Hidup Dengan System

Hidup Dengan System
mencari kak nisa


__ADS_3

Saya melihat dikamar kak nisa tidak ada, sayapun menuju ruang tamu dan menanyakan kepada orang tua ku.


"Ma pa apakah mama dan papa melihat kak nisa?" Kata ku sambil khawatir


"Papa enggak lihat nak, emang di kamarnya gak ada?" Kata papa ku


"Enggak papa, enggak ada!" Kataku gelisah


"Mungkin dia lagi diluar nak" kata mamaku


"Masak sih ma, tapi didepan rumah kita ada anak panah dan gambar ini" kata ku sambil menunjukkan gambarnya


"Itu cuman orang iseng aja nak" kata papa ku.


" Tapi pa, kalau terjadi apa apa sama kak nisa bagaimana." Kataku khawatir


"Tidak akan terjadi apa apa pada kak nisa" kata papa ku menenangkan ku


"Sana pergi ke sekolah dulu, nanti kalau sampai sore kak nisa belum pulang, kita cari sama sama" kata mamaku


"Yaudah no ma pa, saya mau siap siap dulu ke sekolah " kata ku


"Iya nak, bentar kak siapkan bekal untukmu dulu." Kata mamaku


Sayapun memakai seragam sekolah, sedangkan mamaku menyiapkan bekal untukku. Setelah itu saya pamit pergi ke sekolah.


"Ma pa, saya pamit ke sekolah dulu ya" kata ku


"Iya nak, ati ati. Oh iya jangan dipikirkan tentang kak nisa, dia pasti baik baik saja kok" kata papa ku


"Iya pa, moga-moga aja" kata ku


" Sudah jangan terlalu dipikirkan, untuk sekarang fokus sekolah dulu aja" kata papa ku


"Iya pa" kata ku


Sayapun pergi ke sekolah. Dalam perjalanan saya


khawatir sama kak nisa takut terjadi apa-apa


"Dimana dia sebenarnya, kalau dia mau pergi kenapa gak bilang. Saya tidak akan melarang dia untu pergi. Kalau begini kan saya yang susah." Kata ku bicara sendiri.


Tiba-tiba notif pun muncul.


"Apakah kamu ingin menolong kak nisa"


Sedangkan itu ditempatnya kak nisa. Kak nisa mengikuti dua orang itu sambil dirinya di ikat, kak nisa ditarik tari sama orang itu


"Aku mau kamu bawa kemana sebenarnya?" Tanya kak nisa


"Sudah jangan banyak omong ikuti saja kami" kata orang no 4


"Kalian mau apa nanti aku kasih, uang, kekuasaan, tanah. Aku akan kasih, tapi lepaskan aku?" Kata kak nisa


"Bisa diam sedikit tidak sih, kita gak butuh semua itu" kata orang no 5


" Benar, kalau kamu mati. Itu semua juga milik kami semua. Jadi membiarkan kamu hidup atau kamu mati itu sama saja bagi kami" kata orang no 4


"Kalian, awas saja kalau aku sudah bebas. Ku Bunuh kalian semua" kata kak nisa sedang marah


"Emang kamu bisa apa coba, semalam saja kamu tidak bisa melawan ku, bisa bisa ya ingin membunuh kami" kata orang no 4


"Kamu mau apa." Kata kak nisa


"Cukup ikuti kami dengan manis, itu saja" kata orang no 5


"Iya aku ikutin, tapi jangan tarik dong" kata kak nisa


" Kamu bisa diam enggak sih" kata orang no 5

__ADS_1


Kak nisa pun langsung diam tidak bersuara dan mengikuti mereka.


" Nah begitu kan manis." Kata orang no 4


"Bos pasti senang kita bisa membawa dia" kata orang no 5


"Benar pasti kita dapat bonus banyak" kata orang no 4


"Benar-benar kita pasti dapat bonus banyak." Kata orang no 5


Kak nisa ditarik sama orang itu. Wajah kak nisa mulai pucat karena dia belum sembuh secara total. Selang beberapa lama terlihat bangunan besar yang sudah tua. Kak nisa dan orang orang itu pun masuk kedalam ruangan itu.


Didalam ruangan itu ada beberapa orang yang sedang menunggu.


"Wah wah bagus kerjaan kalian" kata orang no 1


"Iya no bos, ini sudah saya ikat orangnya" kata orang no 4


" Bagus, memang bagus kerjaan kalian" kata orang no 1


"Hahaha, siapa dulu dong" kata orang no 5


"Ngomong-ngomong bos, apakah kita bisa dapat bonus" kata no 4


" Tenang aja kalian berdua akan dapat bonus banyak nanti" kata orang no 1


"Makasih bos" kata no 4


"Sekarang ikat dia di dinding itu itu" kata orang no 1


Kak nisa di ikat didinding, kaki dan tangan kanan diikat didinding ke 1 dan kaku dan tangan kiri diikat didinding yang lain.


