
Suatu pagi di mansion Megah milik keluarga song, direktur song daehan bersama sang Istri song Sarang yang sedang berdiri di dekat gorden besar berwarna coklat yang berada di ruang TV .
" Apa keputusan Ini sudah Kamu pikirkan Dengan benar sayang? " , tanya sang istri
" Apa boleh buat, hutang kita pada keluarga wen sangat besar, Bahkan hutang terakhir kita untuk tender terakhir gagal juga, kita tidak Mungkin mengirim Kan putri pertama kita Risa Dia adalah pewaris Utamakan keluarga kita mau tidak mau aku akan mengirim putri bungsu kita karin kepada keluarga wen" , jelas direktur daehan Tanpa Ragu.
" Tapi karin Masih muda, apalagi dia sedang berambisi untuk mendaftar ke FKH , apa tidak Ada Cara lain? bagaimana jika kita menjual aset kita yang Ada di daerah gangnam ", Kata sang Istri
"Apa Kamu bercanda?? bagaimana jika para investor mendengar berita itu? bagaimana jika mreka berfikir jika kita akan bangkrut Dan mereka akan berhenti untuk berinvestasi ke prusahaan kita ", jawab direktur daehan Dengan tegas
Pembicaraan direktur daehan Dan istri nya tak sengaja Di dengar Oleh Karin yang baru saja sampai. Karin pun mendekati kedua orang tuanya yang sedang beradu argument.
"Kenapa harus Karin, pa? Kenapa bukan kak Risa saja?. Karin takut jika harus Dikirim ke keluarga wen Dan menjadi budak mereka, bagaimana dengan Mimpi Karin? . Karin ingin menjadi seperti nenek yang menjadi dokter hewan Dan memiliki klinik sendiri ", bantah Karin Dengan menggebu.
" Kamu harus mau!! bertahan saja hanya sampai papa Benar-benar bisa melunasi hutang keluarga kita ", jawab direktur daehan
"Apa Maksud papa aku menjadi jaminan untuk hutang yang Bahkan Karin tidak Pakai ", tanya Karin sembari menahan tangisnya.
Sebelum direktur daehan sempat menjawab Karin pun berlari keluar Mansion. Karin bergegas menuju kafe langganan nya yang berada di daerah itaewon. Sepanjang perjalanan Karin yang hanya Berjalan Dengan pandangan kosong pun tak sengaja menabrak seorang pria tinggi Tampan berambut coklat yang berpakaian ala Penyanyi rocker Dan memakai Kaca Mata merah.
" Hei pendek, tidak punya Mata ya? ", Kata pria itu dengan Nada datar
"Maaf tuan muda, saya datang terlambat", ucap seorang pria mengenakan setelan jas abu abu.
"Apa lagi Sekarang? Apakah Kantor Utama sudah Pindah ke Budan Hah ", Bentak pria Tampan tadi kepada pria Dengan setelan jas. mereka berdua pun pergi Dan menuju ke Arah restaurant sebrang jalan.
" Sikap Macam Apa tadi dasar Sombong Dan tidak punya etika. Pendek?? tidak punya Mata??? enak saja ", gerutu Karin yang menuju cafe langganan nya.
__ADS_1
" Selamat pagi, selamat datang Di kafe mang mang", sapa seorang koki yang merangkap tugas sebagai kasir, pria blasteran Norwegian -Korea, Tak lain adalah Teman Masa kecil Karin.
" Tau ga sih tadi Ada Orang ga sopan banget, Padahal aku kan ga sengaja nabrak dia tapi dia Malah ngatain aku pendek lah ga punya Mata lah ", gerutu Karin sembari duduk Di kursi tepat di depan pria itu.
" Hahaha, tidak Baik Kalau Kamu ikut-ikut marah seperti itu, Tau ga sih Kalau Kamu marah makin mirip gumiho (serigala ekor sembilan), Jadi bagaimana persiapan mu untuk CSAT Nanti? ", ujar pria itu
" Apa aku harus menceritakan yang sebenarnya terjadi padaku yaa, tapi aku ga mau bikin Lucas khawatir ", batin karin
"Nih, buat naikin mood Kamu, kayak nya Ada yang lagi Kamu pikirin yaa, ga biasanya Kamu ngelamun gitu ", sembari menyodorkan parfait strawberry kesukaan Karin.
" Kamu emang paling Tau kesukaan ku cas, oh Iya gimana tawaran papa mu kapan hari itu, kamu terima kan?? Iya kan?? ", tanya Karin Dengan antusias.
