)
{Kimara menengok kebelakang dan terkejut bahwa Pria hitam misterius tersebut adalah ayahnya dan dirinya sendiri ketika masih bayi.
melihat hal tersebut Kimara pun menyentuh ayahnya tetapi tidak dapat menyentuhnya karena hanya sebuah sipuet, lalu Kimara langsung berbicara dengan sangat lemas.
Kimara "a-ayahhh, ke-kenapa kau ada disini dan kenapa kau tidak bisa tersentuh oleh ku? apa kau.." (lemas)
Kimara "t-tidakkk, tidakkk mungkinnn, a-ayahhh" (menangis sesenggukan)
Kimara "ma-1maafkan aku, aku tidak tahuu bahwa kau sudah pergi jauhh dari ku" (menangis)
{siluet ayahnya pun menghilang dan tertinggal batu pusaka zamtu (batu tumbuhan)}
Kimara "ayaaaahhhhhhh" (menangis dari hati)
Kimara "jangan pergi ayaahhh" (menangis)
Selang melihat kepergian sang Ayah Kimara pun yang masih sesenggukan menghampiri anaknya, lalu berkata.
Kimara "Zenithhhh, maafkan bunda mu, kamu tidak akan bisa melihat kakek mu lagi" (sesenggukan)
Selang 5 (lima) tahun, Zenith pun didaftarkan sekolah di Taman kanak-kanak Kushinka didesa sebelah,
Pada saat pendaftaran dibuka, Kimara pun bergegas mengajak sang anak untuk segera ke desa sebelah untuk pendaftaran, disaat Kimara sedang mendaftarkan sang anak, tiba-tiba ada seorang anak perempuan bersama bapaknya di belakangnya mencetus.
bapaknya "hei bu apa kau tidak bersama anak mu?"
Kimara "aaa, dia ada bersamaku, ini disamping ku"
bapaknya "apa kau sehat? disamping mu itu boneka kayu" (heran)
Kimara "aaa? eee, kok boneka? tadi dia bersama ku"
∆Fake Situation∆
{bapaknya dipanggil ke ruang pembayaran bersama anak perempuannya}
ketika saat itu juga Zenith berada di sampingnya Kimara, ternyata Zenith lah yang menyamar menjadi boneka kayu tersebut, untung saja bapak dan anak perempuannya tidak melihat hal tersebut.
Kimara "Zenithhh kamu itu nakal sekali yaa" (mengusap kepala Zenith)
Zenith "hehehe, maafkan aku bunda" (tertawa kecil)
Kimara "iyaaa gapapa, lain kali jangan seperti itu yaa, okee?" (mengangkat tangannya ke depan Zenith untuk ber tos an)
Zenith "okee bundaa" (bertosan)
Kimara "baiklah ayoo kita pulang, semuanya sudah beres besok kamu mulai bersekolah yaa"
Zenith "horeeee aku sekolahh, yeyei yeyei yeyei, aku sekolah yeyei" (senang sekali)
Kimara (tersenyum melihat bayi kecilnya yang sudah mau bersekolah)
Kebesokan harinya...
Zenith "bundaa, ayok bangun bun aku kan sekolah hari ini"
Zenith "bunnn, bundaaaa, daaaaa, bangun bundaaa"
Kimara "iyaa Zenith sebentar ya" (mengucek mata)
Kimara (menguap)
Zenith "ayo bun mandii aku udah mandii niih"
Kimara "wahh kamu sudah mandi, hebat sekali anak bunda"
__ADS_1
Zenith "iyalah siapa dulu, anak bunda"
Setelah Kimara mandi Kimara pun bergegas ke sekolah barunya Zenith, dan mengantarkannya hingga kedalam kelasnya, katika pelajaran mau dimulai, Kimara pun pergi meninggalkan kelasnya Zenith, lalu ia ke sebuah mini market tak jauh dari sekolahnya Zenith untuk membeli keperluan barang sehari-hari nya.
*clek sreett (membuka pintu)
kk kasir "selamat datang selamat membeli"
Kimara "iyaa kak"
Kimara "aku butuh sabun, shampo, lalu pasta gigi, dan minyak goreng, lalu token listrik, beras, ayam, daging, kopi, lalu sereal dan bumbu, terus apa lagi ya?" (berfikir keras)
Kimara "ohh iya ramen instan"
Kimara pun bergegas mengambil keranjang dan barang-barang yang ia butuhkan, ketika sedang mengambil ramen, ada seorang Pria tampan yang juga ikut mangambilnya, sehingga tangannya saling bersentuhan.
Pria tampan "ma-maaf, aku tidak sengaja"
Kimara "aaa, y-ya tidak masalah kok hehe" (sating)
Pria tampan "ohh okee, ohh iya apa kamu suka ramen yang ini juga?"
Kimara "yaa itu rasa kesukaanku"
Pria tampan"selera kita sama ya, ohh iya kenalin aku Shikou, nama kamu siapa kalo boleh tau?"
Kimara "ohh aaaa, namaku K-krima, eee"
Shikou "eee?? krima??"
Kimara "eee" (tersipu malu)
Kimara "eeee, bukan maksudnya Kimara" (tersenyum malu)
Shikou "ohhh Kimara"
Kimara "iyaa hehe"
Shikou "ohh iya ini nomer aku, kita bisa kenalan lebih lanjut lewat chat ya"
Kimara "aaa, iyaa, nanti aku chat"
Shikou "yaudah ini ramennya tinggal 1 (satu) buat kamu aja"
Kimara "aaa, terimakasih ya"
Shikou "tidak masalah, yaudah aku bayar duluan ya"
Kimara "iyaaa, sampai jumpa lagi"
Shikou "yaa"
setelah Shikou bayar dan pergi meninggalkan mini market, lalu datang Kimara ke meja kasir untuk melakukan pembayaran, setelah itu ia juga pergi meninggalkan mini market tersebut, lalu ia kembali ke sekolah Zenith dan menunggunya pulang sekolah.
