
kemudian aku menyuruh semua orang untuk keluar ya itu termasuk aku dan meminta nami untuk tidur
lalu kami semua mendiskusikan bagaimana menyembuhkan nami
ryo:"kita harus mencari dokter tetapi urusan vivi juga mendesak jadi bagaimana kami memutuskannya?"
Tanyaku ada vivi dan luffy
Luffy:"tentu saja kita akan mencari dokter dan setelah itu menghajar crocodile"
Vivi:"ya aku sangat menghawatirkan nasib wargaku tetapi sekarang benar-benar penting"vivi membuat keputusan tegas
Melihat itu aku tersenyum san berkata
Ryo:"kalau begitu kita akan ke kepulauan musim dingin "drum"di sana banyak dokter hebat"
Luffy:"ya itu benar dan kita juga bisa mencari seorang dokter dan melihat monster salju"
usop:"kau hanya ingin mencari monster salju itu kan"kata usop dengan gigi tajam
Sanji:"kita harus cepat kalau tidak nona nami akan sangat menderita"
Zoro:"menderita karena ada orang sepertimu"
Dan mereka berdua berdebat lagi dan vivi seperti orang yang menggantikan nami menghajar mereka berdua
Kami terus berlayar sampai di haris pandang kami ada sebuah kapal besar dengan bendera hitam mendekat ke arah kami
ahh aku benar-benar tidak ingin berurusam dengan mereka saat ini setelah kapal mereka berada di samping merry,kapten mereka langsung melompat ke merry dan memakam pagar pembatas merry
usop yang melihat itu langsung marah dan ya dia di abaikan
Nama kapten kapal itu adalah wapol mantan raja kerajaan drum wapol terus memakan merry karena tidak tahan lagi aku langsung meyambarnya dengan petir dan membuangnya ke kapalnya awaknya sangat marah ketika melihat wapol pingsan tersambar petir
Ryo:"aku sedang tidak ingin berurusan dengan kalian"
Dan aku mengirimkan pilar petir ke kapal mereka dan kami terus melanjutkan perjalanan
Karena menghawatirkan keadaan nami,kami semua memutuskan untuk tidur di kamar nami
di tengah malam nami terbangun dan melihat kami tidur di kamarnya dan senyum muncul di wajahnya
Ryo:"kenapa kamu bagun?"
Aku tidak tertidur melaikan duduk di kursi di samping tempat tidur nami dan memegang tangannya
Ryo:"berbaringlah dan jangan banyak bergerak"kataku sambil membantunya berbaring dan setelah itu aku memeriksa panasnya dan panasnya naik:"kamu harus istirahat dulu,setelah sampai di pulau kami akan mencari dokter"kataku sambil berdiri dam hendak mengganti air untuk mengompres dahinya
Tegapi dia langsung mencengkram tanganku dan tidak ingin melepaskannya
Nami:"kemana kamu ingin pergi?"
Ryo:"aku akan menganti air ini"
Setelah mendengar itu dia tetap tidak melepaskanku dan terpaksa aku duduk kembali dan mengelus kepalanya dengan lembut sampai dia tertidur
Keesokan harinya kami hampir sampai dan di langit sudah turun salju
vivi:"kita hampir sampai"
Sanji yang memegang teropong melihat dan berkata
Sanji:"di depan kita ada pulau"
Usop:"kamu yakin tidak apa-apa?jika ada salju maka mungkin ada moster salju betulan..gawat!! penyakit tidak bisa perginke pulau ku kambuh lagi"
Luffy:"semuanya siap mendarat"
Ryo:"luffy apakah kau tidak kedinginan menggunakan pakaian seperti itu?"
Luffy:"eh... Ahh... Dingin"
Sanji dan usop:"reaksimu terlalu terlambat"
__ADS_1
Zoro:"lihat ternyata ada orang"
Penduduk pulau:"aku minta... Cepat tinggalkan pulau ini"
Luffy:"kami di sini mencari dokter"
Vivi:"teman kami sedang sakit"
Penduduk desa A:"KAMI TIDAK AKAN TERTIPU OLEH BAJAK LAUT LICIK SEPERTI KALIAN"
Penduduk desa yang lain:"ini negeri kami dan kami tidak mengizinkan bajak laut untuk berlabuh di sini"
Ryo:"sepertinya kita tidak di sambut"kataku dengan tangan terbungkis petir
zoro:"ya seperti mereka tidak menyambut kita"
Sanji:"kalau begitu hanya ada satu hal yang harus di lakukan"
Luffy:"yoshhh.... Ayo lakukan"
Sebelum kami menyerang ada seorang penduduk yang muncul di tengah kerumunan dan menghentikan penduduk
Dia pun membawa kami dan berkata
"jika kalian ingin mencari dokter maka hanya ada satu dokter di desa kami dia di sebut penyihir"
dia memimpin jalan dan kami mengikutinya,kami berbicara denganya dan penduduk desa mulai mengubah sikap mereka kepada kami
vivi:"apa nama negeri ini?"
