
Kringg...kringg...
Alarm kamar berbunyii..
Klingg...nada whatsapp
07.00 - Fina : rii, ke perpus yuk.
07.01 - Ria : hayyukk, aku mandi dulu.
Pagi-pagi fina ngajak ke perpus. Mungkin fina mengerti bahwa sekarang aku hanya butuh kesibukan untuk melupakan rio.
Selesai mandi dan makan aku menghampiri mama ke dapur.
" ma, ria ke perpus ya bareng fina " ucapku sambil memeluk mama dari belakang.
"Sama rio lagi ?" Tanya mama dengan lirikan kepo
Mungkin mama nyangka kita masih baik baik saja. Padahal ini semua terjadi karena aku yang menaruh perasaan sama rio. Rio hanya menganggap aku hanya sebatas sahabat saja, TIDAK LEBIH.
Tiba-tiba fina sudah sampai dengan rumah.
"Ma , aku berangkat " ucapku sambil berlari kedepan pintu menghampiri fina.
Kita pergi ke perpus untuk mencari bahan presentasi yang akan di rangkum nanti.
"Riaa, kamu tau aldo anak matematika itu ?" Ucap fina sesampainya di parkiran perpus.
__ADS_1
" nggak tau fin, emang kenapa ? Jangan jangan kamu naksir dia ya ??" Sambil mencolek pinggang fina.
" nggak, nggak, dia nanyain kamu, katanya sih kemaren ketemu di kantin" ucap fina sambil membenarkan hijabnya.
" apaan sih finn " jawabku dengan nada datar
" orangnya ganteng loh rii, udah ganteng kaya lagi, baikk dia orangnya, temen smaku" ucap fina lagi sambil melihat ria,
" ya terus kenapa ? -_- " ucap ria
" dia dateng kesini, katanya pengen kenalan sama kamu , cieee " bisik fina di telinga sebelah kiri,
Aku hanya tertawa,
Sebenarnya ria tau yang namanya aldo itu yang mana, ria dulu juga pernah naksir aldo (pengagum rahasia) wkwkw, dulu ria sering melihat aldo dari kejauhan.
Langit semakin cerahh, diluar sana mataharia bersinar terang.
" heyy, finn " ucap seseorang dari sampingku
Ternyata aldo cowok yang aku kagumin pas waktu jadi maba dulu. Hehehe
" eh aldo, nih kenalin temenku, " sambil melihat ke arah ria,
" heyy, riaa " ucapku sambil mengulurkan tangan
" aldo " ucap aldo sambil tersenyum
__ADS_1
" kaliam udah nemu bukunya ? " tanya rio sambil duduk di sebelahku
" udahhh al, " jawab kita secara barengan😁
" eh riia, aku boleh gak minta nomer whatsappmu ?" Tanya rio sambil melihat ke arah ria
" oh, boleh boleh ," jawab ria sambil tersenyum
Setelah itu ria dan aldo sambil bertukarang nomer whatsapp.
" pacarmu gak marah nih ?" Tanya aldo sambil ketawa
" pacar ? Aku gak punya pacar al " jawab ku dengan nada sinis
" oohh, kamu kira rio itu pacarku ? Dia hanya sebatas teman kok, gak lebihh " ucapku sambil tersenyumm
Setelah itu kita bicara bertiga, membahas kampus kita, kebetulan nanti ada event setiap fakultas, dan ternyata si aldo ini adalah BEM di universitas indonesia.
" udahh ganteng, care, baikk, jadi BEM di kampus, ditambah lagi katanya suka main basket " ucapku dalam hati
Tak heran kenapa banyak sekali cewek cewek di kampus banyak yang ngincer aldo ini.
Tapi ria tidak ada kepikiran untuk dekat dengan aldo, hanya saja ria dulu pernah mengaguminya karena ganteng dan suka main basket. Ciri ciri cwok yang disukai ria adalah aldo banget.
Di hati ria masih ada nama rio, ria menyimpan perasaannya sendirian. Setelah sekian lama bersahabat, ternyata perasaannya tidak terbalas. Ria mengira rio juga menyukainya, tetapi tidak, rio memilih menyukai cwek lain, dan sekarang mereka sudah berpacaran.
Rio seakan akan sudah melupakan ria sahabatnya yang telah 3 tahun menemaninya.
__ADS_1
Bagaimana tidak sakit hati, orang yang kita anggap sahabat, ternyata berubah drastis ketika mempunyai pacar.