
kemudian kami kembali ke rumah dan sanji membuat sarapan untuk kami,zoro juga telah bangun dan kami akhirnya sarapan bersama di dalam rumah setekah sarapan kami membahas rencana selanjutnya
Nami:"pada akhirnya kita harus melawan dewa itu bukan!!"katanya menjatuhkan kepalanya ke atas meja dengan keengganan yang besar
Robin:"jika kita ingin keluar dari pulau ini iti satu-satunya cara"
Sanji:"ya dan kita juga mengalahkan salah satu pendeta itu jadi mereka tidak akan melepaskan kita begitu saja"
Nami:"padahal kita akhirnya sampai di pulaj langit yang legendaris yang tidak akan ada angkatan laut mengejar kita tetapi belum sampai dua hari kita akan melawan dewa itu"
Dia sangat enggan untuk menerima ini
Robin:"terimalah nona navigator,juga kapten sepertinya sudah bersemangat"
Kami semua melihat luffy yang tertawa bahagia dan penuh semangat di sana
Luffy:"itu benar,apakah dia dewa atau apa jika dia menghalangiku aku akan menghajarnya"
Nami tambah depresi ketika mendengar luffy mengatakan itu
Akhirnya aku menghiburnya dan berkata
Ryo:"jangan lupa nami tujuan kita adalah kota emas!!"
Nami yang mendegar kata emas itu langsung berdiri
Nami:"baiklah,ayo kita kalahkan dewa itu dan ambil emasnya"matanya berubah menjadi emas batangan
ya begitulah nami dia sangat menyukai uang dari pada siapapun
Usop:"apa emas lebih penting dari nyawa kita?"katanya depresi
Chopper:"percuma saja usop dia tidak akan mendengarkan"kata dengan pasrah kepada usop
Zoro:"jadi ryo di mana dewa itu?"katanya memegang sarung pedangnya
Ryo:"ya dia bisa di mana saja"
Sanji:"di mana saja?apa maksudmu ryo?"
Ryo:"dia adalah pemakan buah iblis goro goro no mi dan bisa memanipulasi petir jadi tidak heran jika dia dapat berteleport dengan kecepatan petir dan di tambah dengan kenbunshoku haki dia bisa saja muncul di mana saja dan kapan saja,aku bahkan tidak kaget jika dia muncul di hadapan kita sekarang"
Semua orang membeku di tempat ketika mendengar aku menjelaskan
Di sisi lain di istana,enel juga mengawasi kami
Enel:"aku tidak menyangka dia mengetahui banyak tentang kekuatanku"
Enel sedang duduk di atas bantal awan dan memakan buah apel dengan acuh tak acuh
Aku memandang ke arah mejauhan mengaktifkan mangekyou sharingan dan melihat enel di istananya
Ryo:"kau sebaiknya jangan gegabah enel apa kau sudah lupa rasanya kematian jika kau sudah lupa maka aku tidak keberatan menunjukannya lagi padamu"
Enel yang duduk di kursi awan itu mengawasi kami ketika melihat mata merahku dia tanpa sadar bergerak mundur dari awan bantalnya
Ya dia ingat pertama kali melihat mata itu dia merasakan kematian dekat dengan dirinya
Dia menyesuaikan dirinya dan menjadi tenang dan berkata
Enel:"kau sangat cocok untuk menemaniku ke tanah tak terbatas,aku akan membawahmu bahkan jika kau kalah dalam permainan [pemilihan dewa]ini,anggap saja ini adalah hadiah dari dewa hahahaha"
Aku mendengar itu tidak bisa tidak tersenyum dan berkata di dalam pikiranku
Ryo"""membawaku?kau bisa mencobanya"""
setelah enel mengatakan itu dia berubah menjadi cahaya putih dan pergi ke suatu tempat mungkin ke tempat suku shandia
Kami juga berkemas dan aku menghilangkan rumah ini dan kami berjalan masuk ke dalam hutan
Kami semua masuk dan membahas kemana kita ingin pergi
luffy:"jadi ke mana kita pergi sekarang?"
ryo:"kalau soal merry ada serigala awan yang menjaganya jadi kita tidak perlu khawatir jsdi tempat yang tersisa untuk kita jelajahi adalah-"
Sebelum aku selesai bicara nami di sebelahku berkata dengan semangat
Nami:"bagaimana jika kita perginke kota emas?"
