
Di sebuah ruangan yang di penuhi banyak komputer (hardware). terlihat seorang perempuan cantik berpenampilan sedikit tomboi sedang serius mengutak-atik kode-kode hijau di layar komputer nya, kedua tangan nya sangat lihat memecahkan kode program di hadapan nya dan tidak butuh waktu lama akhirnya apa yang di kerjakan nya telah selesai tanpa hambatan apapun.
Perempuan itu menyeringai lebar melihat tulisan SUKSES pada layar monitor nya. lalu ia menoleh pada teman di samping nya sebagai isyarat bahwa tugasnya telah selesai, dan teman di samping nya pun mengambil alih pekerjaan nya.
Setelah beberapa saat akhirnya pekerjaan mereka berdua pun selesai.
"Aku akan menghubungi klien nya",,ujar perempuan itu datar
"Hmm",, ujar temannya yang sedang fokus menghilangkan jejak digital mereka.
Perempuan itu pun mengambil sebuah ponsel pada sebuah kotak berisi kan tumpukan ponsel berbagai jenis setelah itu dia menghubungi seseorang.
tring...tring...tring...
"Halo",,
"pekerjaan nya sudah selesai, untuk pembayaran nya sesuai kesepakatan",, ujar perempuan itu singkat
"Baiklah, senang berbisnis dengan kalian huldra",, ujar suara pria misterius di panggilan itu.
Tut..tut..tut
perempuan itu mengakhiri panggilan nya secara sepihak lalu dia bangkit dari tempat duduknya dan berjalan pergi
"Pergi kemana",, ujar pemilik suara dingin di belakangnya.
"Bandara",,ujar perempuan itu singkat.
"Aku pergi dengan mu",,lalu pria itu bangun dari tempat duduknya
"Terserah",,lalu mereka berdua pun beranjak dari tempat itu.
tempat itu memiliki banyak jalan rahasia,dan juga memiliki sistem keamanan yang sangat ketat. untuk bisa keluar dari ruangan itu memerlukan sandi yang rumit dan hanya anggota organisasi yang tahu akses untuk masuk dan keluar dari tempat itu.
Kedua orang itu adalah Jessica Xavier dan Vegas Axela anggota inti dari organisasi gelap dunia bawa yang sangat terkenal di kalangan pebisnis kalangan atas, para pejabat dan para mafia dunia bawah yaitu Black Star.
__ADS_1
Jessi dan Vegas pergi ke bandara menggunakan Mobil pribadi milik Vegas, selama di perjalanan mereka berdua tidak berbicara sedikit pun, hal itu merupakan hal biasa bagi mereka berdua. mereka hanya akan berbicara satu sama lain saat menjalankan misi mereka atau ada sesuatu yang sangat penting untuk bicarakan itupun menyangkut misi yang melibatkan mereka berdua.
Setelah melewati perjalanan yang sunyi itu akhirnya mereka sampai di bandara Internasional City, tujuan mereka ke bandara bukan untuk bepergian tetapi untuk pergi ke tempat penyimpanan (locker room) yang ada di bandara itu untuk mengambil sesuatu.
Setelah sampai mereka berdua berjalan masuk ke dalam bandara, seperti biasanya mereka menjalankan tugas mereka masing-masing. Jessi pergi ke locker room untuk mengambil barang sedang kan Vegas bertugas memantau keadaan dari luar.
locker 1467 adalah salah satu tempat transaksi dari organisasi mereka.
Setelah mengambil sebuah tas hitam besar dari dalam locker itu mereka berdua langsung balik ke markas mereka, setelah sampai di markas besar organisasi black star keduanya pergi ke sebuah ruangan menaiki lift rahasia menuju ruangan paling bawa dari tempat itu yang ternyata adalah ruangan ketua organisasi Black Star seorang pria tua yang berusia sekitar 67 tahun bernama Jason Mraz.
"Selamat sore ketua",, hormat mereka berdua.
