Hujan Yang Meneteskan Cinta

Hujan Yang Meneteskan Cinta
Rekan Baru


__ADS_3

"Kenapa kau tidak datang?" Kesal Anna dengan wajah datarnya sesaat ia sampai di markas.


"Haha maaf, Anna! Tadi aku di serang para parasit. Jadi, apa yang klien itu mau?"


Anna mulai menjelaskan tentang apa yang klien itu pinta dan memberi tahu kapan mereka harus mulai menjalankan misi. CL mengangguk paham lalu meringis kecil saat luka di wajahnya di olesi obat oleh seorang pria seumuran Anna yang sejak tadi sibuk mengobati CL.


"Oh, siapa pria itu? Kenapa kau membawa orang asing kesini?" Tanya Anna saat pandangannya beralih ke pria tersebut. Bukankah pria ini adalah pria yang kemarin menahan Anna saat ia akan pergi dari markas?


"Orang asing apanya? Aku ini rekanmu. Kan sudah ku bilang kemarin." Pria itu memandang Anna malas lalu membereskan kotak P3K yang baru saja ia gunakan.


"Aku tidak bertanya padamu."


"Stop it. Ok Anna dia memang rekan kita mulai sekarang, namanya Zion. Kau tak pernah melihat dia? Padahal ia pernah satu kampus denganmu sebelum ia pindah karena suatu urusan," Jelas CL.


"Oh, jadi dia rekan baruku ya?" Anna mengangguk-anggukkan kepalanya lalu berjalan mendekati Zion. Anna tak henti-hentinya menatap pria itu dengan intens lalu secara mendadak Anna menyerangnya.


"Hey! Apa-apaan ini?!" Marah Zion sambil menepis beberapa serangan lincah dari Anna.


Zion hanya terus menahan serangan Anna tanpa berniat memberikan serangan balik. Karena ia tak mau menyakiti wanita hingga akhirnya tubuh Zion dikunci oleh Anna.


"Apa? Terkejut? Aku hanya ingin tahu apa kau bisa diandalkan atau tidak. Aku tak butuh rejan yang akan menyusahkan aku dan kapten."


Anna memperat kuncian pada tubuh Zion.CL hanya melihat tingkah mereka lalu terkekeh memperhatikan dua orang andalannya ini. Jika Anna sudah bertindak maka ya sudah. Ia hanya pasrah. Anna terlalu keras kepala.


"Meremehkan ku, hm?" Ucap Zion lalu melepas kuncian Anna dan mulai menyerang balik. Persetan dengan gender Anna. Lagipula kekuatan Anna melebihi wanita 0ada umumnya. Jadi, Zion tak akan menahan diri lagi.


Anna tersenyum saat lawannya itu merespon gerakannya. Zion menendang kaki Anna hingga membuatnya hampir terjatuh jika saja Zion tidak mencengkram tangannya.


Zion kembali memberi serangan, ia mengambil ancang-ancang untuk menonjok Anna dari bawah agar mengenai rahangnya.


Karena tak sempat mengelak, Anna hanya pasrah dan memejamkan matanya. Namun Zion menghentikan serangannya lalu menjatuhkan tubuh Anna ke lantai dengan tubuh Zion berada diatasnya. Zion kembali bersiap untuk memberi bogem mentahnya lagi pada Anna.


Anna hanya diam, tatapan tajamnya ia tujukan langsung ke mata Zion hingga membuat pria itu diam membeku dan menghentikan serangannya


"Kenapa berhenti?" Bingung Anna.


"Sudah-sudah aku lapar. Mari cari sesuatu untuk dimakan," Kata CL.


Kapten CL mendekati mereka lalu menendang tubuh Zion hingga tubuhnya tersingkir dari tubuh Anna. Lalu ia berkata,


"Jangan membuang tenaga. Oh, ya... Posisi kalian barusan sangat tidak enak dipandang hahaha."


CL berjalan keluar diiringi tawa lepasnya. Tapi ucapannya benar juga. Posisi Zion dan Anna barusan seperti akan... Ok kita lewat saja bagian ini.

__ADS_1


"Wanita gila!" Maki Anna.


"Lumayan juga kau. Aku sempat kewalahan tadi." ucap Zion yang terbaring disebelah Anna sambil menatap lurus ke langit-langit markas. Begitu juga dengan Anna. Nafas mereka sama-sama memburu karena lelah


"Ku pikir kau juga tak terlalu buruk. Tadinya ku kira kau hanya pria pengecut. Terlihat jelas dari wajahmu itu, sih... "


"Jangan seenaknya. Wajahku ini tampan maaf, maka dari itu kau harus hati-hati. Jika kau jatuh cinta padaku itu akan merepotkan," goda Zion. Ia mengalihkan pandangannya ke arah Anna sambil menaik turunkan alisnya.


"Menjijikkan!"


Anna mencibir Zion karena sifat percaya dirinya yang di luar batas normal itu. Ia jadi teringat Gia, pria itu juga memiliki tingkat kePD-an yang tinggi kan. Tanpa sadar Anna tersenyum sendiri mengingat tingkah konyol Gia.


