
Tim raid ke 4 berhasil memasuki lantai pertama dungeon, yaitu hutan belantara. Mereka berjalan dengan hati-hati di antara pepohonan yang rimbun dan lebat. Mereka bisa mendengar suara-suara binatang liar yang mengaum dan menggeram di sekitar mereka.
" Awas,ada serigala! " teriak Leo sambil mengayunkan pedangnya ke arah seekor serigala yang melompat dari semak-semak.
" Tinggalkan saja, kita tidak perlu membuang waktu dengan monster-monster kecil seperti ini " ucap elsa sambil melemparkan bola api ke arah serigala-serigala lainnya yang mencoba menyerang mereka.
" Tapi kita bisa mendapatkan sumberdaya dari mereka, seperti bulu, daging, atau tulang " ucap Mia sambil menembakkan panah-panahnya ke arah serigala-serigala
yang tersisa.
" Kita tidak punya cukup tempat untuk menyimpan semua itu, kita harus menghemat ruang di tas kita untuk barang-barang yang lebih berharga " ucap Ray sambil menarik Mia untuk melanjutkan perjalanan mereka.
" Baiklah, baiklah " ucap Mia sambil mengikuti Ray.
" Han, kau baik-baik saja? " tanya Ray kepada Han yang berjalan di belakang mereka.
" Ya, ya, aku baik-baik saja " jawab Han dengan suara lemah.
Han adalah seorang healer yang bertugas untuk menyembuhkan luka-luka dan penyakit yang dialami oleh anggota tim raid. Ia memiliki skill healing touch yang bisa menyembuhkan orang lain dengan menyentuhnya.
Ia juga memiliki skill holy light
yang bisa memberikan cahaya suci yang bisa melindungi dan memberkati orang
lain. Namun, ia juga memiliki kelemahan yang besar, yaitu ia sangat takut
dengan monster-monster. Ia selalu gemetar dan berkeringat dingin ketika melihat
monster-monster yang menyeramkan dan berbahaya. Ia hanya bisa bersembunyi di
belakang anggota tim raid lainnya dan berharap tidak ada monster yang
__ADS_1
menyerangnya.
Ia sebenarnya
tidak ingin menjadi seorang hunter, tapi ia terpaksa menjadi hunter karena ia
tidak punya pilihan lain. Ia berasal dari keluarga miskin yang hidup di
pinggiran kota. Ia memiliki orang tua yang sakit-sakitan dan adik-adik yang
masih kecil. Ia harus bekerja keras untuk mencari uang untuk memenuhi kebutuhan
keluarganya. Ia pernah mencoba bekerja sebagai pekerja kasar, penjual koran,
atau pengantar makanan, tapi ia selalu gagal karena ia tidak memiliki kekuatan
fisik atau mental yang cukup. Ia pun akhirnya memutuskan untuk menjadi hunter
Ia mengikuti
ujian hunter dengan harapan bisa lulus dan menjadi hunter resmi. Ia tidak
peduli dengan tingkat kesulitan atau bahaya dari ujian hunter. Ia hanya ingin
mendapatkan lisensi hunter yang bisa membuka pintu bagi masa depannya. Ia pun
berhasil lulus dari ujian hunter dengan bantuan skill healernya yang cukup
berguna. Ia pun menjadi seorang hunter resmi dan bergabung dengan biro hunter.
Namun, ia tidak tahu bahwa menjadi seorang hunter bukanlah hal yang mudah. Ia harus menghadapi
__ADS_1
banyak tantangan dan risiko dari dunia hunter dan dungeon. Ia harus berhadapan
dengan monster-monster yang mengerikan dan berbahaya. Ia harus bekerja sama
dengan orang-orang yang tidak dikenalnya dan mungkin saja bermusuhan dengannya.
Ia harus bersaing dengan hunter-hunter lainnya untuk mendapatkan hadiah dari
dungeon. Ia harus bertahan hidup di dunia yang penuh dengan kekerasan dan
ketidakadilan.
Ia pun merasa
menyesal telah menjadi seorang hunter. Ia merasa tidak cocok dengan pekerjaan
ini. Ia merasa tidak bahagia dan tertekan dengan hidupnya sekarang. Ia merasa
ingin kembali ke masa lalunya yang sederhana tapi damai. Namun, ia tidak bisa
mundur atau menyerah. Ia harus terus melanjutkan pekerjaannya sebagai seorang
hunter. Ia harus terus mengumpulkan uang untuk keluarganya. Ia harus terus
berjuang untuk masa depannya.
Ia pun berharap suatu hari nanti ia bisa menemukan kebahagiaan dan kedamaian yang ia cari. Ia pun berharap suatu hari nanti ia bisa menemukan teman-teman dan keluarga yang ia sayangi. Ia pun berharap suatu hari nanti ia bisa menemukan jati dari
dirinya sendiri.
......***......
__ADS_1
bersambung.