Hidup Di Dunia One Piece Dengan Sistem

Hidup Di Dunia One Piece Dengan Sistem
Bab 43


__ADS_3

kemudian kami kembali ke rumah dan sanji membuat sarapan untuk kami,zoro juga telah bangun dan kami akhirnya sarapan bersama di dalam rumah setekah sarapan kami membahas rencana selanjutnya


Nami:"pada akhirnya kita harus melawan dewa itu bukan!!"katanya menjatuhkan kepalanya ke atas meja dengan keengganan yang besar


Robin:"jika kita ingin keluar dari pulau ini iti satu-satunya cara"


Sanji:"ya dan kita juga mengalahkan salah satu pendeta itu jadi mereka tidak akan melepaskan kita begitu saja"


Nami:"padahal kita akhirnya sampai di pulaj langit yang legendaris yang tidak akan ada angkatan laut mengejar kita tetapi belum sampai dua hari kita akan melawan dewa itu"


Dia sangat enggan untuk menerima ini


Robin:"terimalah nona navigator,juga kapten sepertinya sudah bersemangat"


Kami semua melihat luffy yang tertawa bahagia dan penuh semangat di sana


Luffy:"itu benar,apakah dia dewa atau apa jika dia menghalangiku aku akan menghajarnya"


Nami tambah depresi ketika mendengar luffy mengatakan itu


Akhirnya aku menghiburnya dan berkata


Ryo:"jangan lupa nami tujuan kita adalah kota emas!!"


Nami yang mendegar kata emas itu langsung berdiri


Nami:"baiklah,ayo kita kalahkan dewa itu dan ambil emasnya"matanya berubah menjadi emas batangan


ya begitulah nami dia sangat menyukai uang dari pada siapapun


Usop:"apa emas lebih penting dari nyawa kita?"katanya depresi


Chopper:"percuma saja usop dia tidak akan mendengarkan"kata dengan pasrah kepada usop


Zoro:"jadi ryo di mana dewa itu?"katanya memegang sarung pedangnya


Ryo:"ya dia bisa di mana saja"


Sanji:"di mana saja?apa maksudmu ryo?"


Ryo:"dia adalah pemakan buah iblis goro goro no mi dan bisa memanipulasi petir jadi tidak heran jika dia dapat berteleport dengan kecepatan petir dan di tambah dengan kenbunshoku haki dia bisa saja muncul di mana saja dan kapan saja,aku bahkan tidak kaget jika dia muncul di hadapan kita sekarang"


Semua orang membeku di tempat ketika mendengar aku menjelaskan


Di sisi lain di istana,enel juga mengawasi kami


Enel:"aku tidak menyangka dia mengetahui banyak tentang kekuatanku"


Enel sedang duduk di atas bantal awan dan memakan buah apel dengan acuh tak acuh


Aku memandang ke arah mejauhan mengaktifkan mangekyou sharingan dan melihat enel di istananya


Ryo:"kau sebaiknya jangan gegabah enel apa kau sudah lupa rasanya kematian jika kau sudah lupa maka aku tidak keberatan menunjukannya lagi padamu"


Enel yang duduk di kursi awan itu mengawasi kami ketika melihat mata merahku dia tanpa sadar bergerak mundur dari awan bantalnya


Ya dia ingat pertama kali melihat mata itu dia merasakan kematian dekat dengan dirinya


Dia menyesuaikan dirinya dan menjadi tenang dan berkata


Enel:"kau sangat cocok untuk menemaniku ke tanah tak terbatas,aku akan membawahmu bahkan jika kau kalah dalam permainan [pemilihan dewa]ini,anggap saja ini adalah hadiah dari dewa hahahaha"


Aku mendengar itu tidak bisa tidak tersenyum dan berkata di dalam pikiranku


Ryo"""membawaku?kau bisa mencobanya"""


setelah enel mengatakan itu dia berubah menjadi cahaya putih dan pergi ke suatu tempat mungkin ke tempat suku shandia


Kami juga berkemas dan aku menghilangkan rumah ini dan kami berjalan masuk ke dalam hutan


Kami semua masuk dan membahas kemana kita ingin pergi


luffy:"jadi ke mana kita pergi sekarang?"


ryo:"kalau soal merry ada serigala awan yang menjaganya jadi kita tidak perlu khawatir jsdi tempat yang tersisa untuk kita jelajahi adalah-"


Sebelum aku selesai bicara nami di sebelahku berkata dengan semangat


Nami:"bagaimana jika kita perginke kota emas?"