"Benarkan kau jatuh cinta padaku? Terbukti saat ini bahkan kau terus tersenyum sendiri." celetuk Zion.


"Jadi, sejak kapan? Sejak kita bertemu tempo hari atau barusan?" Tambahnya lagi.


Annq mendengus sebal lalu mengabaikan omong kosong Zion. Ia berdiri lalu menjulurkan tangannya ke Zion dan berkata,


"Mau sampai kapan berbaring disitu? Sampai aku menginjakmu?"


Zion hanya tertawa lalu menerima uluran tangan Anna.


"Ayo makan anak-anak! Kita harus mengisi perut sebelum tempur."


CL membuka pintu dengan cara menendangnya. Tangannya sibuk memegang makanan dan minuman yang baru saja ia beli.


"Wanita tidak memakan makanan seperti itu, Anna! Makanlah perlahan hingga kau terlihat elegan."


CL menegur Anna, Anna menatap CL yang sudah ia anggap layaknya saudara sendiri dengan pipi yang menggembung karena terisi banyak makanan lalu ia menelannya dengan susah payah.


"Aku lapar," jawabnya


"Apa yang kau lihat, hah? Kenapa tak makan? Kalau begitu untukku saja," sinis Anna pada Zion. Lalu ia mengambil ayam goreng milik Zion dan memakannya


"Hey, itu punyaku!" Kata Zion tidak terima.  Karena kesal ia memukul pelan kepala Anna.


Anna yang kaget pun tersedak.


"Ehz maaf-maaf... " Ucap Zion lalu memberi minum pada Anna.


"Sialan! Kau menggangguku," Marah Anna setelah ia minum.


"Tampaknya kalian cocok... " Ucap CL tiba-tiba.

__ADS_1


"Tidak sudi. Menjijikkan cih!" Kata Anna spontan.


"Kau kira aku sudi, hah?" Bantah Zion.


"Cocok sebagai rekan bodoh. Apa kalian memikirkan hal lain, hm?" Ledek CL pada kedua anak buah kepercayaannya itu. Sebenarnya CL memiliki banyak sekali anak buah. Tapi hanya mereka berdualah yang paling ia percaya dan ia anggap seperti adiknya sendiri. Walau Zion masih baru bergabung tapi CL dan Zion sudah kenal cukup lama.


"Sial." Umpat Anna.


Mereka melanjutkan makannya tanpa ada lagi perdebatan.


"Hua... aku kenyang thanks, kapten!" Kata Zion. Ia bersendawa sambil mengusap-usap perutnya.


"Oke qku ada urusan, aku harus segera pergi. Jangan lupa malam ini. Bye."


Wanita itu pun pergi. Kini di markas hanya ada Anna dan Zion. Lebih tepatnya di ruang kerja CL sih. Karena di ruang utama masih banyak anak buah CL yang lain. Karena mereka spesial tentu mereka diperbolehkan masuk ke ruangan sang kapten.


"Oi, kau tidak pulang? Mau aku kunci disini?" Tanya Anna.


Anna keluar meninggalkan Zion sendiri. Zion memanggil Anna lalu mengejarnya. Setelah mengunci ruangan kapten, Anna segera menaiki sepeda motornya.


"Anna anu.. ." Kata Zion dengan wajah mencurigakan.


"Apa?" Jawab Anna dengan sinis.  Ia memakai helmnya lalu menyalakan mesin sepeda motornya.


"Aku ikut pulang denganmu ya? Tadi motorku dibawa begitu saja oleh si kapten sialan itu," Pinta Zion.


"Cih! Tidak, itu merepotkan."


"Ayolah, Annaku sayang. Sesama rekan harus saling membantu." 


Zion menampilkan wajah sok imutnya sambil terus memelas. Anna melempar pelan sarung tangan yang hendak ia kenakan ke wajah Zion lalu berkata,


"Wajahmu menjengkelkan tuan. Cepat naik atau kutinggal!"


"Aku saja yang mengendarainya ya? Masa sih pria tampan sepertiku di bonceng oleh wanita," protes Zion.


Anna hanya menarik gasnya tanpa menjawab protes Zion. Zion yang tahu apa maksud Anna pun menaiki sepeda motor itu lalu memeluk Anna. Setelah itu ia berkata,


"Ok, ayo jalan. Aku tak akan protes.Terima kasih aku sayang kau, Anna."


"Mual sialan. Berhenti mengatakan yang menjijikkan atau ku antar kau ke neraka sekarang." Anna melajukan motormya dengan kecepatan diatas rata-rata.


"ANNA STOP SIALAN! AKU BISA MATI MUDA INI. AKU HANYA BERCANDA TADI, KEPARAT!" Teriak Zion yang ketakutan itu sambil mempererat pelukannya di tubuh Anna. Sedangkan Anna hanya menyeringai sambil tertawa pelan di balik helmnya. Melihat orang lain ketakutan memang menyenangkan.

__ADS_1


To be Continue.


Yukk like, comment dan tambahin ke favorit yaaa. Thx for reading.


__ADS_2