
Sebulan sudah berlalu mas Reza menjadi karyawan staff di kantor nya semua perubahan juga mulai terlihat di rumah maupun keluarga kami.
"Key, kayak nya kita perlu mengganti motor itu menjadi roda empat deh biar gak kepanasan dan kehujanan"
"Emang nya harus ya mas, kan motor itu juga masih bisa di pakai dan motor itu juga selalu membuat mas tepat waktu sampai di kantor ,"
"Iya bener, tapi kan mas pengen hidup kita ada perubahan, lagian gajiku cukup kok kalau di tambah pengeluaran untuk bayar cicilan mobil,"
"Aku tau mas tapi kan mending uang nya di tabung buat masa depan alvian, kita gak tau mas sampai kapan kita masih bekerja, ya setidak nya kita harus punya persiapan untuk hari mendatang"
"Susah ya key ngomong sama kamu, pemikiran kamu itu gak pernah sependapat sama aku, aku itu pengen kamu terlihat elegan dan bergaya jadi orang-orang diluar sana gak akan Mandang kamu sebelah mata,"
" Ya Allah mas hidup kok mikirin orang, gak akan ada habis nya mas"
"Udahlah key, pokok nya mas mau beli mobil, lagian juga yang kerja aku bukan kamu, kamu cuma nikmatin aja kok repot banget sih, "
Begitulah mas Reza egois kalau diajak bicara gak mau kalah, butuh kesabaran ektra untuk menjalani hidup dengan nya dan harus selalu mengalah karena dia gak mau kalah.
__ADS_1
Aku yang tidak punya penghasilan ini hanya bisa mengikuti perkataan nya, walau kadang sedih rasanya pendapat dan ucapan ku tidak pernah ia terima dan didengarkan, tapi apalah dayaku berdebat dengan nya juga bukan penyelesaian tapi malah menimbulkan Masalah baru.
Ke esokan hari nya mas Reza pulang dari kantor nya menuju rumah tapi sangat mengejutkan karena tiba-tiba suara klakson mobil yang datang bukan nya motor,. Iya mas Reza ternyata dengan cepat nya memenuhi hasrat nya untuk membeli mobil tersebut, mobil yang cukup terkenal akhir-akhir ini dan aku tau benar cicilan nya juga lumayan besar.
"Key, lihat bagus kan. Mulai sekarang kalau kita mau keluar gak akan kepanasan lagi atau pun kehujanan lagi"
"Iya mas," jawab ku singkat
Aku tidak memperdebat kan masalah ini lagi
"Kamu seneng gak sih key"
"Nah gitu dong sesekali nurut sama mas"
"Iya".
Ternyata keinginan mas Reza untuk tampil beda tidak berhenti disini saja, mas Reza juga mulai merubah barang-barang isi rumah nya, entah kenapa mas Reza ini ingin sekali terlihat waw di mata orang-orang. Aku yang tak berdaya ini hanya bisa mengikuti saja bukan
__ADS_1
Walau aku tau ini semua berlebihan.
Mas Reza dan aku memang bertolak belakang aku tidak pernah suka hidup terlalu mencolok dan membuang-buang uang hanya untuk menjadikan hidup tampak mewah di anatara orang-orang sekitar, sedangkan mas Reza selalu ingin dipandang terhormat dan elegan di depan semua orang . Bukan nya aku itu pelit atau perhitungan untuk diri sendiri tapi aku hanya ingin mendahulukan yang lebih penting daripada hanya untuk sekedar bergaya.
"Key, kamu lihat kan sekarang hidup kita sudah ada perubahan, jadi mulai sekarang tidak ada lagi yang berani memandang kita sebelah mata"
"Astaghfirullah mas, istighfar. yang perlu kita perubahin itu ibadah kita yang semakin taat, perilaku kita yang semakin baik dan amal kita yang di tingkatkan, karena itu yang akan di pertanyakan kelak mas."
"Key, kenapa sih kamu itu gak bisa ngeliat suami seneng sedikit"
"Bukan begitu mas, tapi tugasku sebagai istri itu selalu mengingatkan kamu ketika kamu mulai menuju jalan yang salah "
"Salah apa nya sih key, seperti nya semua yang mas perbuat untuk kamu itu gak ada bener nya ya, di sayang gak tau di sayang, dasar istri yang gak pernah bersyukur,
Seharus nya kamu itu bersyukur punya suami yang selalu peduli akan harga diri dan martabat kamu, syukur aku gak nikah lagi"!!
"Astaghfirullah, istighfar mas istighfar. Ucapan adalah doa, emang nya kamu udah gak sayang sama keluarga mu"
__ADS_1
"Ya makanya kamu jangan terus-terusan bikin mas setres dan kesel kayak gini dong"!!
Tega nya suamiku berbicara seperti itu, memang benar lidah itu tidak bertulang, sakit rasanya mendengar suami memiiki niatan untuk menduakan cinta nya .