Hijrah Membawa Cinta

Hijrah Membawa Cinta
Bab 5


__ADS_3

(Setelah beberapa hari mengikuti ujian Naya menunggu hasil penentuan apakah lulus atau tidak).


Naya yang sudah bisa berdamai dengan keadaanya sekarang sudah mulai masuk kerja bersama Dita selama ini Dita dan Naya biaya sekolah, serta uang jajan ataupun keperluan yang di butuhkan selalu di penuhi oleh ibu Tias.


Ibu Tias merupakan pemilik rumah tempat Naya dan Dita bekerja. Ibu Tias merupakan keluarga yang taat pada agama, sehingga Naya dan Dita ketika bekerja dan tiba waktu sholat Naya dan Dita akan melaksanakan sholat walaupun itu masih bolong-bolong sholatnya.


Hari-hari pun dilalui Dita dan Naya, seka Dukanya dalam bekerja selalu ada, bahkan tak jarang Naya dan Dita bertengkar meski itu hal yang sepeleh.


(Maklum lah, mungkin ada teman-teman yang sering salah paham ataupun tidak sependapat, dengan temanya maka akan ada yang anamya jauh-jauhan dan ini sering terjadi dalam sebuah pertemanan.


Nah apalagi dengan bestinya...


Iyaahhh itulah istilah sekarang besti atau teman akrab)


Naya yang sudah selesai dengan tugasnya maka Naya segera pulang tanpa pamit ke Dita, begitupun sebaliknya Dita yang sudah selesai dengan tugasnya akan pulang lebih awal tanpa pamitan dengan Naya.


Bahkan kadang Naya tidak masuk kerja begitupun Dita, pertengkaran yang terjadi biasanya lebih dari 2 mingguan karena Naya ataupun Dita yang sama-sama gengsi untuk minta maaf.


Padahalkan....?


Dalam islam di ajarkan tidak boleh orang bertengkar lebih dari 3 hari...

__ADS_1


(Mungkin dari teman-teman ada yang tau dalil atau hadisnya...)


Lanjut cerita, Naya yang sudah tiba pengumuman kelulusan sekolah datang ke sekolah untuk melihat pengumuman)


Terlihat, begitu banyak siswa dan orang tua berkumpul menyaksikan kelulusan anak-anaknya, tangis haru terdengar di mana-mana setelah menerima amplop berikan kelulusan.


Naya yang saat itu menyaksikan seketika meneteskan air mata karena teringat ibunya yang selalu ada dalam kegiatan apapun menyangkut Naya di sekolah, karena Ayah dan saudaranya Naya tidak bisa ikut menyaksikan kelulusan Naya karena kakak Naya yang hamil besar, dan kakak laki-lakinya Naya yang bekerja ikut dengan Ayahnya Naya.


Alhamdulillah.....😭😭(Tangis Nayapun pecah, orang pertama yang ingin dia inginkan melihat itu kini sudah tiada, Naya hanya bisa menangis mengingat ibunya)


Terlihat siswa siswi asik mencoret-coret baju sedalamnya bahkan menandakan bahwa mereka akhirnya lulus SMA, namun Naya memilih tidak mencoret-coret bajunya karena bagi Naya baju tersebut sangat berharga jika dibagikan ke orang yang membutuhkan akan sangat bermanfaat.


Selamat ya,,,,? (Ucap Dita dari arah belakangnya Naya)


(Naya berbalik dan melihat Dita dengan mata yang sedikit bengkak, Naya kemudian memeluk Dita sambil berkata)


Dit, aku lulus tapi..aku tak tidak punya ibu lagiii dit, rasanya semangat aku untuk meneruskan hidup sudah tidak ada lagi...😭


(Ungkap Naya sambil menangis sesegukan)


Naya,,, kamu masih punya, ayah, kakak,keluarga dan juga aku jadi kamu jangan pernah merasa sendiri, jika kamu membutuhkan aku maka aku akan selalu ada untukmu.

__ADS_1


(Kata Dita sambil mengelus-ngelus Naya yang menangis dipekukannya)


Ditapun mencoba menenangkan Naya yang masih saja menagis, Dita mengajak Naya untuk pulang bersama.


Nayapun ikut bersama Dita naik angkutan umum. Sesampainya dirumah terlihat kakak Naya yang sedari tadi menunggu Naya. Dari kejauhan kakak Naya terlihat ingin menangis namun mencoba terlihat kuat didepan Naya.


Kakak naya : Selamaaaatttt..... yaa sayang kamu kuat kok (Sambil menahan tangis dan memeluk Naya)


Dita yang melihat kakak Naya yang menahan tangis, memberikan isyarat ke kakak Naya dengan menggelengkan kepala mengisyaratkan untuk tidak menangis.


Kakak Nayapun langsung mengalihkan dan mencairkan suasana dengan mengajak Naya dan Dita untuk makan.


Kakak Dita :" Ayohh makan dulu Dit kebetulan kakak masak banyak hari ini , itung-itung merayakan kelulusan Naya.


Naya :" Ayoo Dit, (kata Naya sambil menarik tangan Dita)


(Ditapun ikut masuk ke dalam rumah Naya dan ikut makan bersama walaupun dengan sangat terpaksa karena Dita tidak biasa makan di rumah orang lain meski itu keluarga)


Suasanapun menjadi cair, dengan perbincangan taksiran kelahiran kakak Naya dan jenis kelamin anaknya.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2