Hit Me So Hard

Hit Me So Hard
BAB 7 Mulai Akur


__ADS_3

Di pagi yang cerah di mansion milik Jackson. Tak seperti biasanya, Direktur Wen datang mengunjungi putranya itu. Direktur wen mulai melangkah kan kaki nya memasuki ruangan tamu, sepanjang mata memandang yang ia lihat hanya para gadis dan para pembantu saja. Ia mulai berkeliling untuk mencari keberadaan putra nya itu.


"Dimana Jackson ", Tanya nya pada semua orang yang ada disana.


Namun tak seorang pun tau keberadaan Jackson , hingga baeksang muncul dan mengatakan jika Jackson berada di kamar Karin,ia sedang membantunya untuk mengganti perban untuk menutupi luka yang ada dikepala. Mendengar ucapan baeksang tadi seketika direktur Wen tertawa keras seolah ia tak mempercayai apa yang ia dengar. Tak lama kemudian terlihat Jackson yang keluar dari kamar Karin yang berada di lantai 2 sembari membawa kotak P3K disusul dengan karin yang berjalan keluar. Seolah tak percaya dengan matanya, ia mengisyaratkan Jackson untuk datang menemui nya di ruang kerja Jackson.


"ada apa lagi pak tua, masih belum cukup kau menganggu ku, hingga di pagi buta seperti ini kau datang kemari dan membuat kehebohan ", tanya Jackson yang berjalan ke arah direktur wen dengan malas.


" apa saja yang sudah kamu lakukan?? apa kamu sudah berhasil membuat kan papa seorang cucu? ", tanya direktur wen dengan antusias.


"papa sedang mabuk??, apa papa lupa jika aku mencintai Sam? ", ucap jackson sembari memalingkan wajah nya.


"papa tidak Mempercayai jika kamu menyukai sesama jenis, dengan kejadian barusan sudah membuktikan jika kamu tertarik dengan perempuan, ini pertama kalinya kamu peduli dengan orang lain ditambah kamu membantu nya untuk mengganti perban kepala ", ucap direktur wen dengan penuh keyakinan.


"cepat katakan apa yang papa ingin kan sekarang? ", tanya jackson kepada ayahnya.


"Papa ingin kamu handle proyek besar yang ada di macau ", ucap direktur wen.


Jackson hanya mengangguk seolah ia menyetujui permintaan papa nya itu.


********** Bandara **********


"apa sudah kau bawa semua berkas yang kuperlukan nanti", tanya Jackson sembari membetulkan posisi kacamata nya.


"Tunggu sebentar tuan, berkasnya sedang berjalan kemari ", ucap baeksang sembari menunjuk ke arah Karin yang sedang berlari kearahnya.

__ADS_1


"apa maksud semua itu, kenapa dia ada disini ", tanya jackson kepada asisten nya dengan nada agak marah.


"dalam perjalanan kali ini tuan muda akan ditemani oleh nona Karin dan ia yang akan menjadi asisten tuan" , jelas Baeksang sembari memberikan tiket pesawat pada karin.


Pemberitahuan kepada penumpang pesawat jurusan seoul -macau telah di umumkan mereka berdua berjalan masuk kedalam pesawat. Baeksang melihat keberangkatan Mereka berdua dan membungkuk isyarat untuk memberikan salam perpisahan, ia tersenyum dan berharap jika mereka berdua bisa akur Selama berada di macau.


********** Dalam Pesawat **********


"Apa kau yakin mampu melakukan hal ini? ", tanya jackson cemas.


"tenang saja tuan muda aku tipe yang cepat belajar dan tanggap ", jawab karin sembari tersenyum.


Jackson yang mendengar jawaban santai karin hanya bisa menutupi mata nya seolah ia ingin cepat tidur berharap jika hal ini hanya sebuah bualan baeksang semata.


Setelah beberapa jam penerbangan mereka pun telah mendarat dan sampai di macau.


"sedang apa kau", tanya Jackson sembari melepas kacamata nya.