Semuanya:"kota emas?"
Ryo:"ya aku tidak keberatan sepertinya ada sesuatu yang menarik di sana"
Robin:"sesuatu yang menarik?maka aku tidak keberatan"
Semuanya menggangguk setujuh jadi kami memutuskan ke kota emas
Kemudian kami berjalan menuju kedalaman hutan sampai kami menemukan sesuatu
Zoro:"bagaimana bisa ada makhkuk seperti itu"
Robin:"karena pulau ini terlempar ke langit 400 tahun yang lalu itu juga mempertahankan lingkungan kuno 400 tahun yang lalu jadi tidak mengherankan jika ada mahluk seperti ini"katanya dengan nada tenang tetapi ada sedikit kejutan
Nami langsung berlari ke belakangku dan chopper memeluk kakiku sedangkan usop jatuh terduduk di tanah
Sanji dan luffy memandang mahluk kuno ini dan berdiri diam mematung
__ADS_1
Terdengar suara mendesis dari mahluk itu
Ya itu adalah ular yang sangat besar yang ikut terbawa di pulau ini 400 tahun yang lalu
ular itu sangat besar dengan warna biru dan pola hitam di tubuhnya dengan kepala panjang dan mulut yang lebar
kemudian mata ular itu menatap tajam ke arah kami
Zoro:"sepertinya dia melihat kita sebagai mangsa"katanya sambil meletakan tangan di pedangnya
Ya jika kita ingin mencari harta karun maka di dalam perut ular itu sda banyak harta di dalam versi aslinya setelah mengalahkan enel
Penduduk suku langit dan suku shandia mengadakan perjamuan besar dan ular ini juga minum dengan mereka
Pada akhirnya dia mabuk dan pingsan dengan mulut yang terbuka
Kemudian luffy membangunkan nami dan yang lainnya di tengah malam untuk masuk ke dalam tubuh ular itu untuk mencari harta
Tiba-tiba ular itu membuka mulutnya dan menyerang kami
Ryo:"semuanya menyebar!!"
Mendegar kataku semua orang dengan cepat menyebar dan aku melihat melihat area yang tadi kami berkumpul sekarang di gantikan oleh kepala yang besar
Ular itu terus menyerang dan gerakannya sangat cepat dan flaksibel
Luffy:"semua ayo menyebar kita akan bertemu di kota emas"kata luffy berteriak
Ya walaupun biasanya dia tidak bisa di andalkan tetapi di situasi kritis dia biasanya dapat di andalkan
Luffy:"ayo bergerak dengan beberapa kelompok dan menemukan kota ema.... Ah ah ah"
Sebelum dia selesai bicara dia di tampar dan di terbangkan oleh ekor ular itu
Zoro:"luffy!!aku akan mengejar luffy"katanya hanya saja
Nami:"bukan ke arah dana bodoh sebaliknya"
Katanya dengan marah melihat zoro berlari ke arah yang berlawanan dengan luffy
Chopper:"sepertinya zoro tambah parah"
Di bawa serangan ular itu kelompok di bagi menjadi 3
Chopper dan sanji pergi mencari luffy dengan bantuan hidung sanji
Sedangkan nami dan usop mengejar zoro yang telah berlari entah ke mana
Adapun grup terakhir adalah aku dan robin dan grup kami yang paling solit
kami berpencar tetapi ular itu tidak mengejar melaikan melihat ke arah langit ada sosok seperti kuda berwarna merah mudah dengan bintik-bintik hitam dia seperti pegasus tetapi lebih mirip burung
Dan di atasnya ada seorang pria memakai baju zirah dan memegang tombak,dia tampak seperti ksatria muda tetapi jika di perhatikan di balik topeng itu dapat di lihat bahwa dia sudah tau ya itu adalah gan fall dewa yang memimpin pulau langit sebelum enel merebutnya
Dengan bergabungnys gan fall dan tersebarnya kelompok kami ke seluruh pulau maka perang sekala penuh secara resmi di mulai
Ryo:"jika kita menghitung kelompok kita, para pendeta dari [pemilihan dewa] dan suku shandia maka total keseluruhan di pulau ini 82 orang"kataku menganaslisa dan menghitung seluruh orang di pulau ini
robin:"sepertinya dewa itu ingin mengikis kita hingga sedikit dan melawan kita atau dia rencana lain"
Ryo:"ya[pemilihan dewa] ini adalah untuk memilih orang yang selamat dari permainan dan enel akan membawanya bersama dirinya"
Kami berdua terus mengobrol dan berjalan kemudian aku berhenti di awan putih
Robin:"ada apa ryo?"
