Hunter System Level Up

Hunter System Level Up
ch-30. lantai pertama dungeon


__ADS_3

Tim raid ke 4 berhasil memasuki lantai pertama dungeon, yaitu hutan belantara. Mereka berjalan dengan hati-hati di antara pepohonan yang rimbun dan lebat. Mereka bisa mendengar suara-suara binatang liar yang mengaum dan menggeram di sekitar mereka.


" Awas,ada serigala! " teriak Leo sambil mengayunkan pedangnya ke arah seekor serigala yang melompat dari semak-semak.


" Tinggalkan saja, kita tidak perlu membuang waktu dengan monster-monster kecil seperti ini " ucap elsa sambil melemparkan bola api ke arah serigala-serigala lainnya yang mencoba menyerang mereka.


" Tapi kita bisa mendapatkan sumberdaya dari mereka, seperti bulu, daging, atau tulang " ucap Mia sambil menembakkan panah-panahnya ke arah serigala-serigala


yang tersisa.


" Kita tidak punya cukup tempat untuk menyimpan semua itu, kita harus menghemat ruang di tas kita untuk barang-barang yang lebih berharga " ucap Ray sambil menarik Mia untuk melanjutkan perjalanan mereka.


" Baiklah, baiklah " ucap Mia sambil mengikuti Ray.


" Han, kau baik-baik saja? " tanya Ray kepada Han yang berjalan di belakang mereka.


" Ya, ya, aku baik-baik saja " jawab Han dengan suara lemah.


Han adalah seorang healer yang bertugas untuk menyembuhkan luka-luka dan penyakit yang dialami oleh anggota tim raid. Ia memiliki skill healing touch yang bisa menyembuhkan orang lain dengan menyentuhnya.


Ia juga memiliki skill holy light


yang bisa memberikan cahaya suci yang bisa melindungi dan memberkati orang


lain. Namun, ia juga memiliki kelemahan yang besar, yaitu ia sangat takut


dengan monster-monster. Ia selalu gemetar dan berkeringat dingin ketika melihat


monster-monster yang menyeramkan dan berbahaya. Ia hanya bisa bersembunyi di


belakang anggota tim raid lainnya dan berharap tidak ada monster yang

__ADS_1


menyerangnya.


Ia sebenarnya


tidak ingin menjadi seorang hunter, tapi ia terpaksa menjadi hunter karena ia


tidak punya pilihan lain. Ia berasal dari keluarga miskin yang hidup di


pinggiran kota. Ia memiliki orang tua yang sakit-sakitan dan adik-adik yang


masih kecil. Ia harus bekerja keras untuk mencari uang untuk memenuhi kebutuhan


keluarganya. Ia pernah mencoba bekerja sebagai pekerja kasar, penjual koran,


atau pengantar makanan, tapi ia selalu gagal karena ia tidak memiliki kekuatan


fisik atau mental yang cukup. Ia pun akhirnya memutuskan untuk menjadi hunter


Ia mengikuti


ujian hunter dengan harapan bisa lulus dan menjadi hunter resmi. Ia tidak


peduli dengan tingkat kesulitan atau bahaya dari ujian hunter. Ia hanya ingin


mendapatkan lisensi hunter yang bisa membuka pintu bagi masa depannya. Ia pun


berhasil lulus dari ujian hunter dengan bantuan skill healernya yang cukup


berguna. Ia pun menjadi seorang hunter resmi dan bergabung dengan biro hunter.


Namun, ia tidak tahu bahwa menjadi seorang hunter bukanlah hal yang mudah. Ia harus menghadapi

__ADS_1


banyak tantangan dan risiko dari dunia hunter dan dungeon. Ia harus berhadapan


dengan monster-monster yang mengerikan dan berbahaya. Ia harus bekerja sama


dengan orang-orang yang tidak dikenalnya dan mungkin saja bermusuhan dengannya.


Ia harus bersaing dengan hunter-hunter lainnya untuk mendapatkan hadiah dari


dungeon. Ia harus bertahan hidup di dunia yang penuh dengan kekerasan dan


ketidakadilan.


Ia pun merasa


menyesal telah menjadi seorang hunter. Ia merasa tidak cocok dengan pekerjaan


ini. Ia merasa tidak bahagia dan tertekan dengan hidupnya sekarang. Ia merasa


ingin kembali ke masa lalunya yang sederhana tapi damai. Namun, ia tidak bisa


mundur atau menyerah. Ia harus terus melanjutkan pekerjaannya sebagai seorang


hunter. Ia harus terus mengumpulkan uang untuk keluarganya. Ia harus terus


berjuang untuk masa depannya.


Ia pun berharap suatu hari nanti ia bisa menemukan kebahagiaan dan kedamaian yang ia cari. Ia pun berharap suatu hari nanti ia bisa menemukan teman-teman dan keluarga yang ia sayangi. Ia pun berharap suatu hari nanti ia bisa menemukan jati dari


dirinya sendiri.


......***......

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2