"aku sedang mencari mobil sewaan tuan", ucap karin yang masih memandangi Smartphone nya itu.


Jackson merebut Smartphone yang karin pegang dan tersenyum sembari menunjuk ke arah mobil mewah yang sedang berhenti di depan. karin yang tak paham maksud jackson hanya terdiam hingga ia melihat jackson memasuki mobil itu.


"Dari kapan tuan muda menyewa mobil ini? ", tanya karin yang sedang duduk disamping jackson.


"apa? menyewa? aku tidak semiskin itu. ini mobil pribadi ku ", ucap jackson penuh percaya diri sembari menoleh kearah kacamobil.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam dan hanya menatap keindahan kota macau dari kaca mobil. Mereka berdua pun sampai di hotel bintang 5 dan menempati 1 kamar president suite. Karin dan jackson memasuki kamar tersebut, karin yang terpukau melihat betapa megahnya kamar tersebut, satu persatu ruangan ia masuki. Karin Tertarik dengan Satu spot Kamar dimana Kasur berhadapan langsung dengan pemandangan kota makau.


"aku tidur disini yaa? ", pinta karin dengan penuh harap.


"jadi kali ini kamu berniat untuk berbagi tempat tidur bersama ku? ", goda jackson. Karin yang mendengar ucapan jackson pun hanya cemberut dan berpaling pergi meninggalkannya. Jackson pun menarik lengan karin dan berkata jika karin boleh menempati nya. Jackson pun segera meninggalkan ruangan tersebut dan beristirahat ke kamar yang ada di ujung ruangan.


"tumben sekali? tidak ada perlawanan. apa dia bersungguh-sungguh dengan ucapan nya kemarin. tapi syukurlah aku bisa menempati kamar yang indah ini", batin karin sembari menghempaskan tubuh nya. Karin pun tertidur hingga beberapa jam.


Disisi lain Jackson sedang mengerjakan bahan presentasi nya untuk dipresentasikan pada malam nanti, tak terasa jam sudah menunjukkan waktu pukul 6 sore Jackson telah menyelesaikan presentasinya, ia pun berdiri dan beranjak menuju kamar karin. Karin masih tertidur pulas dengan posisi yang sama, ia sama sekali tak bergerak dari tempat nya tidur. Jackson yang melihatnya terbesit sebuah ide jail, ia memasang jam alarm untuk pukul 6.05 sore dengan nada dering paling keras ia berjongkok di samping tempat tidur nya.


Kriiiing.......


Kringg......


kring......


Seketika karin terduduk dengan kondisi belum sadar sepenuhnya, ia sedang menoleh kearah kiri dan kanan mengingat ia sedang berada dimana.


"Karin song, Sekarang kamu berada di akhirat, aku akan memasukkan mu kedalam neraka sekarang ", goda Jackson sembari meninggikan suara nya.


"Oh tidak, aku belum siap mati, aku belum menikah dan menjadi seorang dokter hewan ", ucap karin yang belum sadar.


Seketika setelah mendengar ucapan karin, Jackson tertawa terbahak -bahak melihat tingkah laku dan respon karin. Tawa Jackson pun membuat Dirinya terbangun sepenuhnya, ia pun sangat kesal hingga memukul jackson dengan bantal. Jackson yang kewalahan dengan tenaga karin pun terjatuh kebelakang, Karin yang reflek segera menarik tangan jackson hingga pria itu terjatuh keatas tubuh karin. beberapa saat mereka saling adu pandang dan mencerna apa yang terjadi.Karin yang tiba-tiba tersipu mendorong tubuh Jackson Menjauh.


"Mau cari kesempatan yaa", ucap karin yang memalingkan wajah.

__ADS_1


"yang ada kamu tuh, untuk apa aku mengambil kesempatan dengan wanita berdada rata seperti mu ", ucap jackson sembari berjalan meninggal kan karin sendirian.


Karin pun cemberut dengan pernyataan Jackson barusan, di saat bersamaan ia juga tersipu malu setelah bertatap wajah dengan jackson sedekat itu.


__ADS_2