Hijrah Membawa Cinta

Hijrah Membawa Cinta
Bab 6


__ADS_3

(Selesai makan Dita pamit pulang )


Dita: "Kak, Naya aku pamit pulang dulu ya, terimakasih atas jamuannya. Aku mau istirahat dulu sore nanti masuk kerja soalnya.


Kak Naya :" Iyaa terimakasih ya Dita sudah menemani Naya.


Naya :" Terimakasih ya Dit, nanti sore aku masuk kerja ..


Dita :" Kamu istirahat dulu, biyar aku yang masuk dulu kamu nikmatin aja dulu keberhasilanmu, kerja kerasmu yang sudah berjuang selama 3 tahun ini untuk lulus sekolah.


Naya : " Ngakk ahh aku masuk ajaa biyar aku punya teman curhat dirumah juga bosenin.


Dita :" Oh ya udah kalo kamu maunya itu ( Nanti aku kesini ya selesai sholat.


Naya : Iyaa,,,


Dita :" Aku pamit dulu ya,,(Keluar rumah sambil memakai sepatunya)


Naya :" Oke...

__ADS_1


(Dita bergegas kerumahnya dan beristirahat sejenak)


Jam menunjukan pukul 15.00 Dita yang terbangun lantas bersiap-siap mandi untuk ke tempat kerja, setelah ganti pakaian Dita langsung menuju rumah Naya.


Rumah Naya dan Dita memiliki jarak yang cukup dekat. Dari rumah Dita ke rumah Naya hanya melewati 4-5 rumah saja sudah bisa sampai kerumahnya Naya.


Dita :" Assalamu'alaikum...Naya....? (Panggil Dita yang sudah sampai di depan rumah Naya)


Naya : " Sebentar, (Sahutt Naya dari dalam rumah)


Duduk dulu Dit...


(Nayapun keluar dan menemui Dita yang sedang duduk di depan teras rumah Naya)


Setelah sampai di rumah tempat kerja Naya dan Dita, Ibu Tias menyuruh membersihkan halaman samping rumah dekat jalan raya karena banyak sampah dedaunan pohon mangga dan beberapa pohon yang hidup di samping rumah ibu Tias.


Setelah memotong rumput dan menyapu halaman Naya dan Dita membakar rumput tersebut, namun ibu Tias yang melihat lantas bertanya kepada Dita dan Naya.


Ibu Tias :" Ini siapa yang bakar rumputnya..?

__ADS_1


Dita :" Katanya ka Riri di bakar saja biyar sampahnya tidak terbang ke mana-mana ( Kak Riri adalah asisten rumah tangga yang tinggal menetap di rumah ibu Tias yang tak lain adalah keponakannya suami ibu Tias)


Ibu Tias :" Lain kali jangan di bakar ya rumputnya, rumput juga mahluk hidup lohh jadi kalau bakar sampahnya, sampahnya di bakar di dalam selokan air saja ( Sambil menunjuk selokan air yang sudah lama tidak terpakai yang ada di dekat halaman yang dibersihkan).


Naya :" Iyaa nanti sampahnya di pindahkan dan di bakar di selokan bu...(Ucap Naya sambil mengangkat rumput ke dalam selokan).


(Naya dan Dita berusaha membersihkan halaman dan sampahnya agar terlihat bersih dan tidak ada sampah lagi)


Ibu Tias :" Nanti setelah bersih-bersih halaman jangan lupa bersihkan kaca jendela dan juga pintu yaa, jangan pakai kain bersihkan menggunakan koran biyar lebih bersih (Ucap ibu Tias dan meninggalkan Dita dan Naya)


Naya, Dita :" Iyaaaa....


(Setelah sampah terbakar semuanya, Naya dan Dita bergegas ke dalam rumah sedangkan Dita mengambil koran yang ada di belakang lemari, depan kamar mandinya ibu Tias)


(Naya mengambil air dan ember untuk digunakan membersikan kaca jendela dan pintu, Dita bertugas membersikan jendela dan Naya bertugas membersihikan kaca pintu samping, karena pintu rumah ibu Tias adalah pintu yang dibuat dari kaca).


Setelah membersihkan kaca kak Rara memanggil Naya dan Dita ntuk makan bersama karena kak Rara sudah selesai memasak, Ibu Tias juga menyuruh Dita dan Naya istirahat dulu nanti setelah itu baru di lanjutkan beres-beresnya.


Ibu Tias tidak menganggap Naya dan Diat sebagai ART, ketika makan Naya dan Dita duduk di meja makan bersama ibu Tias da keluarganya untuk makan bersama, sehingga Naya dan Dita lebih merasa di anggap sebagai anak asuh. Setelah makan Kak rara, Dita dan Naya membereskan piring-piring yang dipakai makan dan mencucinya.

__ADS_1


__ADS_2