Vivi bertanya dengan rasa ingin tau dan luffy hanya bermain salju,pria menjawab pertanyaan vivi dam berkata
"negeri ini tidak memiliki nama"
Vivi:"negeri tanpa nama?bagaimana bisa begitu"
Ryo:"vivi terkadang ada sesuatu khusus yang tidak bisa di beritahukan kepada orang lain"kataku sambil tersenyum lembut padanya
Vivi yang mendengar itu terdiam dan merenungkannya
Kami terus berjalan di sepanjang jalan dan aku melihat bahwa pria ini sangat di hormati di desa kami terus berjalan dan melihat seekor beruang besar
Usop:"gyaaaaa!! Ada seekor beruang semuanya ayo berpura-pura mati"usop langsung berpura-pura mati
"itu adalah beruang hiking dia tidak akan menyerang,membungkulah"dia menjelaskan pada kami ketika kami membungkuk beruang itu juga membungkuk menghormati kami
Setelah berjalan beberapa saat kami akhirnya tiba di desa dan ya seperti yang aku bilang penduduk di desa ini sangat menghormati pria di depan kami
Penduduk wanita:"ohh... Dalton kudengar ada bajak laut,apakah semua baik-baik saja?"
Ternyata nama adalah dalton,luffy dan usop yang melihat wanita itu tanpa sadar membungkuk mereka salah mengira kalau wanita itu adalah beruang hiking
Dalton:"iya semua baik-baik saja jangan khawatir"
Setelah itu dia membawah kami ke rumahnya kemudian aku meletakan nami di kasur dan mengompresnya dan membungkusnya dengan selimut
dalton:"maaf aku terlambat memperkenalkan diri namaku dalton dan aku penjaga pulau ini"
Aku,sanji dan vivi berada di dalam rumah sedangkan luffy dan usop sedang bermain salju di luar dan zoro entah ke mana dia pergi dan karoo di tinggalkam di merry
Dalton:"jika terus begini dia akan mati"
Ryo:"ya aku tau karena itu kami membutuhkan dokter"
Sanji:"ya dimana dokter penyihir itu?"
Dalton:"si penyihir ka... Kau lihat pegunungan di di belakangmu"
Sanji:"ya memang sangat tinggi"
Aku dan vivi terkejut melihat pegunungan ini atau lebih tepat boneka salju luffy dan usop
Vivi:"anuu... Itu bukan pegunungan tetapi... Boneka salju"
__ADS_1
Sanji yang mendengar itu melihat kembali ke arah jendela dan menemukan luffy dan usop bermain boneka salju raksasa
Ryo:"kedua orang bodoh itu.."aku hanya bisa menghela nafas
Sanji:"aku akan membunuh kalian"katanya dengan gigi tajam
sanji menghajar luffy dan usop dan mereka berdua masuk ke dalam rumah dalton dengan wajah bonyok
dalton:"apa kalian melihat pegunungan itu pegunungan itu bernama drum rockies dan di puncak gunung itu ada kastil"
usop:"kastil?"
Luffy:"ahh teh ini enak dan hangat"
Vivi:"apakah di situ dokter penyihir itu tinggal?"
Dalton:"ya di situ tempat tinggal dokter kureha,satu-satunya dokter di desa ini yanh di sebut penyihir"
Ryo:"jadi kita harus ke puncak gunung itu baiklah aku akan pergi"ryo keluar dari kamar dengan membawah baskom berisi air
Vivi:"apakah kamu akan pergi ryo?"
Sanji:"kalau begitu aku juga akan pergi"
Luffy:"kedengarannya menyenangkan jadi aku akan pergi"
Usop:"ba...baiklah karena kalian ingin pergi aku akan tinggal menjaga nami"
Mendengar sanji dan luffy ingin pergi aku menolaknya
Ryo:"sanji tetaplah di sini dan buatlah makanan untuk vivi dan yang lainnya dan siapkan makanan untuk nami ketika dia merasa baikan sedangkan luffy.... ahhh baiklah kau bisa pergi denganku"
Sanji awalnya ingin menolak tetapi apa yang di bilang ryo memang benar dan dia setujuh
aku membangunkan nami dengan lembut dan berkata kalau aku dan luffy akan membawanya ke dokter di atas gunung dan namipun setuju ya dia tau jika ryo yang mambawanya maka dia akan baik-baik saja
kemudian aku mengendong nami dan mengikatnya agar dia tidak jatuh
Luffy:"baiklah ayo pergi"
Ryo:"tunggu luffy"ketika luffy hendang berjalan aku menghentikannya dan aku mengekuarkan kertas scroll ninja kosong dan kuas untuk membuat kaligrafi
Kemudian aku menggambar seekor burung dan kemudian aku meletakan kertas itu di tanah dan semua orang melihatnya
Usop:"apasekarabg waktunya menggambar ryo"
Sanji:"apa yang akan kamu lakukan ryo?"
Dalton dan vivi hanya memperhatikan san luffy semakin penasaran
Luffy:"apa ini ryo?sebuah gambar burung?"
ryo:"kau akan segera tau"kataku tersenyum kemudian aku menyuntikan cakra ke dalam gambar itu dan berkata
Ryo:"ninpo:choju giga"
Segera burung yanga da di kertas itu berubah menjadi burung hidup dengan warna tubuh seperti kertas
Luffy dan usop yang melihatnya langsung muncul bintabg di mata mereka dan yang lainnya juga yerkejut
Luffy:"apakah burung ini bisa terbang ryo?"
Usop:"apakah kau bisa menghidupkan gambar?"
Ryo:"aku akan menjelaskannya nanti kalau begitu ayo pergi luffy"aku melompat dengan nami yang aku gendong seperti tuan putri ya aku tidak bisa membiarkan nami terikat sambil aku mengendongnya
setelah itu luffy juga naik dan kami bergegas terbang
Luffy:"wahahaha ini benar-benar terbang"
Usop yang melihatnya dangat iri dia juga ingin terbang dengan itu
Sedangkan sanji mungkin sudah terbiasa dengan ini tetapi di sisi lain dalton dan vivi sangat terkejut dengan begitu kami terbang menuju ke puncak gunung.
__ADS_1
End....