
Tiba-tiba ada perempuan jatuh entah dari mana, perempuan itu dipenuhi dengan luka.
"Hey cepat bangun, sakit ni. Segera pergi" kataku sambil kesakitan
"kenapa diam saja, cepat bangun. Sakit ni" kata kataku sambil kesakitan
Saya pun menggeser perempuan itu, perempuan itu tidak bergerak sedikit pun. Sayapun panik seketika.
"kenapa tidak bangun-bangun apa jangan-jangan perempuan itu sudah mati. Bagaimana ini tidak ada orang sama sekali disini. Apa saya tinggalkan saja dia di sini, tetapi kalau dia masih hidup kasihan sekali. Atau saya buang ke jurang aja ya biar tidak ada yang tau." kata-kataku sambil mondar-mandir
"Tidak-tidak kalau dia masih hidup terus saya buang ke jurang sama saja saya yang membunuhnya." kata-kataku bingung
"kalau begitu panggil penjaga keamanan aja tetapi kalau ditanyai kronologi nya, saya harus menjawab bagaimana. Masak saya menjawab kalau perempuan itu tiba-tiba jatuh dari langit, kan tidak mungkin. Pasti penjaga keamanan mencurigai saya yang sudah mencelakai perempuan itu. Jadi memanggil penjaga keamanan juga ide yang buruk" kata-kataku yang sedang bingung
"tenang, saya harus tenang biar bisa mendapatkan ide yang bagus. Pertama-tama saya akan periksa perempuan itu dulu" kata-kataku mulai tenang
Sayapun memeriksa keadaan perempuan itu, tangan saya mencoba untuk mengecek nadi dan nafas perempuan itu.
"maaf ya kak, saya pegang tangan kakak. soalnya Kakak tidak bergerak sama sekali." kataku
Dan benar saja perempuan itu masih hidup.
"syukurlah perempuan itu masih hidup, tetapi keadaannya sungguh memperihatinkan. Badannya penuh luka, seperti bekas sayatan" kataku bersyukur
Karna merasa kasihan pada perempuan itu, sayapun menggendong perempuan itu dan membawa wanita itu pulang kerumah.
"Aduh berat sekali tubuh perempuan ini." kata-kataku sambil menggendong perempuan itu menuruni bukit.
Setelah sampai dirumah saya pun langsung membawa perempuan itu ke kamarku. Saya menyiapkan obat pembersih luka, obat buat luka dan perban. Setelah obat-obat itu sudah saya siapkan, sayapun akhirnya mengobati perempuan itu.
"maaf ya kak, bukannya saya kurang ajar sama kakak tetapi ini buat keselamatan kakak sendiri" kata-kataku takut tiba-tiba perempuan itu bangun
saya langsung mengobati perempuan itu. Setelah mengobati perempuan itu selesai, saya menyiapkan makanan dan saya taruh di meja tempat tidur ku. Dan saya teringat sesuatu.
"Oh iya sudah jam segini, saya harus siap-siap ke sekolah" kata-kataku bergegas
saya menaruh makanan dan obat di meja kamarku setelah itu saya pun langsung pergi ke sekolah.
Dalam perjalanan ke sekolah saya melihat nenek-nenek kesusahan mau menyebrang, saya pun membantu nenek-nenek tersebut. Dan ada notif,
__ADS_1
"Anda mendapatkan 100 poin".
Saya penasaran kenapa saya mendapatkan poin, kan saya tidak mengerjakan misinya apapun, jangan-jangan menolong seseorang bisa mendapatkan poin.
Saya pun mencoba berbuat baik lagi. Saya melihat ada seseorang yang lagi kesusahan, saya pun membantu seseorang tersebut.
"Anda mendapatkan 100 poin"
Benar saja, jadi kalau berbuat Baik akan mendapatkan poin, setelah tau itu saya pun berbuat baik dalam perjalanan ke sekolah. Saya membantu ke orang yang lagi membutuhkan bantuan.
Setelah sampai didepan gerbang sekolah. Gerbang sekolah sudah tutup.
"sial saya sudah terlambat, bagaimana ini. Apa saya harus lompat pagar aja." kataku
Tiba-tiba ada penjaga sekolahan mendatangiku.
