Hey, My Life

Hey, My Life
HML,5


__ADS_3

"2pertanyaan. Ikut bersamaku atau kau.. terus menderita"


..........................................


"Apa maksudmu?!" Eveline bertanya.


Sungguh dia saat ini sangat kerakutan, kakinya sudah bergetar dalam diam. Walau terdapat rasa ketakutan didalam dirinya nyatanya dia dapat... sedikit menyembunyikan karena rasa penasaran nya yang tidak dapat dihindarinya.


"Ck" pria itu berdecak " Gadis bodoh." gumamnya.


Eveline mendelik tidak terima dan sedikit tidak mengerti apa yang diinginkan pria ini.


"Apa maksudmu tuan?" tanyanya penasaran.


Eveline berjanji jika ia telah mendapatkan jawaban Dari pria ini, dia akan segera keluar dari tempat berbahaya ini.


"Apa kau tidak mengetahuinya? " bukanya menjawab, pria ini berganti bertanya.


"Apa?" Dengan polosnya Eveline berucap. "Bagaimana kau mengetahui nama ku tuan?


"Tidak penting."


"Apa kau se.. seorang stalker " suara Eveline mulai sedikit bergetar.


Evelin tidak mengerti dengan pria didepanya ini. Dia sangat cemas. Bagaiman tidak!!! jika pria ini menghampirinya dan mmeluknya karena alasan konyol?.


Pria itu menghela nafas "Bekerjalah denganku."


"Ha?Apa maksudmu? " Eveline bertanya lagi.


"Hei nona kaila.apakah tidak Ada kata lain selain anda bertanya terus?" Pria itu kesal.


"Aku tidak mengerti. Dan Demi tuhan siapa kau sebenarnya.Kenapa kau mengetahui nama ku.Tolong jangan menakuti ku tuan."

__ADS_1


Pria itu menghela nafas berat "Nanti kujelaskan Ikutlah denganku."


Pria itu memegang tangan Eveline dan menariknya keluar dari kamar mandi.Evelin pun terkejut, pasalnya dia berhadapan dengan orang asing yang seenak nya memegangnya.


"Hei.Apa yang kau lakukann tuann!!"pekik Eveline


"Cih, Aku tidak pernah melakukan apa apa kepadamu" pria itu berdecih.


Mereka pun keluar dari kamar mandi. Entah mau dibawa dimana Eveline saat ini. Dia bingung harus melakukan apa,dia juga berpikir bukankah mereka sudah selesai perform dari tadi. Sungguh,tinggal Dikota dan tidak mengenal siapapun sangat sulit menghadapinya.


Mungkin sebutan Eveline saat ini adalah gadis penurut, ya Karena dia memang gadis polos yang yang kesepian.


Mereka keluar dari Gedung itu dan ternyata Pria itu membawanya ke sebuah kafe terdekat disekitaran gedung itu.


"Kenapa kita kesini tuan? " Eveline linglung, bingung,khawatir bercampur jadi satu.


"Makan."


"Ha!? MA..makan, kenapa___"


"I.. iya.Maaf tuan"


"Ya."


Mereka memesan sesuatu dikafe tersebut. Sebuah kentang goreng yang diberikan saus dan mayones dengan jus Lemon terlihat jelas dimeja mereka.


"Aku mentraktirmu." pria itu berucap menghentikan keheningan.


"Terima kasih tuan." jawab Eveline antusias


"Sean,panggil itu."


"Apakah tidak apa apa"

__ADS_1


"hmm"


Ya, pria itu bernama Sean. Dia pertama kali bertemu dengan Eveline semenjak dia masih menggunakan seragam SMA. Saat itu Sean berhenti dihalte dengan tiba tiba setelah berjalan cukup jauh dari rumahnya. Dia kabur dari rumah, tentu saja Karena ia sangat marah kepada ibunya. Yang mereka pikirkan hanyalah bisnis dan bisnis.Bahkan sama sekali tidak menanya keberadaannya Selama ini. Dia kesal.


Sean mengetahui nama Eveline karena dia tidak sengaja membaca name tag dibaju gadis itu. Sean mencatat nya di sebuah kertas dan sekarang hilang entah kemana.Sekarang Dia menemui gadis itu kembali,tentu saja perbedaan yang sedikit berbeda. Eveline terlihat dewasa dari sebelumnya.


Eveline menggigit bibirnya dan berucap "Bagaimana kamu mengetahui namaku?"


"Apa kau bodoh atau pura pura bodoh"


"Apa maksudmu?"


"Lihat apa yang bertengger di lehermu"


"Tidak ada kok."


"Lihat bajumu.bukankah tulisan nya Kaila save"


Sial,ternyata dia salah membaca tadi.Tapi benar kan,tebakan nya benar.Jelas jelas Eveline kaget saat mendengarnya. Sean tau namanya Karena dia mencatatnya disebuah kertas tapi.. hilang.


"Hah, ini" Eveline terbengong melihat bajunya yang ternyata bertulisan Kaila Save Happier "jadi kamu membaca ini?bukan benar benar mengetahui namaku? "


"Iya aku menebaknnya.bukankah benar,kalau salah kenapa kau terkejut." Sean menaikan sebelah alisnya tanda meremehkan gadis itu


"Aku.. aku " Eveline menghela nafas pasrah " Aku Kaila" Ucapnya sambil mengulurkan tanganya.


Bukanya menyambut uluran tanganya, sean justru memberikan potongan kentang goreng di telapak tanganya.


"Hei,aku ingin bersalaman."


"Tidak perlu, kau juga sudah mengetahuinya"


"Iya,Kau S.E.A.N. Sean" ucap Eveline sambil menyungging senyum manisnya."Terima kasih. kau sungguh baik."

__ADS_1


Happy reading...


__ADS_2