
Aku bersyukur kini suamiku mengerti dan bisa menghargai semua yang ia miliki serta bisa menjaga perasaan orang-orang yang ia sayangi, walaupun disaat semua penantian ku ini terjadi aku sudah tidak punya waktu lagi untuk mendampingi nya. Tapi aku sangat bahagia karena semua kesabaran serta pengorbananku kini menjadi kado terindah dalam hidupku
Namaku Keysha Az-Zahra aku adalah seorang ibu rumah tangga aku memiliki seorang anak lelaki bernama alvian, alvian kecilku kini sudah berumur 3 tahun. Suamiku Reza Dinata sudah 5 tahun bekerja di sebuah perusahaan properti sebagai karyawan honorer.
Aku selalu mensyukuri apapun itu pekerjaan suamiku bagiku segala pekerjaan asalkan halal akan membawa berkah bagi kami, namun suamiku tidak memiliki pemikiran yang sama denganku. Suamiku yang memiliki impian serta keinginan yang besar merasa belum puas hanya memiliki penghasilan yang terbilang pas-pasan bagi keluarga kami. Setiap hari keluhan nya selalu terdengar di telingaku
"Huhh!! Kerja setiap hari tapi setelah gajian uang habiss, gimana hidup kita mau maju kalau terus-terusan begini!!"
Ucap Reza sambil menghembuskan napas nya dengan kasar
"Di syukuri aja mas, mungkin Allah sedang menguji kesabaran kita agar bisa lebih siap dengan rencanaNya di masa depan. Ayo sini sarapan dulu"
"Kamu sih enak ngomong doang, kamu kan gak ngerasain gimana jadi aku,"
"Iya-iya, udah jangan marah-marah di depan makanan gak baik"
Akupun menaruh nasi serta lauk-pauknya di piring suamiku serta menuangkan air ke gelasnya yang kosong
Setelah itu aku menyuapi anakku alvian, mereka berdua menikmati masakan yang telah aku sajikan.
Selesai sarapan mas Reza pun pergi bekerja, tidak lupa aku mencium punggung tangan nya, dan mas Reza pun mencium keningku serta mencium alvian.
Setelah mas Reza pergi alvian aku biarkan main di dalam rumah lalu aku pun sarapan.
Kegiatanku di rumah memang sudah seperti ini, memasak membersihkan rumah serta menjaga buah hatiku,
Ingin rasa nya aku ikut berkerja membantu keuangan keluarga kami tapi aku kasihan pada alvian tidak ada yang menjaga nya.
Kami tinggal jauh dari orang tuaku maupun orang tua mas reza kami terpaksa tinggal di luar kota agar jarak tempuh ke kantor nya bisa lebih dekat.
Aku selalu berusaha sebaik mungkin dalam mengatur keuangan kami, agar semua bisa tercukupi . Bahkan mas Reza selalu aku bawakan bekal dari rumah untuk nya makan siang di kantor.
__ADS_1
Tidak terasa hari pun hampir senja dan mas Reza akan pulang bekerja sebentar lagi. Aku pun mulai memasak bahan makanan yang telah aku sediakan di kulkas untuk stok selama satu minggu, setelah itu aku membersihkan diri dan berdandan alakadarnya agar ketika suamiku pulang bisa menghilangkan rasa lelah nya setelah melihat rumah,anak,dan istri nya telah bersih dan rapi.
"Tokkk!! Tokkk!! Tokk!!" Key !!
Suara mas Reza terdengar di balik pintu
Aku langsung bergegas membuka pintu tidak lupa anakku juga turut menghampiri ayah nya.
"Iya mas,
aku menebarkan senyumku yang paling manis untuk suamiku tercinta"
Tak lupa aku Salami tangan nya dan mengambil tas kerjanya untuk aku simpan.
"Ayah!!
Sapa alvian
"Iya nak, ada apa sayang"!!
Memang anakku teramat pintar masih berumur 3 tahun tapi seakan-akan mengerti apa yang dirasakan orang tua nya.
"Makasih ya sayang, anak ayah memang sangat pintar"!!
Mas Reza tersenyum sambil memeluk alvian.
Sungguh damai nya hatiku ketika melihat senyuman di wajah mas Reza, senyuman yang sudah lama tidak ia tunjukan.
Tak lama mas Reza pun pergi untuk mandi, aku pun langsung menyiapkan makanan di meja makan, tak lupa aku siapkan juga baju untuk ia pakai.
Setelah ia selesai mandi kami pun makan, kami menikmati makanan dengan suasana hening hanya terdengar suara sendok dan garpu yang beradu di atas piring.
__ADS_1
Setelah selesai makan kami pun duduk santai di kursi yang sederhana.
Mas Reza yang sibuk memainkan gadget nya dan aku sedang mengelus rambut Alvi agar ia terlelap.
"Gimana tadi kerja nya mas?"
"Lancar" ucap nya singkat
"Alhamdulillah,aku seneng dengernya"
"Hemmm"!!! Mas Reza hanya berdehem
Itu alvian sudah tidur pindahin dikamar jangan di tiduri disini, kamu gimana sih entar dia masuk angin!!
"Iya mas iya jangan marah-marah dong"
Aku langsung membawa alvian ke kamar dan menidurkan nya disana, tak lama mas Reza pun ikut menyusul ke kamar, lalu membaringkan tubuh nya.
"Mas kamu udah ngantuk?"
"Iya"!!
"Mass"
"Apa sih key, kamu berisik banget deh. Aku tuh capek seharian kerja, aku mau istirahat. Kamu sih enak cuma di rumah aja jagain alvian !!!"
Tessssss!!! Tak terasa air mataku pun jatuh mendengar ucapan kasar suamiku yang sangat membuat dadaku terasa sesak.
"Astaghfirullah mas, maafin aku kalau membuat kamu terganggu aku hanya berniat mengajakmu bicara agar kamu tidak terlalu penat"
Ucapku sambil berlinang air mata
__ADS_1
"Udah deh key, mas mau tidur capek!!
Aku pun memilih untuk diam, lalu membaringkan tubuhku dan mencoba untuk tidur walau masih sesak rasa nya mendengar ucapan suamiku tadi. Ya hatiku memang sangat sensitiv dan mudah sekali menangis walau hanya mendengar perkataan dengan nada yang tinggi.