
Sesampainya di parkiran, Sasha langsung melepas tangannya dari mulut Arkan. Arkan dengan muka sinis nya menatap Sasha. Sasha pun mengomel kepada Arkan karena prilaku nya kepada Khaira.
"Lo lagian kenapa sih, tadi kan dia mau terima kasih kenapa ga lo dengerin dulu.." Ucap Sasha.
Arkan hanya diam menanggapi omelannya Sasha.
Karena Arkan yang hanya diam, Sasha langsung mengajak Arkan untuk pergi belanja alat kebersihan kelas.
"Yaudah lain kali jangan gitu yaa.."
"Sekarang kita langsung berangkat aja cari supermarket yang deket sini.." Ucap Sasha.
Lalu mereka berdua langsung menuju ke mobil Arkan untuk berangkat mencari supermarket.
"Supermarket yang deket sini dimana? "
"Gue anak baru di Bandung, ga hafal jalan." Ucap Arkan kepada Sasha.
"Yaudah, gue tau kok daerah sini, nanti gue unjukin arahnya.." Jawab Sasha.
Di perjalanan suasana mobil sangat hening karena Arkan yang dingin. Di perjalanan, Sasha melihat foto adik Arkan yang tergantung di kaca Rear Vision (kaca spion dalam) mobil Arkan.
(Kiri Safa, kanan Disty)
"Eh ini adek lo? " Tanya Sasha.
"Iya."
"Yang kiri Safa, yang kanan Disty." Jawab Arkan.
"Ohh.."
"Kalo, boleh tau adek lu kelas berapa aja?" Tanya Sasha.
"Safa kelas 1 SMA, Disty kelas 3 SMP. " Jawab Arkan.
Arkan paling tidak tahan kalo bicara tentang kedua adiknya, karena Arkan sangat menyayangi kedua adiknya yang pisah rumah dengan Arkan. Dan Arkan belum ketemu adiknya selama dia pindah ke Bandung.
Karena rasa rindu kepada adiknya, mata Arkan pun berkaca-kaca mengingat kedua adiknya.
Sasha yang melihat mata Arkan yang berkaca-kaca langsung menanya-kan Arkan kenapa mata Arkan bisa berkaca-kaca.
"Lah kok mata lo berkaca-kaca sih? " Tanya Sasha.
"Gapapa."
"Kangen mereka gue." Jawab Arkan.
"Kangen adek-adek lu? apaansih lebay banget padahal kan lu setiap hari ketemu mereka.." Ucap Sasha yang belum tau kalau Arkan dengan adik-adiknya pisah rumah.
"Gue ama mereka udah ga serumah lagi."
"Gue ikut bokap ke Bandung, mereka sama nyokap di Jakarta, karena sempet ada masalah yang bikin ortu gua cerai." Ucap Arkan sambil menjelaskan kenapa dia dan adik-adiknya pisah rumah.
Sasha yang baru tau kalau ternyata orang tua Arkan sudah cerai dan Arkan sudah tidak lagi serumah dengan adik-adiknya langsung meminta maaf ke Arkan karena merasa tidak enak.
" Duh, sori kan.. gue gatau, maaf ya gue asal nanya aja ke lo" Sasha minta maaf kepada Arkan karena merasa tidak enak.
"Iya gapapa sha.. tenang aja." Jawab Arkan.
Lalu, Sasha menatap muka Arkan diam-diam, secara ga sadar, Sasha baru mengetahui betapa tampannya Arkan.
Sasha mulai berdebar-debar.
Dalam hati Sasha,
"Yaa mungkin, karena masalah ortu nya, Arkan jadi dingin dan cuek gini.."
"Tapi di liat-liat, Arkan ganteng juga yaa..." Ucap Sasha dalam hati yang baru menyadari ke-tampanan Arkan.
__ADS_1
(Arkan yang sedang menyetir mobil)
Lalu, mereka berdua akhirnya sampai ke supermarket untuk membeli peralatan kebersihan kelas.
Karena parkiran supermarketnya penuh, Arkan memarkir mobilnya di parkiran tempat makan yang berada di sebrang supermarket.
Saat mereka menyebrang ke supermarket..
"Lu bisa nyebrang ga? " Tanya Arkan kepada Sasha.
"Bisa dong.. nih liat lo yang gue sebrangin" Jawab Sasha.
Tapi, saat Sasha ingin menyebrang, tiba-tiba ada motor yang sedang ngebut tidak melihat kalau Sasha sedang menyebrang.
Lalu, Arkan pun langsung reflek menarik tangan Sasha yang saat itu hampir terserempet oleh motor.
"Tuh kan, hampir aja lu." Arkan mengomeli Sasha yang menyebrang tidak hati-hati.
Sasha yang kaget karena hampir di serempet motor dibuat tambah kaget lagi karena Arkan yang memegang erat tangan Sasha.
Sasha hanya bisa diam dengan hati yang berdebar-debar melihat Arkan yang memegang tangannya.
"Yaudah sini gue aja yang nyebrangin, bisa berabe kalo lu yang nyebrangin. " Ucap Arkan yang menyebrangi Sasha sambil memegang erat tangan Sasha.
Lalu saat menyebrang, Sasha senyum tersipu karena perbuatan manis Arkan kepadanya.