*tingtungting~~tung
Zenith "bundaaaa, aku tadi abis belajar matematika ternyata gampang banget loh bundaa"
Kimara [eee, gampang??] "wahhh pinter sekali anak bunda" (mengusap kepala Zenith)
Kimara "ayok kita pulang sudah siang nih"
Zenith "ayoookk" (sambil menggandeng tangan bundanya)
setelah sampai rumah Kimara pun bergegas memasak makanan, untuk Zenith.
setelah memasak makanan untuk Zenith, ia pun memasak ramennya segera untuk menemani anaknya makan juga, ketika sedang memasak ramen ia pun teringat dengan Shikou, dan kimara pun kembali salah tingkah
Kimara (tersenyum-senyun sambil memegang pipinya)
Zenith "bunda kenapa kok senyum-senyum sendiri?"
Kimara "eeee, nggak kok bunda lagi senyum gara-gara ada nyamuk yang senyumin bunda" (malu)
Zenith "emang nyamuk bisa senyum yaa bunda?"
Kimara "eeee, umm bisaa dong" (bohong)
Zenith "hmmm, emang iya yah, oohhh bunda bohong yaa"
Kimara "tidakk bunda tidak bohong" (bohong)
Zenith "Zen tahu bunda pasti lagi mikirin Pria yang tadi di mini market, iyaa kan bundaa?"
Kimara "eeee, tidakk kok" (bohong)
Zenith "masa sih"
Kimara [kok bisa tau yaa]
Zenith "iyaa lahhh Zenith"
Kimara (terkejod) "h-hahhh"
Zenith "kenapa bun? ehh bau apanih kok baunya angus ya bun"
Kimara "eeee, ohh iyaaaaa bundaa lagi masakkk, yahhh gosong dahhh" (melihat panci berisi mie)
Kimara "yahhhh kannn"
Zenith "yahhh terus gimana bun?"
Kimara "yaa gitu"
Kimara "yaudah ayo kita makan yang tadi bunda masak aja"
Zenith "ayoook"
__ADS_1
setelah Kimara dan Zenith selesai makan siang, ketokan pintu pun terdengar...
*tok tok tok tok
Kimara "siapa itu? tunggu sebentar" (teriak)
Kimara "Zenith kamu tunggu disini dulu ya"
Zenith "okeee bun"
Kimara (segera menghampiri pintu lalu membuka jendela)
Kimara "h-haaahhh Su-Sukie?"
Kimara bergegas untuk membuka pintunya
dengan rasa senang melihat Sukie setelah sekian lama tak jumpa Kimara pun langsung memeluk erat Sukie.
Kimara "Sukiee, ayahku sudah tiada" (menangis)
Sukie "h-hah?? b-beneran kim??"
Kimara "i-iyaaa" (nangis)
Sukie "yang sabar yaa kim" (memeluk balik kimara)
Kimara (mengusap air mata)
Kimara "ayook kita masuk"
Sukie "iyaa ayoo"
Kimara "tunggu yaa aku ingin panggil Zenith dulu"
Sukie "hah Zenith?"
Kimara "iyaa Zenith apa kau lupa?"
Sukie "Zenith? ohhhh yang waktu itu terbang ya?" (dengan polos)
Kimara "ehehhe iyaaa, tunggu ya"
{Kimara pun bergegas menuju dapur}
Kimara "Zenithh ini ada aunty kamu zen"
Zenith "hah, aunty?"
Kimara "iyaa aunty kamu tuh didepan salim sana"
Zenith "ohhh yang waktu aku umur 4 bulan ya?"
Kimara "eeee kok, umm iyaaa pas kamu 4 bulan"
Zenith "ohhh okee"
{Zenith dan Kimara pun segera ke ruang tamu}
Zenith (salim kepada Sukie)
Sukie "wahhh ponakan aunty sudah besar"
Zenith "iyaa heheh"
Kimara "tunggu sebentar ya, aku bikin minuman dulu"
Sukie "iyaa kim"
{Kimara kembali ke dapur dan membuat teh hijau}
disaat Kimara sedang membuat teh hijau bunyi ketukan pintu yang ke dua kalinya berbunyi.
*tok tok tok tok
Kimara "h-hahh siapa itu?"
Kimara (segera menghampiri Sukie dan Zenith)
Sukie "a-apa itu ohino?"
Kimara "aku tidak tau"
Kimara (mengecek jendala)
Kimara "h-haahhhh dia kembali" (kaget)
Sukie "siapa? mau apa?"
Kimara "dia itu yang meminta aku untuk memberikan anakku kepada raja kegelapan"
Sukie "gawattt" (cemas)
Kimara "Zenith kamu sembunyi di dalam lemari atau menyamar jadi apapun, bunda ingin mengobrol oleh orang jahat"
Zenith "b-baik bunda, hati-hati ya bundaa"
{Zenith pun segera bersembunyi dan menyamar}
Sukie "kamu yakin kim, aku agak cemas"
Kimara "yaa aku yakin, baiklahh kamu berjaga-jaga di belakang aku ya, aku ingin membuka pintu nya, kamu tetap dibelakang aku meski dia melihat kamu"
Sukie "o-okeee hati-hati kim"
{Kimara membuka pintu rumahnya sedikit demi sedikit}
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
|| Hero Zen #3 |||| Bersambung |||| Hero Zen #4 ||