Semuanya:"kota emas?"


Ryo:"ya aku tidak keberatan sepertinya ada sesuatu yang menarik di sana"


Robin:"sesuatu yang menarik?maka aku tidak keberatan"


Semuanya menggangguk setujuh jadi kami memutuskan ke kota emas


Kemudian kami berjalan menuju kedalaman hutan sampai kami menemukan sesuatu


Zoro:"bagaimana bisa ada makhkuk seperti itu"


Robin:"karena pulau ini terlempar ke langit 400 tahun yang lalu itu juga mempertahankan lingkungan kuno 400 tahun yang lalu jadi tidak mengherankan jika ada mahluk seperti ini"katanya dengan nada tenang tetapi ada sedikit kejutan


Nami langsung berlari ke belakangku dan chopper memeluk kakiku sedangkan usop jatuh terduduk di tanah


Sanji dan luffy memandang mahluk kuno ini dan berdiri diam mematung

__ADS_1


Terdengar suara mendesis dari mahluk itu


Ya itu adalah ular yang sangat besar yang ikut terbawa di pulau ini 400 tahun yang lalu


ular itu sangat besar dengan warna biru dan pola hitam di tubuhnya dengan kepala panjang dan mulut yang lebar


kemudian mata ular itu menatap tajam ke arah kami


Zoro:"sepertinya dia melihat kita sebagai mangsa"katanya sambil meletakan tangan di pedangnya


Ya jika kita ingin mencari harta karun maka di dalam perut ular itu sda banyak harta di dalam versi aslinya setelah mengalahkan enel


Penduduk suku langit dan suku shandia mengadakan perjamuan besar dan ular ini juga minum dengan mereka


Pada akhirnya dia mabuk dan pingsan dengan mulut yang terbuka


Kemudian luffy membangunkan nami dan yang lainnya di tengah malam untuk masuk ke dalam tubuh ular itu untuk mencari harta


Tiba-tiba ular itu membuka mulutnya dan menyerang kami


Ryo:"semuanya menyebar!!"


Mendegar kataku semua orang dengan cepat menyebar dan aku melihat melihat area yang tadi kami berkumpul sekarang di gantikan oleh kepala yang besar


Ular itu terus menyerang dan gerakannya sangat cepat dan flaksibel


Luffy:"semua ayo menyebar kita akan bertemu di kota emas"kata luffy berteriak


Ya walaupun biasanya dia tidak bisa di andalkan tetapi di situasi kritis dia biasanya dapat di andalkan


Luffy:"ayo bergerak dengan beberapa kelompok dan menemukan kota ema.... Ah ah ah"


Sebelum dia selesai bicara dia di tampar dan di terbangkan oleh ekor ular itu


Zoro:"luffy!!aku akan mengejar luffy"katanya hanya saja


Nami:"bukan ke arah dana bodoh sebaliknya"


Katanya dengan marah melihat zoro berlari ke arah yang berlawanan dengan luffy


Chopper:"sepertinya zoro tambah parah"


Di bawa serangan ular itu kelompok di bagi menjadi 3


Chopper dan sanji pergi mencari luffy dengan bantuan hidung sanji


Sedangkan nami dan usop mengejar zoro yang telah berlari entah ke mana


Adapun grup terakhir adalah aku dan robin dan grup kami yang paling solit


kami berpencar tetapi ular itu tidak mengejar melaikan melihat ke arah langit ada sosok seperti kuda berwarna merah mudah dengan bintik-bintik hitam dia seperti pegasus tetapi lebih mirip burung


