Hingga Akhir Waktu

Hingga Akhir Waktu
3. selalu salah


__ADS_3

"mas bangun mas, ayo kita shalat subuh mas. Udah lama kita nggak shalat berjamaah mas"


"Aku masih ngantuk key," ucap mas Reza dengan mata masih terpejam


"Ayolah mas bangun "


"Key. Mas ngantuk!!"


"Hemmm,


Aku pun shalat subuh tanpa di imam'i oleh suamiku. Sudah lama sekali mas Reza tidak melaksanakan shalat nya lagi, aku hanya bisa berdoa semoga hati mas Reza yang keras bisa luluh kembali dan tidak melupakan kewajiban nya kepada yang kuasa


Selesai aku shalat aku pun mempersiapkan segala rutinitas ku di pagi hari lalu aku pun ke kamar untuk membangun alvian, tapi sungguh terkejut nya aku ketika ku sentuh tubuh anak ku badan nya sangat panas dan ternyata alvian demam tinggi segera kuberitahu mas Reza.


"Mas,mas Reza alvian sakit badan nya panas banget mas"


"Apa!!!, Kenapa bisa tiba-tiba demam?".


Mas Reza pun terkejut mendengar ucapan ku


"Ayo kita bawa Reza ke klinik mas"


"Iya ayo biar mas keluarin mobil nya dulu"

__ADS_1


Kami pun dengan segera membawa alvian ke klinik, iya aku sangat ketakutan kalau badan alvian panas tinggi,


Sesampai nya di klinik alvian langsung di periksa oleh dokter disana,


Dan benar panas ny sangat tinggi.


Dokter "( anak ibu seperti nya kelelahan sehingga suhu tubuh nya bisa se panas ini dan satu lagi Bu, tolong perhatikan asupan makanan nya ,asupan makanan nya tidak terpenuhi sehingga menjadikan tubuh anak ibu lemah, sehingga dia gampang sakit terlalu lelah, pasti anak ibu sangat aktif kan?)"


"Iya dok dia memang sangat aktif, baik dok saya akan melakukan apa yang dokter katakan"


"Oke baik Bu, saya akan buatkan resep, dan anak ibu suda boleh dibawa pulang dan ingat terus awasi jangan sampai kelelahan.


Karena hal ini bisa berdampak buruk kesehatan anak ibu.


Setelah itu kami pun membawa alvian pulang sepanjang perjalanan pulang mas Reza terus memarahi dan menyalahkan ku


"Kamu gimana sih key, masa ngurus anak aja gak bener. Tugas kamu itu cuma jagain alvian doang tapi alvian bisa sampai sakit begini, ditambah lagi dokter bilang alvian kekurangan asupan makanan.


Kalau aku kerja alvian gak kamu kasih makan ya"


"Ya Allah mas kamu pikir ibu macam apa aku ini, kamu pikir aku gak peduli sama anak kita, emang kamu pernah tau keadaan dirumah seperti apa, emang nya kamu pernah nanya alvian kalau di rumah ngapain aja, makan nya gimana emang kamu pernah perduli"


"Denger ya key, tugas kamu itu jaga alvian dan ngurus rumah dan ngurus suami. Sedangkan aku bekerja untuk menafkahi kalian.

__ADS_1


Emang kamu tau gimana rasa nya cari uang? Nggak kan. Wajar aja aku jarang bertanya soal itu karena udah ada kamu yang tugas nya untuk merawat dia, aku gak pernah suruh kamu kerja supaya anak kita bisa terurus dengan benar. Tapi nyata nya apa kamu lalai sebagai seorang ibu."


"Kamu lihat perempuan diluar sana, udah capek kerja cari uang tapi masih mengurus rumah dan kluarga nya, seharusnya kamu bersyukur aku tidak seperti suami diluaran sana"


"Maksud kamu apa mas membandingkan aku dengan perempuan lain?. Aku selalu sabar menghadapi sikap kamu tapi jangan keterlaluan mas, aku juga punya perasaan."


"Kenapa sih mas aku itu selalu salah dan kmu selalu aja memojokkan ku?"


Kamu udah berani ngelawan sama aku!!!"


Nada bicara mas Reza meninggi sehingga membuat alvian yang tertidur pun terkejut dan menangis. Aku pun langsung tersentak dan sadar kalau aku telah dikuasi oleh emosi dan amarah, tiada henti nya aku mengucap istighfar dan terus meneteskan air mata. Aku berusaha menenangkan alvian yang sedang menangis walau aku sendiri juga sedang menangis.


Melihat alvian menangis mas Reza pun langsung membisu dan tidak berbicara sepatah kata pun lagi.


Hati dan perasaanku yang sudah telanjur sakit tidak dapat lagi menahan air mata ku yang terus mengalir, kucoba menenangkan diri tapi tidak bisa ku pungkiri sangat sesak rasanya dada ini ingin aku berteriak dan menangis sekuat mungkin karena hati ini sangat rapuh.


Sesampai nya dirumah kubawa alvian ke kamar kuberi obat lalu kutidurkan kembali, ku elus dengan lembut rambut nya sambil meminta maaf karena aku telah lalai dalam mengurus nya. Kupeluk tubuh mungil nya dan air mataku terus mengalir,


Perasaanku sangat kacau, kata-kata suamiku selalu menghantui pikiranku mungkin aku memang bukan ibu yang baik.


Setelah alvian tidur aku keluar dari kamar tapi aku tidak melihat mas reza, Ternyata dia sudah pergi kekantor tanpa berpamitan


Aku tidak perduli aku hanya ingin fokus mengurus alvian. Kejadian pagi ini membuat ku tidak berselera untuk melakukan apa-apa. Bahkan makan pun aku tidak ingin aku hanya ingin berada di dekat alvian karena hanya dia tempat ku bersandar.

__ADS_1


__ADS_2