"Selamat sore, bagaimana keadaan di atas",, tanya pria tua bernama Jason itu.
"Semua nya masi dalam kendali ketua",,Ujar Vegas segan
"Bagus lah, kalian berdua datang menemui ku ada satu hal penting yang harus aku sampaikan pada kalian",, ujar jason dengan nada serius.
"Sebelum itu, kami akan menyampaikan maksud kedatangan kami untuk menyerahkan hal dari pekerjaan kami hari ini",,ujar Jessi
Pria tua itu sadar bahwa kedua anak asuh nya enggan untuk datang menemuinya sekedar melihat kondisinya, mereka berdua hanya akan datang untuk membicarakan tentang bisnis mereka. walaupun semua itu hanya pemikiran nya, nyatanya Jessi dan Vegas sangat menghargai dan menyayangi ayah angkat mereka itu walaupun mereka berdua jarang menemui nya namun mereka selalu mengkhawatirkan kondisi pria tua itu.
"Bukan seperti itu ayah...",, ujar Jessi memeluk ayah angkat nya itu.
"Iya..iya ayah hanya bercanda",,Jason sangat terharu mendengar kata ayah dari anak perempuan di hadapannya yang ia anggap sebagai anak kandung sendiri.
"kalian duduklah ayah ingin membahas sesuatu dengan kalian",, ujar jason dengan serius.
"Keadaan organisasi sangat kritis akhir akhir ini, banyak anggota kita yang ter tangkap oleh pihak polisi, ayah ingin kalian berdua keluar dari markas untuk sementara waktu sampai situasi kembali aman",, ujar jason serius
"Tapi ayah, kalau kita pergi bagaimana dengan ayah",, ujar Jessi cemas
"Ketua, biarkan saya di sini untuk menjaga keamanan anda",,ujar Vegas menolak
"Iya ayah, kita berdua tidak akan pergi dari tempat ini",, ujar Jessi singkat
__ADS_1
"tidak..itu tidak baik bagi masa depan kalian berdua, ayah sudah mengurus keperluan kalian saat di luar markas",,
"ini keputusan final ayah dan tidak ada protes apapun dari kalian",,ujar jason tegas
mendengar keputusan itu mereka berdua hanya pasrah untuk menyetujui nya.
"Semua keperluan kalian ayah sudah siap kan. tempat tinggal, identitas diri yang baru dan yang paling penting kalian berdua akan melanjutkan pendidikan kalian",,
"Apa... ayah aku tidak setuju dengan keputusan ayah tentang itu",, ujar Jessi menolak.
"bagaimana dengan mu Vegas",, ujar jason tanpa menghiraukan penolakan Jessi.
"terserah ketua",, ujar Vegas singkat.
"Nah... itu baru anak ayah yang paling tampan",, ujar jason senang.
"Jessica...",, panggil jason pelan
"Terserah ayah saja",, ujar Jessi tidak peduli.
"Sebagai gantinya bayaran untuk tugas kalian hari ini milik kalian berdua",, Ujar Jason sambil menyerahkan tas hitam besar di samping nya, di dalam tas itu terdapat 1 Miliar dolar.
Mendengar itu kedua nya memasang ekspresi datar, mereka tau sifat ayah angkat mereka. Perlakuannya ini sekedar untuk membujuk kedua, mereka berdua tau itu karena telah berulang kali di perlukan sebagai ini.
"Baiklah... kalau begitu kami pamit undur diri ketua",, ujar Vegas hormat
"Kita akan bersiap-siap untuk mengurus semuanya besok",, ujar Jessi lalu memeluk erat jason tidak lupa membawa pemberian ayah nya.
mereka berdua pun keluar dari ruangan itu dan kembali ke ruangan utama.
Sementara itu di ruangan bawa, Jason terlihat sangat gelisah dengan keputusan nya
"semoga mereka akan baik-baik saja",, gumam nya pelan
Next...
__ADS_1