Dan di atasnya ada seorang pria memakai baju zirah dan memegang tombak,dia tampak seperti ksatria muda tetapi jika di perhatikan di balik topeng itu dapat di lihat bahwa dia sudah tau ya itu adalah gan fall dewa yang memimpin pulau langit sebelum enel merebutnya


Dengan bergabungnys gan fall dan tersebarnya kelompok kami ke seluruh pulau maka perang sekala penuh secara resmi di mulai


Ryo:"jika kita menghitung kelompok kita, para pendeta dari [pemilihan dewa] dan suku shandia maka total keseluruhan di pulau ini 82 orang"kataku menganaslisa dan menghitung seluruh orang di pulau ini


robin:"sepertinya dewa itu ingin mengikis kita hingga sedikit dan melawan kita atau dia rencana lain"


Ryo:"ya[pemilihan dewa] ini adalah untuk memilih orang yang selamat dari permainan dan enel akan membawanya bersama dirinya"


Kami berdua terus mengobrol dan berjalan kemudian aku berhenti di awan putih


Robin:"ada apa ryo?"


Robin bertanya dengan rasa ingin tau di sekeliling kami adalah awan putih dan ada tanaman merambat besar menjulang ke langit


Ryo:"seharusnya kota emas di sini"


Aku mengirim pilar petir dan membuat lubang di awan yang kami injak ini


Kemudian aku memeluk robin dan melompat bersamanya ke bawah ya robin sangat ramping dan dia harum


Setelah melompat kami mendarat di sebuah bangunan kami melihat ke depan dan melihat banyak bangunan peningalan sejarah dan patung-patung yang tertutup lumut


Robin:"ryo apakah kau tidak berencana melepasku?"kata tersenyum


Ryo:"ahh maaf aku terbawa suasana"kataku melepas robin


Robin:"kau dapat memelukku nanti tetapi sekarang aku ingin melihat-lihat peninggalan sejarah itu"


Ryo:"aku tau"kataku tersenyum padanya


Kemudian robin membelai reruntuhan ini dengan jari-jarinya dan memandangnya satu per satu


Aku mengikuti robin dari belakang ketika robin melihat dia takjub dengan pemandangan ini


Ryo:"ini adalah peninggalan dari suku shandia,kota yang di jaga dari generasi ke generasi dari zaman kuno dan juga juga kota yang kita cari [kota emas] shandora"


aku melihat ke bawa dari bagunan yang kami tempati,semua bangunan terbuat dari emas


Robin:"ini adalah kota emas itu"katanya sambil takjub dengan oemandangan di depan matanya


Ryo:"ini sangat luar biasa bukan sebuah kota yang hilang selama 400 tahun dan masih terjaga sampai sekarang"


Robin hanya mendengarkan dan menggangguk perlahan dia masih terpesona oleh keindahan ini

__ADS_1


Robin:"seperti aku tidak mengikutimu ryo"katanya tersenyum


Ryo:"kesenangan untuk mu robin"


Kami berdua berjalan di sekitar kota ini dan robin berkata


Robin:"shandia,jika aku ingat dengan benar itu adalah sebuah suku yang agak primitif bukan,maka suku seperti itu seharusnya secara logis tidak tertarik dengan emas ini,ini juga fakta bahwa kota ini tidak rusak dan emas yanga ada di bawa juga tidak di ambil"


Ryo:"dengan kata lain suku shandia tidak terlalu tertarik dengan emas dan juga itu tidak terlalu penting bagi mereka"


Robin:"lalu mengapa mereka sangat keras kepala untuk melindungi kota ini?"


Ketika robin bertanya seperti itu kamj berdua telah sampai ke pusat kota emas di sana ada tanaman yang mencuat tinggi menembus awan


Ryo:"karena mereka telah bersumpah untuk melindungi sesuatu dan itu menjadi tanggung jawab suku mereka"


Kataku melihat ke langit aku tau di atas langit ini ada sebuah loncong dan poneglyp yang di lindungi oleh suku shandia


Ryo:"apa kau ingin ke atas robin?"