" aku masih belum kasih Jawaban ke papa, Lagian aku dah seneng kok buat ngejalanin bisnis kafe ketimbang jadi dokter di rumah sakit papa ku, bikin repot aja Hahaha ", jawab Lucas Dengan Santai nya.
" hati-hati Loh nanti yang Ada cafe Kamu Malah di tutup papa kamu", ucap Karin.
Tak lama kemudian datang 8 bodyguard yang mendekati Karin.
"ah, Iya betul. Anda siapa? ", tanya Karin
"Cepat Nona ikut kami, direktur Wen sedang menunggu nona", ucap bodyguard itu.
Tanpa basa-basi bodyguard tersebut segera membawa Karin masuk kedalam mobil.
********** Ruang CEO wen**********
" Jadi Kamu yang bernama Karin? Putri bungsu keluarga song yang dijadikan jaminan kepada kami? ", Tanya direktur wen
__ADS_1
"ii-iya betul, tapi Maaf sebelum nya direktur Wen. Aku Masih belum menyetujui perintah papa ku, Dan lagi aku masih harus belajar untuk CSAT agar aku bisa Masuk ke FKH yang Ada di Universitas Seoul." jawab Karin sambil tertunduk
" Hahahahaha Apa? menyetujui ? CSAT? apa Kamu tidak Sadar jika Kamu dijual kepada aku, Bahkan Kamu tidak berhak untuk memilih, atau mungkin Kamu Lebih memilih aku , direktur wen yang berkuasa untuk menyita semua aset milik keluarga mu dan menarik 30% saham kami dari perusahaan mu? ", jawab direktur wen Dengan setengah membentak.
" Jangan, kumohon jangan, Baik aku akan menjadi budak anda tapi kumohon jangan melakuan hal itu", jawab Karin yang sudah Pasrah.
Tap... tap.... tap.... tap....
"kebetulan sekali Kamu Ada disini, perkenalkan dia asisten pribadi baru mu", ucap direktur wen kepada pria dengan pakaian ala rocker yang tak lain adalah putra ketiga sekaligus pewaris yang ditunjuk untuk melanjutkan perusahaan direktur wen.
deg...... Karin yang terkejut melihat pria yang berdiri di sebelah kanan nya
"Kamu??! ", ucap Karin.
" aku tidak butuh wanita seperti dia, untuk asisten aku sudah punya baeksang Dia Sudah mahir dalam segala hal. jika Maksud papa asisten wanita untuk mendampingi ku setiap hari aku sudah punya banyak, ingat ayah sudah memberikan 15 wanita untuk menemani ku sungguh merepotkan jika ayah menambahkan 1 lagi apalagi wanita Payah seperti dia", ucap pria muda itu.
"papa hanya ingin memberikan yang terbaik buat Kamu Jackson, papa khawatir jika Kamu tidak menyukai wanita lalu. bagaimana nasib papa Nanti, papa ingin punya Cucu dan menantu dari kamu, kalau Kamu menolak papa akan sita semua fasilitas mu termasuk black card Dan mobil mu", ancam direktur wen.
Tanpa menjawab Jackson segera menarik tangan Karin dan membawa nya pergi ke ruangan nya .
Karin hanya bisa terkejut melihat betapa luasnya ruangan Jackson Bahkan 2 x Lebih luas dari ruangan milik direktur wen. Tidak seperti ruangan direktur wen ruangan Jackson Lebih Santai Ada kamar pribadi, kamar mandi, sofa yang luas, video games Bahkan Ada Beberapa wanita yang seolah menunggu Jackson datang.
"Apa yang Kamu lihat, Cepat duduk Diam disana Dan jangan lakukan apapun, Usahakan Jangan sampai aku menyadari kehadiran orang seperti kamu disini". ucap Jackson sembari menunjuk sofa merah yang Ada di pikiran dekat jendela.
Karin segera menuju ke Arah yang dimaksud Jackson.
"tidak apa, aku pasti bisa. lagi pula pasti hanya Beberapa jam saja, papa pasti tidak benar benar membuang ku", gumam Karin dalam hati.
__ADS_1
"Nona, semua barang anda sudah kami Pindah kan ke mansion tuan Jackson, jadi Nona tidak Perlu repot repot Dengan pindahan ", jelas baeksang.
"a-apaaaa??? ", seru Karin yang terkejut.