(Sasha yang senyum tersipu karena Arkan)
"Arkan bisa lucu gini juga yaa ternyata.. " Ucap Sasha dalam hati yang berdebar-debar.
Lalu, akhirnya mereka sampai di supermarket dan mulai berbelanja alat-alat kebersihan kelas mereka.
Belanja pun selesai, selesai berbelanja Arkan dan Sasha meletakkan belanjaannya dalam mobil.
Lalu...
brrrrrrrr~
Muka Sasha memerah karena malu dengan perutnya yang bunyi.
Arkan yang mendengar suara perut Sasha hanya diam sambil senyum-senyum menahan ketawa.
(Arkan yang menahan ketawa)
"Aduh perut gue gatau malu nih.. Hahahaha.." Ucap Sasha dengan muka nya yang merah karena malu.
" Jadi inget pas pertama kali lu ajak gue ke kantin hahaha.." Kata Arkan sambil ketawa saat mendengar perut Sasha.
Melihat Arkan yang ketawa untuk pertama kalinya depan Sasha, Sasha pun ikut merasa senang.
"Akhirnya nih orang ketawa juga depan gue.." Ucap Sasha dalam hati.
Lalu, setelah memasukkan semua belanjaan ke mobil, Arkan melihat ada tukang cimol dekat parkirannya.
"Eh sha, itu ada cimol, gue pengen beli.."
"Lu mau ga? sekalian ganjel laper lu dikit." Ucap Arkan kepada Sasha ketika melihat makanan favoritnya.
"Boleh tuhh.. lumayan buat ganjel.." Jawab Sasha.
Saat jalan ke tukang cimol, Arkan memberi tau Sasha, kalo cimol itu makanan paling favorit Arkan.
"Weh sha, gue mau ngasih tau.."
"Cimol tuh makanan terenak bagi gua.."
"Gua bisa bertahan hidup walopun di bumi
cuma tersisa cimol." Ucap Arkan memberi tau Sasha.
__ADS_1
"Hahahahahaha.. apaansih lo lebay banget dah.." Sasha ketawa mendengar ucapan Arkan tadi.
"Gue ga becanda." Kata Arkan dengan tatapan sinisnya ke Sasha.
Sasha pun hanya meng-iya kan perkataan Arkan.
Sasha begitu senang karena bisa melihat Arkan yang bisa sedikit terbuka ke Sasha.
"Arkan, lo kalo ada apa-apa, kalo mau cerita, boleg cerita ke gue kok.. gue bakal selalu open buat lo.." Ucap Sasha yang sepertinya ingin Arkan menjadi orang yang lebih terbuka ke Sasha.
"Iya sha.. gampang." Jawab Arkan yang sepertinya ingin lebih terbuka ke Sasha.
Lalu, mereka berdua memesan cimol.
Setelah selesai memesan cimol, mereka berdua langsung ke mobil Arkan untuk segera pulang.
"Rumah lu dimana? " Arkan menanyai Sasha karena ingin mengantarnya pulang.
"Nih gue taro alamat nya di GPS mobil lo, biar gue ga pusing ngasih unjuk jalan nya.." Jawav Sasha.
Di perjalanan, Sasha begitu lahap makan cimol karena kelaperan.
"Eh lu gak makan cimolnya? " Tanya Sasha kepada Arkan.
"Engga, buat di rumah sambil nonton film." Jawab Arkan.
Lalu, Sasha kembali makan cimolnya.
Setelah selesai makan cimolnya, Sasha tidur karena rumahnya yang lumayan jauh dari supermarket tadi.
Lalu, saat di lampu merah, Arkan menatapi Sasha yang tertidur pulas dengan sangat cantik.
Lagi-lagi Arkan sekejap tidak berkedip karena kecantikan Sasha.
Arkan hanya bisa diam melihat kecantikan Sasha. Namun di lubuk hatinya, Arkan masih belum siap untuk jatuh cinta.
Lalu, mereka pun sampai di rumah Sasha.
Sesampai di rumah Sasha, Arkan membangunkan Sasha yang masih tertidur.
" Sha.. bangun.. udah sampe nih.." Ucap Arkan membangunkan Sasha dengan menepok jidatnya.
(Sasha yang bangun dari tidurnya)
Sasha pun bangun dari tidurnya dengan ekspresi malu.
"Udah sampe." Kata Arkan.
"Ehh iya.. gue malah ke enakan tidur.." Jawab Sasha.
Sasha langsung turun dari mobil Arkan.
"Makasih banyak yaa Arkan buat hari ini.. jangan lupa besok bawa yaa peralatan nya, awas lu sampe lupa! " Ucap Sasha.
"Bawel." Jawab Arkan menanggapi Sasha.
"Hehehe.. oke dadah Arkan, hati-hati yaa.." Ucap Sasha kepada Arkan.
Lalu, Arkan langsung pulang ke rumahnya.
Di perjalanan..
"Hari ini lumayan juga.." Ucap Arkan dalam hati menanggapi hari ini yang menurutnya lumayan membuatnya senang.
*************
Untuk kritik dan saran bisa tulis di comment yaa ππ
Mohon maaf bila ada kosakata yang salah dan kurang berkenan
Mohon support nya buat novel saya hehehe
__ADS_1
Terimakasih...