Hidup Adalah Pilihan

Hidup Adalah Pilihan
Pagi yang indah


__ADS_3

Kringg, kringgg, kringg.....


Seperti biasa alarm dipagiku berbunyi.


Hari senin yang di awali dengan presentasi dikampus. "sepertinya masih mengantuk" gumamku dikamar.


Ria adalah anak kedua dari 2 bersaudara. Saudara perempuan ria lagi menempuh sekolah kedokteran di swiss. Jadi ria dirumahnya hanya tinggal bertiga. Mamanya adalah seorang desain dan papanya mempunyai bisnis yang lumayan lancar. Ria berambut panjang, bermata lebar, berhidung mancung dan berbulu mata lentik.


"Riaaaa, makanannya sudah siap sayang, cepat turun, nanti telat berangkat kampusnya" pagi pagi mamaku hobinya teriakin aku terus, hehe, "siap mama" ucapku dari dalam kamar.


Mamaku selalu menyiapkan sarapan. Mamaku juga kadang jadi seorang teman. Karena kakak perempuan ria berada di kejauhan jadi ria selalu kemanapun bersama mamanya. Bahkan curhatpun pasti selalu ke mamanya.


Setelah makan, aku langsung bergegas mengambil sepeda motor, dan langsung berangkat ke kampus.


" mama, papa Ria berangkat ke kampus ya. Assalamuaikum " ucap ria dari depan pintu sambil bersalaman


" hatihati sayangg. " ucap mama papa ria barengan


Suasana dijalanan sangatlah ramai, kendaraan berlalu lalang sehingga membuat suasana kota menjadi sangat ramai, dan padat oleh orang orang yang ingin berangkat kerja maupun pergi kesekolah atau ke kampus.


" untung pagi ini bebas dari kemacetan, biasanya selalu macet " ucap ria sambil berbicara sendiri.


Untuk hari-hari tertentu memang jalanan kadang macet, kadang macet total. Bisa membuat ria telat masuk kampus. Tapi pagi ini ria bebas dari kemacetan..


Sesampainya dikampus, aku langsung menuju parkiran sepeda motor. Parkiran sepeda motor di kampusku sangat luas.


Tiba-tiba aku mendengar suara di balik taman.


"Heyyyy Ria " ucap seseorang dibalik taman kampusku .


"Heyyy Rio, kamu tumben rajin, biasanya kan telat mulu " ucapku, ternyata yang memanggilku adalah rio, sahabat ku dari SMA.


Seperti biasa rio selalu mengagetkanku di parkiran. Usil banget dia.


Sambil kita mengobrol dan menuju kelas kita. Kebetulan aku dan rio sekelas dan sama sama mengambil jurusan hukum. Aku bersahabatan dengan dia sudah 3 tahun, dari kelas 2 SMA sampai sekarang kuliah semester 3.


Hari ini jadwalnya presentasi yang dibagi menjadi 4 kelompok. Aku kelompok 2 dan rio masuk kelompok 4. Aku sekelompok dengan vina. Sahabatku juga dari awal masuk kuliah. Dia orangnya baik. Tapi baperan. Wkwk


" Rii kita sekelompok lagi, yuk bagi tugas yuk " ucap fina sambil meluk ria.

__ADS_1


" emang ya kita jodoh. Ahahaa. Okelah kita bagi tugas ya " ucap ria sambil ketawa.


" enaknya nih kita ke perpus aja kali ya rii " ucap fina


" ini kan cuma rangkuman 4 bab aja. Jadi kita perorangan merangkum 1 bab " jelas ria kepada kelompoknya.


" okee " ucap fina dan lainnya.


2 jam kemudian....


Tiba tiba ada yang narik tanganku "Riaaa cantikk, ayo ke kantinnn , nanti aku yang teraktir" ya , rio yang narik tanganku, seperti biasa kalau hari senin dia selalu mentraktirku,


"ayooo, " ucapku sambil mengikuti langkah dia.


Hari ini hanya ada 1 mata kuliah. Dan jam 10.30 aku pulang.


" rii , siang ini aku pulang duluan ya , besok tugas rangkumannya di satuin ya. Soalnya doiku ngajak ke mall. Maaaf ya ria sayang " ucap fina sambil memeluk ria.


