Hidup Dengan System

Hidup Dengan System
belajar pedang


__ADS_3

Dirumah kemudian, sesampainya saya dirumah. Kak nisa ada di depan rumah. Saya melihat dia sedang melamun.


"Halo kak nis, ngapain diluar kak?" Kata ku


"Lagi nyari angin aja ni, kamu kok baru pulang sekolah?" tanya kak nisa


"Iya, saya tadi sekalian pergi ke perpustakaan, ada sesuatu yang aku cari disana" kata ku


" sudah dapat apa yang kamu cari." kata kak nisa


"Belum sih" kata ku


"buku apa yang kamu cari, biar aku Carikan" kata kak nisa semangat


"makasih kak, tapi gak usah. Biar aku cari sendiri" kata ku


"gak papa, buku apa yang kamu cari" tanya kak nisa


"Ya buku tentang kejanggalan di dunia ini." kataku


"Benar yang aku cari buku tentang sistem yang ada di diriku ini, aku tidak mungkin menceritakan tentang sistem ini kepada kak nisa." kataku dalam hati


Kak nisa sedikit kaget setelah menerima jawaban ku.


"buku itu tidak ada" kata kak nisa membentak


"iya, tapi jangan berbicara dengan keras begitu ta" kata ku santai


" maaf karna sudah membentak mu" kata kak nisa


"iya gak papa" kataku


"jangan pernah cari buku tentang buku itu lagi, ini demi kebaikanmu sendiri" kata kak nisa mengingatkan


"iya iya kak" kataku


Menurutku kak nisa menyembunyikan sesuatu kepada ku, tetapi apa. Saya mau bertanya tapi situasi tidak memungkinkan untuk bertanya. Yaudah lebih baik diam untuk sementara ini.


"Yaudah ayok masuk dulu, nanti baru makan?" Kata kak nisa


"Iya ayok kak" kata ku


Aku pun masuk kerumah bersama kak nisa, sesampainya didalam rumah orang tua ku menyapa ku


" Baru pulang nak?" Kata mamaku


"Iya ma, tadi sekalian pergi ke perpustakaan. Maaf ya" kataku


"Iya gak papa, lain kali kalau telat pulang hubungi pihak rumah dulu ya, biar pihak rumah tidak khawatir" kata papaku


"Iya pa maaf, lain kali saya akan menghubungi dulu kok." Kata ku


"Yaudah buruan ganti pakaian dulu, baru itu makan. Kak nisa yang masak tadi, enak Lo masakan kak nisa" kata mamaku


"Benarkan kak nisa masak hari, kenapa kak. Kenapa kakak masak? Nanti merepotkan kakak Lo?" Kata ku


Kak nisa terdiam sebentar seperti memikirkan sesuatu,


"ada apa kak" kataku bertanya kepada kak nisa


"eh, tidak ada apa apa, kamu bilang apa tadi?" tanya kak nisa


" aku bilang, Kenapa kakak masak? Nanti merepotkan kakak Lo?" Kata ku


"ow, Enggak kok, enggak merepotkan. Tenang aja, masak begini aja kok enggak merepotkan sama sekali" kata kak nisa


"Makasih ya kak." Kata ku


"Iya sama-sama buruan ganti baju terus makan bersama" kata kak nisa


"ok kak" kataku


Saya pun pergi ke kamar bersih-bersih, setelah itu aku turun dari kamar.


"Sudah selesai bersih-bersih nya?" Kata kak nisa


"Iya sudah kak" kata ku


"Yaudah Ayuk kita makan bersama" kata kak nis


"Ayuk kak" kata ku

__ADS_1


"Pa ma, Ayuk kita makan" kata ku berteriak memanggil orang tua ku


"Papa dan mama sudah selesai makan kok nak, kamu dan kak nisa saja yang makan" kata mamaku menjawab dari kamarnya


"Yaudah kalau gitu aku makan sama kak nisa saja" kata ku


"Iya nak" kata mama ku


Aku dan kak nisa makan bersama, setelah selesai makan. Saya dan kak nisa membersihkan tempat makan bersama


"Masakan yang dibuat kak nisa enak sekali, makasih ya kak" kata ku


"Jangan terus bilang makasih dong, aku yang sebenarnya yang makasih sudah membantuku selama ini, kamu mau mintak imbalan apa?" kata kak nisa


"Enggak papa kok kak kebetulan aja saya ada disana. Ya sebenarnya saya mau meninggalkan kakak disana sendiri, tapi gak jadi" Kata ku.


