
Pukul 8 malam di tengah kota.
Jessi, Vegas, First dan Zee terlihat sedang memasuki sebuah minimarket lalu berjalan ke arah kasir.
"Ice black",, ujar Vegas kepada penjaga kasir itu
"Silahkan",, ujar kasir itu lalu memberikan sebuah kartu kunci untuk mereka.
"Terimakasih",, Ujar mereka semua lalu mereka berjalan ke arah pintu belakang.
Vegas menempel kan kartu kunci yang di berikan kasir tadi di bawa rak penyimpanan barang dan muncul sebuah monitor transparan dengan password yang harus di isi. zee menempel kan sidik jari pada layar dan memasukkan kode nama milik nya yaitu Cobra, setelah itu Jessi, first dan zee melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Vegas dengan kode nama mereka masing-masing. Jessi (huldra), first (Troll), Zee (Kuza).
Tiba-tiba sebuah lift muncul dari bawa lantai. mereka masuk dan menuju lantai paling bawa dari ruangan itu.
Ting...
pintu lift terbuka dan di hadapan mereka terdapat sebuah pintu, tanpa berlama-lama mereka berempat langsung masuk kedalam ruangan itu.
"Ketua, kami datang",, ujar mereka berempat secara bersamaan.
Jason yang sedang serius mengerjakan berkas di hadapannya pun dengan senang menyambut para anak-anak nya yang datang untuk menemui dirinya.
"Anak-anak ku, setelah sekian lama akhirnya aku bisa melihat kalian lagi",, ujar jason dan langsung memeluk keempat pemuda di hadapannya.
"Bagaimana keadaan ketua",, ujar First penuh kasih
"Aku baik-baik saja, ayo kita duduk dulu",, ujar jason mempersilakan mereka untuk duduk.
"kalian sangat jahat pada ayah",, ujar jason dengan wajah sedih yang dibuat buat.
Mereka saling memandang satu sama lain, bingung apa mereka melakukan kesalahan.
__ADS_1
"Kalian sudah kembali dari beberapa bulan yang lalu tapi baru sekarang datang melihat ku",, ujar Jason kepada first dan zee.
"awalnya kami mau datang untuk melihat keadaan ketua tapi keadaan di luar sangat kacau, jadi aku dan first memutuskan untuk mencari waktu yang pass",, ujar zee menjelaskan.
"Yasudah tidak perlu di bahas lagi, bagaimana kabar kalian di luar",, ujar Jason.
"Kami baik-baik saja, kebutulan kami berempat belajar di kampus yang sama",, ujar Vegas lalu menceritakan pertemuan mereka di kampus.
"benarkah.. bagus lah kalau begitu, keadaan di luar juga sangat berbahaya jadi untuk sekarang kalian fokus saja untuk mencari keberadaan Payu sang penghianat itu",, ujar Jason serius.
"ada beberapa informasi penting yang ingin saya sampaikan",,ujar zee serius.
Zee pun memberitahu kan informasi penting yang dia maksud, setelah beberapa saat akhirnya pembicaraan mereka pun selesai dan mereka berempat berpamitan untuk pulang.
Mereka pun melakukan hal yang sama saat keluar dari ruangan bawa tanah itu.
Ting
pintu lift terbuka Vegas berjalan lebih dulu untuk mengembalikan kartu masuk mereka.
"Capuccino untuk 4 orang",, ujar Vegas dengan senyum tipis pada bapak kasir paruh baya itu.
"kalian lapar gak",, ujar Jessi memecahkan keheningan di antara ketiga saudara nya itu.
"Iya aku sangat lapar, gimana kalau kita pergi makan di restoran favorit aku",, ujar first yang mengerti apa yang dilakukan Jessi.
"kalian gimana",, ujar Jessi bertanya pada kedua pria kulkas 4 pintu di depannya.
"terserah kalian",, ujar zee dengan nada dingin.
Mereka berempat pun pergi makan malam di sebuah restoran cukup mewah dan sangat ramai dengan pengunjung wallpaper sudah larut malam. setelah selesai makan pun berpisah dan pulang ke apartemen mereka masing-masing.
__ADS_1
Di apartemen first dan Zee
Mereka berdua baru selesai mandi, dan first sedang berdiri di balkon kamar menikmati dinginnya udara malam.
"Apa yang kamu lakukan di luar ayo masuk, di sini dingin nanti kamu sakit sayang",, ujar zee yang memeluk mesra first dari belakang.
Membalikkan tubuhnya lalu mengalungkan tangannya di leher Zee dan menata nya dengan tatapan yang susah di jelaskan.
"Ada apa",, ujar zee lembut
"gimana perasaan kamu",, ujar first dengan ekspresi sedih.
Zee mengelus pipi first dengan lembut lalu mencium keningnya penuh cinta. "aku gak apa-apa, selama kamu ada bersama ku",, ujar zee menenangkan kekasih nya itu.
first memeluk zee dengan erat, dia tau bahwa zee hanya berusaha untuk kuat di depan ketua dan para saudara nya. saat mendengar keputusan yang di ambil ketua atas kejahatan yang dilakukan lakukan adiknya, Mark (Payu).
"makasih karena selalu ada disaat aku membutuhkan mu, aku mencintaimu",, ujar zee dengan mata berkaca-kaca.
"Aku juga, sebaiknya kita masuk diluar dingin",, ujar first lalu melepaskan pelukan nya.
"apa aku boleh minta sekali lagi",, ujar zee dengan nada candaan.
"apa kamu mau tidur di balkon",, ujar first lalu berjalan masuk kedalam meninggalkan zee yang masi berdiri di luar.
" I love you ♥️♥️",, ujar zee dengan keras.
"Dasar gila",,
.
Next....
__ADS_1