Robin bertanya dengan rasa ingin tau di sekeliling kami adalah awan putih dan ada tanaman merambat besar menjulang ke langit
Ryo:"seharusnya kota emas di sini"
Aku mengirim pilar petir dan membuat lubang di awan yang kami injak ini
Kemudian aku memeluk robin dan melompat bersamanya ke bawah ya robin sangat ramping dan dia harum
Setelah melompat kami mendarat di sebuah bangunan kami melihat ke depan dan melihat banyak bangunan peningalan sejarah dan patung-patung yang tertutup lumut
Robin:"ryo apakah kau tidak berencana melepasku?"kata tersenyum
Ryo:"ahh maaf aku terbawa suasana"kataku melepas robin
Robin:"kau dapat memelukku nanti tetapi sekarang aku ingin melihat-lihat peninggalan sejarah itu"
Ryo:"aku tau"kataku tersenyum padanya
Kemudian robin membelai reruntuhan ini dengan jari-jarinya dan memandangnya satu per satu
Aku mengikuti robin dari belakang ketika robin melihat dia takjub dengan pemandangan ini
Ryo:"ini adalah peninggalan dari suku shandia,kota yang di jaga dari generasi ke generasi dari zaman kuno dan juga juga kota yang kita cari [kota emas] shandora"
aku melihat ke bawa dari bagunan yang kami tempati,semua bangunan terbuat dari emas
Robin:"ini adalah kota emas itu"katanya sambil takjub dengan oemandangan di depan matanya
Ryo:"ini sangat luar biasa bukan sebuah kota yang hilang selama 400 tahun dan masih terjaga sampai sekarang"
Robin hanya mendengarkan dan menggangguk perlahan dia masih terpesona oleh keindahan ini
__ADS_1
Robin:"seperti aku tidak mengikutimu ryo"katanya tersenyum
Ryo:"kesenangan untuk mu robin"
Kami berdua berjalan di sekitar kota ini dan robin berkata
Robin:"shandia,jika aku ingat dengan benar itu adalah sebuah suku yang agak primitif bukan,maka suku seperti itu seharusnya secara logis tidak tertarik dengan emas ini,ini juga fakta bahwa kota ini tidak rusak dan emas yanga ada di bawa juga tidak di ambil"
Ryo:"dengan kata lain suku shandia tidak terlalu tertarik dengan emas dan juga itu tidak terlalu penting bagi mereka"
Robin:"lalu mengapa mereka sangat keras kepala untuk melindungi kota ini?"
Ketika robin bertanya seperti itu kamj berdua telah sampai ke pusat kota emas di sana ada tanaman yang mencuat tinggi menembus awan
Ryo:"karena mereka telah bersumpah untuk melindungi sesuatu dan itu menjadi tanggung jawab suku mereka"
Kataku melihat ke langit aku tau di atas langit ini ada sebuah loncong dan poneglyp yang di lindungi oleh suku shandia
Ryo:"apa kau ingin ke atas robin?"