"kenapa enggak jadi." kata kak jadi


"iya bagaimana bisa saya meninggalkan perempuan yang terluka sendirian di atas bukit" kata ku


"Pasti kamu mau mintak sesuatu kan, uang banyak ataupun apapun itu?" Kata kak nisa


"Enggak kak, aku enggak mengharapkan apapun dari kakak, saya begini aja sudah cukup" kata ku


"kalau mintak uang, saya akan kasih uang yang banyak" kata kak nisa


"aku enggak tau ya seberapa kaya keluarga kak nisa, tapi aku tulus membantu kak nisa. Bukan mengharapkan dikasih hadiah ataupun uang" kata ku


"Kamu emang anak yang baik" kata kak nisa


"Hahaha, bisa aja kak nisa ini!, Saya bukan orang baik kok kak." Kata ku


"Kamu orang baik kok, meskipun kita enggak kenal kamu masih menolong ku."kata kak nisa


"Kalaupun bukan saya yang ada disana, pasti ada orang lain juga akan menolong kak nisa" kataku


"Enggak kok, orang lain enggak pernah menolongku tanpa ada imbalan. Ada yang pernah minta uang dan ada juga minta jabatan. Saya kayak kok, kamu mintak lah sesuatu?" Kata kak nisa sambil memegang bahuku


"Beneran kak saya enggak mengharapkan apapun itu. Orang yang mengharapkan hadiah dari menolong orang lain itu sangat menjijikkan," Kata ku


"Yaudah kalau kamu perlu sesuatu, katakan saja padaku ya" kata kak nis


Meskipun saya enggak tau dari mana kak nisa berasal, siap itu kak nisa, orang seperti apa kak nisa, saya enggak mau bertanya. Biarkan kak nisa sendiri yang bercerita siapa dia sebenarnya.


Setelah selesai makan, sayapun langsung pergi ke bukit. Disana saya mempelajari memakai senjata.


"ah, akhirnya sampai di bukit. Saya akan coba mempelajari senjata ah, dari buku yang sudah saya dapatkan dari perpustakaan." kata ku


Karna tidak ada pedang saya pun memakai kayu ranting .


" pakai ranting itu aja, panjang dan lurus pas seperti senjata." kataku


saya pun langsung mempelajari dasar menggunakan pedang dari buku yang ada di perpustakaan tadi


Potongan horizontal




Posisi siap: tangan di samping dan lutut sedikit ditekuk




Kedua tangan naik ke gagang secara bersamaan




Ibu jari tangan kiri berada pada posisi mendorong tsuba  (pelindung tangan) untuk membuka kunci bilah, dan tangan kanan harus pegang gagang pedang dengan tangan terangkat dari bawah gagang (pergelangan tangan lebih dekat ke tanah, jari terentang ke atas)




Sejajarkan pedang ke arah gambar yang benar. Bilahnya harus diarahkan langsung ke arah mata lawan untuk mencegah lawan menyadari berapa panjang bilahnya.


__ADS_1



Buka kunci bilah dari sarungnya, dan tarik bilah dengan mendorong tangan kanan ke depan dan menarik sarungnya ke belakang. Jangan menggunakan gerakan menarik dengan tangan kanan. 




Mulailah melangkah maju dengan kaki kanan. Saat ujung mata pisau ditarik dari sarungnya, putar sarung dan mata pisau sedemikian rupa sehingga ujung tajam mata pisau menghadap ke sisi kiri (praktisi). 




Ayunkan pisau secara horizontal (sejajar dengan tanah) setinggi bahu.




Selesaikan setinggi bahu, dengan ujungnya sedikit lebih rendah dari pegangannya. Ujungnya harus mengarah ke depan untuk mengarahkan tekanan ke lawan.




Badan ku terasa gerak sendiri seperti yang buku tuliskan. Notif pun muncul


"Selamat anda menguasai dasar menggunakan senjata pedang"


"Seperti cheat aja kalau begini." kata ku


Saya pun mengulangi gerakan yang sama sekali lagi tetapi tidak terjadi apa apa. Lalu saya pun mencoba gerakan yang lain didalam buku.


potongan akhir vertikal. 



Ujung nukitsuke



2.  Tekuk pergelangan tangan kanan untuk mengarahkan ujung pisau ke arah telinga kiri (praktisi). 




Saat pergelangan tangan mencapai batas kelenturan, mulailah menekuk siku. Menggerakkan tangan kiri ke tempat pegangan berada saat pedang berada di atas.




Terus membungkuk hingga tsuba  (pelindung tangan) berada tepat di depan hidung. 




Angkat pedang tepat di atas kepala.




Pegang gagangnya dengan tangan kiri




Akhiri dengan pedang di tengah dan rata (sejajar dengan tanah) .




"selamat anda mendapatkan hadiah"


lalu didalam otak ku ada gambar orang-orang yang mengayunkan pedangnya. lalu aku mencoba menggerakkan pedang mengikuti gambar yang ada di kepala ku. Anehnya tubuhku bisa mengikuti gambar orang itu.

__ADS_1


__ADS_2