" emang ya yang namanya fina suka keluyuran sama pacarnya. Sampek lupa sama sahabat sendiri " ucap ria bercanda.


" biasa lagi bucin-bucinnya gaes, ahahaha" ucap fina sambil ketawa.


Setelah itu finapun pergi. Karena jika mata kuliah hanya 1 memang biasanya fina ngebucin sama pacarnya. Dan riapun menuju parkiran kampus.


Sesampainya di parkiran aku melihat rio bicara dengan seorang wanita. Dalam hati aku bertanya "siapa perempuan itu ?".


Tak biasanya ria sedekat itu dengan temen ceweknya. Biasanya jika pulang lebih awal rio selalu ngajak ria ke tempat tongkrongan biasanya mereka nongkrong. Tapi kalo ini ada yang beda dari rio. Mulai dari rio menatap wanita itu. Seakan-akan mereka saling jatuh cinta.


"ah abaikan saja, mungkin hanya teman beda jurusan " ucapku dalam hati.


Dalam perjalanan ria memikirkan rio dan wanita itu. Ada rasa cemburu tapi terhalang oleh kata SAHABAT.


Sesampai aku dirumah, aku langsung chat wa rio.


10.45 - Ria : heyy. Kamu tadi sama siapa? Pacar baru ya ?


10.47 - Rio : heyy. Bukanlah, itu cuma teman beda jurusan aja, ciiee ada yang cemburu karena sahabatnya sama cwe lain, ngaku luuu😂


Dalem hatiku "ada sih sedikit", pasti adalahh.

__ADS_1


Gimana gak cemburu aku sama rio 3 tahun bersama meskipun hanya sebatas sahabat, selama 3 tahun aku dan rio tidak pernah memiliki pacar. Kita hanya menghabiskan waktu berdua. Dan kebetulan rumah kita satu komplek. Dan orang tua kita saling kenal. Dia sudah aku anggap sahabat dan bisa melebihi sahabat. Ria memang menyukai rio. Tapi Ria harus sadar bahwa rio hanya sahabat tidak lebih.


"Aduhhhhh, ingatt rio sahabatmu riaa" ucapku dalam hati.


16.00 - Ria : Rio sibuk gak ? Temenin aku ntr malem keperpus yuk, sekalian ntar ngopi di tempat abang midun.


Sambil menunggu balasan chat dari rio aku meminum segelas teh buatan mamaku.


klinggg....tandanya ada pesan masuk


16.30 - Rio : sorry baru bales rii, maaf rii malam ini aku gak bisa nemenin kamu.


16.32 - Ria : oke santuyy aja, aku bisa sendirian kok, thankss :)


Meskipun dalam hati mempunyai perasaan yang sedikit gelisah, aku tetap keperpus sendirian tanpa ditemenin rio.


biasanya setiap aku pergi selalu rio orang pertama yang sanggup mengantarkanku kemanapun aku pergi. Tapi malam ini aku rasa rio sedikit berbeda.


Tujuanku ke perpus ingin mencari buku untuk bahas rangkuman yang kurang tadi pagi. Kebetulan tidak bersama fina. Setelah aku menemukan buku yang aku cari. Aku langsung pulang.


Setelah aku pulang dari perpus, aku mampir sebentar ke tempat ngopi deket perpus, biasanya aku kesini bareng rio. Ini tempat ngopi favorit kita berdua.


" Tumben rii kamu sendirian ,riio mana ? " ucap bang midun pemilik tempat ngopi ini,


" rio lagi ada acara bang, " jawab aku dengan sedikit muka cemberut


" yaudah ntar aku aja yang nemenin ya , pesen kopi sepertii biasa kan ? " ucap bang midun lagi


" iya bang" jawabku.


" pulangnya jangan malem-malem rii. Gak ada rio soalnya. Biasanya kan pulang sampe jam 10 kalo ada rio" ucap bang midun lagi


" iya bang ntar lagi juga mau balik kok " jawab ria


Setelah sekian lama aku duduk sendiri sambil melihat kendaraan diluar jendela.


Ternyata sudah jam 21.00.


"Bang aku pamit pulang dulu ya, " ucapku ke bang midun, bang midun hanya mengangguk karena masih banyak pesenan kopi lainnya yang harus disediakan.

__ADS_1


Keesokan harinya.....


__ADS_2