Robin:"oke"
katanya dan aku memeluknya ingin melompat naik tiba-tiba ada pilar petir yang menghantam tanah di belakang kami dan membuat lobang besar
Robin yang ada di pelukanku berkata
Robin:"pilar petir ini"
Ryo:"itu tidak di tunjukan kepada kita tetapi pada orang yang ada di atas... Ayo naik"
Kataku memeluk robin dengan erat dan melompat ke atas
Di atas awan ini
Enel:"apa kalian yang selamat tidak ada seseorang yang bersembunyi di balik dinding batu itu"
Orang yang selamat adalah zoro,sanji,wyper,gan fall,usop,nami
Enel tidak dapat melacakku karena aku dan robin berada di bawa lapisan awan
Usop:"dia benar-benar mengetahui posisi kita"katanya menangis
Nami:"ryo di mana kamu"katanya berharap aku datang menyelamatkannya
Usop sampai ke sini setelah mengalami pertempuran dengan pasukan enel dan suku shandia karena di bisa menggunakan haki walaupun sedikit dia berhasil selamat dengan cidera yang lumayan kecil
nami juga bertempur dengan banyak prajurit enel dan shandia mengandalkan tongkat cuaca yang aku buatkan padanya
Kemudian terjadilah pertempuran antara zoro,sanji,wyper dan gan fall melawan enel
Wyper dengan muda di kalahkan bahkah ketikah dia memakai impact dial dia terkena pilar petir enel
Begitu juga dengan gan fall walapun ada perlawanan sengit tapi dengan haki enel yang di padukan dengan kekuatan buah iblisnya gan fall kalah
Tersisa zoro dan sanji
Zoro sedikit terluka karena pertempurnannya melawan ohm memakan sedikit banyak waktu,entah itu haki atau ilmu pedang ohm itu merepotkan bagi zoro akibatnya dia terkena kena tetapi terlalu fatal
Sedangkan sanji berhasil menemukan luffy tetapi luffy bergabung dengan seorang gadis kecil dari shandia bernama aisa yang tampak bisa menggunakan kenbunshoku haki yang terbangun secara alami
Enel:"kalau bagitu msri kita singkirkan kalian berdua dulu"
Zoro menarik pedangnya dan sanji menyalakan rokoknya dan mereka berdua menyerang enel bersamaan
Zoro:"santoryu...."
Zoro melapisi pedangnya dengan haki dan menyerang enel
Enel:"semua yang kamu lakukan tidak berguna di hadapan kekuatanku..."
Tetapi detik berikutnya dada enel mengeluarkan darah
Enel:"kenapa.... Kenapa tebasanmu dapat menlukaiku?"
Zoro:"apa kau hanya menguasai kenbunshoku haki dan tidak dengan busoshoku haki?"
Sanji:"sepertinya dia hanya mengandalkan kekuatan buah iblisnya saja"kata sanji dengan jijik
Kemudian mereka berdua menyerang lagi tapi kali ini enel tidak meremehkan mereka dia menggunakan tekniknya dia memukul gendang di belakangnya dan
Enel:"30 jt volt.. Hino"
Sebuah burung petir muncul dan menyerang ke arah zoro dan sanji
Zoro dan sanji yang melihat itu menghindar tetapi burung besar itu mengejar mereka
Sanji menghindar dan menggunakan sore yang aku ajarkan dan mendendang enel tetapi enel yang menguasai haki telah berteleport dan
Enel:"kiten"
Sebuah serigala petir terbentuk dan langsung menyerang sanji
Sanji:"ini sangat merepotkan"
mereka berdua di kejar oleh dua hewan petir yang di buat enel,zoro dan sanji terus menghindar agar tidak terkena petir ini.
End...
__ADS_1