"Cepat lepaskan aku" kata kak nisa


"Bisa diam tidak" kata orang no 1


"Hey kalian" kata kak nisa


"Ada apa lagi" kata orang no 2


"Bisa beri aku makanan, aku belum makan ni" kata kak nisa


"Dasar kamu ini, mau mati saja masih saja menyusahkan" kata orang ke 2


"Ada apa ini? Dari tadi ribut aja" kata orang ke 1


"Ini bos, dia mau mintak makan" kata orang ke 2


"Kasih dia makanan" kata orang no satu


Orang no 2 pun mengambilkan makanan untuk kak nisa


" Ini cepat makan" kata orang no 2


" Kamu bodoh ya" kata kak nisa


"Kamu, beraninya menghina saya." Kata orang no 2 sambil mengangkat tangannya mencoba menampar kak nisa


"Ada apa lagi ini, berisik saja" kata no 1


"Maaf bos, dia membuat ku marah. Saya suruh dia makan tapi dia menghina saya dengan bilang saya bodoh." Kata orang no 2


"Emang kamu bodoh. Bagaimana bisa saya makan kalau tangan saya diikat begini" kata kak nisa


"Dasar kamu bodoh" kata orang no 1 memukul orang no 2


"Maaf bos lupa saya" kata orang no 2


"Suapi dia, jangan buka ikatannya" kata orang no 1

__ADS_1


Orang no 2 pun menyuapi kak nisa, kak nisa pun memakan makanannya sampai habis sambil disuapi pria itu. Tak lama kemudian orang no 1 mendapatkan panggilan masuk.


"Halo bos" kata orang no 1


"Bagaimana dengan dia? Kata orang didalam telepon


"Orangnya sudah saya ikat bos, nunggu perintah bos untuk mengirim" kata orang no 1


"Bunuh dia, kirimkan saja kepalanya saja buat barang bukti" kata orang didalam telepon


"Siap bos, laksanakan." Kata orang no 1


"Jangan sampai gagal, atau kamu sendiri yang akan mendapatkan hukuman nya" kata orang didalam telepon


"Siap bos" kata orang no 1


Telepon itu sudah mati, lalu orang no 1 mendekati kak nisa.


"Apakah kamu dengar telepon tadi." Kata orang no 1


" Telepon apa" kata kak nisa pura-pura tidak tau


"Orang tadi memerintahkan kita untu mengirim kepala mu saja" kata orang no 1


"Saya aja bos yang bunuh dia" kata orang no 2


"Dasar kalian, awas saja ya. Ku Bunuh kalian semua" kata kak nisa


"Eh, bukannya kebalik ya. Kita yang bunuh kamu bukan kamu yang bunuh kita." Kata orang no 3


"Ayuk bos siapa yang dipilih untuk membunuh" kata orang no 4


"Saya saja bos." Kata orang no 3


"Saya saja bos, saya ingin memenggal kepalanya karena sudah berani menyuruh menyuapi dia bos" kata orang no 2


"Saya saja bos, saya yang bawa kemari" kata orang no 4


"Siapa saja boleh bos, asal dia cepat mati. Biar


tidak menyusahkan" kata orang no 5


Lalu orang no 1 memegang mukanya kak nisa.


Kak nisa meludahi orang no 1 tersebut.


" Hey, menurut kalian. Bukannya orang yang menyuruh membunuh wanita ini tidak menginginkan tubuhnya" kata orang no 1


"Iya lalu bos" kata orang no 2


" Jadi kita bisa bermain dengan tubuhnya dulu dong sebelum kita bunuh dia" kata orang no 1


"Benar bos, Ayuk kita lakukan" kata orang no 3


" Jangan mencoba coba untuk menyentuh tubuh ku ya?" Kata kak nisa


"Dimana keberanian mu tadi" kata orang no 1


Orang no 1 itupun merobek baju kak nisa, sehingga kak nisa pakai baju dalam saja.


"Tolong jangan apa-apakan saya, bunuh saya langsung saja tolong." Kata kak nisa sambil meneteskan air mata


"Hey kok nangis, dimana nyalimu tadi" kata orang no 1


"Tolong siapapun tolong aku, bantu aku" kata kak nisa.


Tiba-tiba pintu dibuka dari luar. Ada seseorang yang masuk dengan kerennya. Seseorang itu masuk menggunakan topeng penutup mata dan dia berbicara


"Seperti biasanya saja, kamu mesti menyusahkan aku." kata orang keren itu

__ADS_1


__ADS_2