Robin:"oke"


katanya dan aku memeluknya ingin melompat naik tiba-tiba ada pilar petir yang menghantam tanah di belakang kami dan membuat lobang besar


Robin yang ada di pelukanku berkata


Robin:"pilar petir ini"


Ryo:"itu tidak di tunjukan kepada kita tetapi pada orang yang ada di atas... Ayo naik"


Kataku memeluk robin dengan erat dan melompat ke atas


Di atas awan ini


Enel:"apa kalian yang selamat tidak ada seseorang yang bersembunyi di balik dinding batu itu"


Orang yang selamat adalah zoro,sanji,wyper,gan fall,usop,nami


Enel tidak dapat melacakku karena aku dan robin berada di bawa lapisan awan


Usop:"dia benar-benar mengetahui posisi kita"katanya menangis


Nami:"ryo di mana kamu"katanya berharap aku datang menyelamatkannya


Usop sampai ke sini setelah mengalami pertempuran dengan pasukan enel dan suku shandia karena di bisa menggunakan haki walaupun sedikit dia berhasil selamat dengan cidera yang lumayan kecil


nami juga bertempur dengan banyak prajurit enel dan shandia mengandalkan tongkat cuaca yang aku buatkan padanya


Kemudian terjadilah pertempuran antara zoro,sanji,wyper dan gan fall melawan enel


Wyper dengan muda di kalahkan bahkah ketikah dia memakai impact dial dia terkena pilar petir enel


Begitu juga dengan gan fall walapun ada perlawanan sengit tapi dengan haki enel yang di padukan dengan kekuatan buah iblisnya gan fall kalah


Tersisa zoro dan sanji


Zoro sedikit terluka karena pertempurnannya melawan ohm memakan sedikit banyak waktu,entah itu haki atau ilmu pedang ohm itu merepotkan bagi zoro akibatnya dia terkena kena tetapi terlalu fatal


Sedangkan sanji berhasil menemukan luffy tetapi luffy bergabung dengan seorang gadis kecil dari shandia bernama aisa yang tampak bisa menggunakan kenbunshoku haki yang terbangun secara alami


Enel:"kalau bagitu msri kita singkirkan kalian berdua dulu"


Zoro menarik pedangnya dan sanji menyalakan rokoknya dan mereka berdua menyerang enel bersamaan


Zoro:"santoryu...."


Zoro melapisi pedangnya dengan haki dan menyerang enel


Enel:"semua yang kamu lakukan tidak berguna di hadapan kekuatanku..."


Tetapi detik berikutnya dada enel mengeluarkan darah


Enel:"kenapa.... Kenapa tebasanmu dapat menlukaiku?"


Zoro:"apa kau hanya menguasai kenbunshoku haki dan tidak dengan busoshoku haki?"


Sanji:"sepertinya dia hanya mengandalkan kekuatan buah iblisnya saja"kata sanji dengan jijik


Kemudian mereka berdua menyerang lagi tapi kali ini enel tidak meremehkan mereka dia menggunakan tekniknya dia memukul gendang di belakangnya dan


Enel:"30 jt volt.. Hino"


Sebuah burung petir muncul dan menyerang ke arah zoro dan sanji


Zoro dan sanji yang melihat itu menghindar tetapi burung besar itu mengejar mereka


Sanji menghindar dan menggunakan sore yang aku ajarkan dan mendendang enel tetapi enel yang menguasai haki telah berteleport dan


Enel:"kiten"


Sebuah serigala petir terbentuk dan langsung menyerang sanji


Sanji:"ini sangat merepotkan"


mereka berdua di kejar oleh dua hewan petir yang di buat enel,zoro dan sanji terus menghindar agar tidak terkena petir ini.


End...

__ADS_1


__ADS_2