"Kenapa kamu ada disini?" kata penjaga sekolahan
"maaf pak, saya mau sekolah. Ijinkan saya masuk pak. Maaf sudah telat pak" kata-kataku memohon membukakan gerbang
"maaf kamu tidak boleh masuk" kata penjaga sekolah itu
"bukan masalah telat enggak nya, masalah sekarang adalah sekarang hari libur, jadi kamu tidak boleh masuk sekolah." kata penjaga sekolah itu
"iya ta pak, bukanya bapak melarang saya masuk karna telat aja kan" kata ku meragukan penjaga sekolah
"sebentar ya, kak tunjukkan" kata penjaga sekolah mengambil hp di sakunya dan menunjukkan hpnya ke saya.
"hehehe iya pak, maaf ya merepotkan. Saya permisi dulu ya." kata ku merasa malu
"iya ati-ati pulangnya, lain kali lihat hari dengan benar dulu" kata penjaga sekolah
"iya pak, lain kali saya akan lebih berhati-hati lagi melihat hari" kata ku langsung pergi karna malu
Saya pun meninggalkan sekolah dan memutuskan pulang kerumah. Dan dalam perjalanan saya melihat toko obat. Lalu saya beli obat disitu terlebih dahulu.
Sesudah beli obat tersebut, saya langsung pulang. Dalam perjalanan pulang saya melihat orang-orang pada ketawa riang.
"sampai kapan ya kehidupan ini akan damai selamanya? Moga-moga kehidupan damai ini akan ada selamanya. Saya suka kehidupan yang damai dan aman begini. Cocok buat tidur untuk selamanya." kata-kataku dalam hati
__ADS_1
Lalu selang beberapa perjalanan saya melihat ada kakak-kakak yang sedang duduk di bangku taman. Saya pun langsung kepikiran perempuan yang tadi saya selamatkan.
"bagaimana ya keadaannya sekarang, apakah dia sudah siuman atau belum ya." kataku
Saya pun langsung bergegas pulang kerumah. Saya sedikit khawatir sama perempuan itu.
Sementara itu keadaan perempuan itu.
Perempuan itupun akhirnya sadar dari pingsannya. Perempuan itu melihat sekelilingnya.
"Dimana ini, kenapa tubuhku penuh dengan perban. Kenapa pakaian ku sudah ganti. siapa yang melepaskan pakaian ku." kata perempuan itu dengan terkejut.
"Apa jangan-jangan aku sudah tidak suci lagi" kata perempuan itu dengan wajah terkejut
"tenang, kita analisa sebentar. Tubuh ku tadi penuh dengan luka terus karna ada luka di seluruh tubuhku, dia melepaskan semua pakaian ku dan mengobati ku. Lalu dia memakai kan baju yang lain. Ya itu kesimpulan yang benar" kata perempuan itu
perempuan itupun melihat sekelilingnya dan melihat makanan serta obat di atas meja. Perut perempuan itu berbunyi. Perempuan itu kelaparan
"aduh laparnya, apa aku makan saja makanan itu, tapi kalau makanan itu beracun bagaimana?" kata perempuan itu mengambil makanan itu.
"gak mungkin dia mau membunuhku dengan mengasih racun di makanan. Kalau dia ingin membunuhku, dia bisa langsung membunuhku. Tidak mengasih racun di makanan. Aku coba makan aja deh, mungkin benar tidak ada racun" kata perempuan itu ragu-ragu untuk memakan makanannya.
Akhirnya perempuan itu memakan makanan itu sampai habis.
"untung tidak ada racun didalam makan itu." kata perempuan itu.
Perempuan itu pun bangun dari tempat tidur itu, karena dia baru sadar, tubuhnya tidak kuat untuk berjalan akhirnya dia jatuh.
"bangun, tubuhku bangunlah. Tolong bangunlah, aku tidak mau merepotkan dia lagi. untuk sementara tolong kuatlah tubuh ku" kata perempuan itu memaksa untuk bangun dari lantai
"Ayuk bangunlah tubuhku. Jangan buat masalah buat dia yang menolong ku." kata perempuan itu
Karena perempuan itu baru bangun dan banyak luka, tubuhnya tidak bisa digerakkan.
"yaudah no, untuk sementara aku akan bergantung kepada dia aja. Aku akan tinggal disini untuk sementara " kata perempuan itu pasrah
Akhirnya perempuan itu tinggal untuk sementara di rumah itu dan perempuan itu akhirnya tidur kembali, dia tidur dilantai.
sayapun akhirnya sampai dirumah. Saya langsung menuju ke kamar ku dan mau melihat keadaan perempuan itu. Sesampainya saya dikamar perempuan itu sudah ada dilantai sambil tidur
__ADS_1